Unboxing

Unboxing
116. Hancur



"Simon." Panggil Gio keluar ruangan.


"Siap!" Sahut Simon yang baru saja kembali setelah usai mengadali para ladies yang dimabuk minuman. "Ada gerangan apa Dokter Gio yang tampan memanggil saya?" Tanya Simon masuk kedalam mengikuti Gio.


"Tuh." Ucap Gio menunjukkan Bosnya yang sudah teler di sofa tak sadarkan diri. Seperti biasanya Leon akan mengelantur isi hatinya sambil melucuti pakaiannya. Persis dengan yang ia lakukan sebelumnya dan berakhir memalukan didepan Sandra.


Lewat jalan belakang yang dipandu pemilik Clube yang merupakan kenalan Leon, mereka memapah Leon keluar dari sana masuk kedalam mobil Gio yang terparkir di semi basemant.


Fyuh! Hela nafas Simon dan Gio bersamaan usai mendudukkan Leon dengan menyandarkan tubuhnya dipunggung kursi. Entah sudah berpuluh kali keduanya mendengar si lemah alkohol itu memanggil nama Sandra.


"Kita kemana dok?" Tanya Simon menyalakan mobil.


"Lo tahu kata sandi apartemen dia?" Tanya Gio sambil kembali menghubungi Frans.


"Gak Bos. Lagian dari kemarin Bos gak tinggal disana. Gimana kalau kita ke rumah Bos besar?" Tawar Simon memutar mobil ya keluar dari semi basemant.


"Oke." Ucap Gio setuju sambil mengirim pesan pada Frans untuk menemuinya sebelum jam pemberkatan.


Brukk! Frans melompat dari dan betok dibawah jendela kamarnya. Ia merapatkan tubuhnya keddinding dengan pijakan yang minim saat penjaga suruhan Fandy berkeliling mengawasi keamanan.


Fyuh! Suara hela nafas panjang Frans yang kembali menilik penjagaan ketat. Ia menelusuri dak beton disekitar pijakannya mencari posisi tumpuan untuk melompat dari lantai dua.


Brakkk! Lompatan kedua dengan mendarat di sebuah dak yang membentang di atas pintu samping yang mengarah ke taman.


"Siapa disana!" Seru penjaga yang bergerak kearah tempat Frans berada. Frans merunduk dibawah atap perisai yang membentang disisi dak.


Sial! Umpatnya dalam hati melihat penjaga lainnya menyusul penjaga sebelumnya yang berteriak.


"Apa ada yang aneh?" Bisik para penjaga dibawah sambil memeriksa kesemua sudut tempat dibawah Frans.


"Kembali." Perintah kepala penjagan setelah hampir setengah jam mereka berputar di bawah.


Buk! Suara kaki Frans melompat dengan pelan ke rumput menghindari penjaga yang kini beralih memeriksa sisi lain. Ia kemudian menghancurkan gembok berkarat pada pintu gerbang yang sudah lama terkunci.


Prankk! Suara Frans menjatuhkan rantai yang panjangnya sekitar 60 cm melilit di jerjak gerbang.


Plannk! Suara gerbang besi yang dibanting Frans saat pergi berlari meninggalkan kediaman Wardana menggunakan jalan tikus di depannya.


"Berhenti!" Teriak penjaga yang mendengar keributan yang ditimbulkan Frans yang membuat Feny dan Fandy menatapnya dari balik gorden yang berada dilantai luruskan kamar Frans.


Sementara itu ruangan Rahel dikerumuni beberapa petugas keamanan yang memeriksa jejak.


"Dokter Rahel apa ada data pasien tersimpan disana?" Tanya petugas yang terus mengambil beberapa sidik jari yang berada diruangan.


"Gak ada pak." Jawab Rahel berkacak pinggang dengan mengerutkan kening. "Bagaimana dengan cctv?" Tanya Rahel pada kepala IS rumah sakit. "Apa ada orang lain yang masuk kesini selain gue dan Dokter Gio?" Tanya sambil menggigit jari dan mondar-mandir memikirkan kemana perginyanya hardisk tempat ia menyimpan Foto-Foto Leon dan Sandra selama ini.


Fyuh! Hela nafas Rahel yang kini berdiri didepan ruang IS. Ia menunggu rekaman cctv yang berada dikoridor depan ruangannya.


"Dok." Panggil salah satu karyawan yang bertugas.


"Ya." Sahut Rahel masuk mengikutinya melihat rekaman cctv.


"Gak ada yang masuk kesana selain Dokter Gio dan----"


"---Stop!" Potong Rahel meminta petugas menghentikan salah satu rekaman yang memperlihatkan seorang wanita keluar dari ruangan. "Perbesar." Perintah Rahel untuk melihat jelas wajah wanita yang keluar.


"Pukul 08.00" ucap petugas yang kemudian menklik rekaman cctv di malam sebelumnya dan memperlihatkan Gio menggendong seorang masuk kedalam ruangan. "Wanita itu sepertinya teman Dokter Gio, dok." Jelas petugas yang kembali ke rekaman sebelumnya dan mencetak gambar wanita yang ada direkaman.


"Stela?" Tanya Rahel keluar ruangan membawa gambar Stela yang ada di prin out.


****


Tok tok tok! Suara Frans mengetuk pintu apartement Jesika untuk kesekian kalinya. Entah sudah berapa kali ia memanggil nama wanita itu dari luar hingga membuat dirinya ditegur oleh para penghuni apartemen yang lainnya.


"Hei bung!" Seru Pria bertatto itu menghampir Frans sambil melemparkan puntung rokoknya yang masih menyala didepan Frans.


"Ya." Sahut Frans menghentikan tangannya menggedor pintu. Ia menurunkan tangannya yang mengepal dengan raut wajah lemas.


"Tahukan ini jam berapa?" Tanya pria bertato itu dengan memukul-mukul pergelangan tangannya dengan jari telunjuknya.


"Gue gak tahu." Jawab Frans tersungkur duduk dilantai.


"Ini udah jam satu dini hari!" Seru wanita dengan rolling dirambutnya dan daster menutupi tubuhnya keluar dari kamar yang lain. "Lo itu bukannya pacar Jesika?" Tanya Wanita itu membuat penghuni kamar yang lainnya dari ujung keujung keluar.


"Pacar Jesika ternyata." Suara yang lain menghampiri sambil berbisik satu sama lain. Berbagai cibiran dilontarkan penghuni apartemen lainnya terhadap Jesika membuat suasana disana mengusik security yang berada dipos jaga.


"Ada apa ini ribut-ribut?" Tanya Security tiba diatas. Ia melihat Frans dengan atasan kemeja lusuh duduk menopang wajahnya yang ditekuk kebawah.


"Ini pak biang keributannya." Seru Pria bertato yang kemudian disusul oleh suara penghuni lain yang menyorakkan Frans.


"Udah-udah! kembali sana ke kamar masing-masing!" Perintah Security berjalan mendekati Frans kini mengangkat wajahnya dengan menumpukan kepalannya didinding pembatas balkon. "Mari ikut saya ke bawah anak muda." Perintah Security yang tak diacuhkan Frans. Ia hanya melakukan panggilan ke nomor Jesika sambil menatap pintunya.


"Nomor yang anda tuju sedang berada diluar jangkauan. Tolong periksa kembali nomor tujuan anda atau ketik bla bla." Suara operator memecah kesunyian malam Frans ditemani oleh Security yang masih setia menunggu responnya.


"Anak muda ini siapanya mbak Jesika?" Tanya Security yang memanjangkan lehernya melihat ke layar hape ditangan Frans. Sudah sepuluh kali pak Security mendengar suara operator dengan kalimat yang sama sejak tadi.


"Bapak siapa?" Tanya Frans yang sejak tadi mengabaikan semua orang termasuk pak Security yang datang mengamankan kericuhan.


"Dari tadi pikirannya gak disisi toh." Jawab Security bangkit berdiri dari lantai. "Saya Security yang menjaga keamanan disini anak muda." Jelasnya.


"Bapak bisa buka pintu ini." Ucap Frans menunjuk pintu apartemen Jesika.


"Gak bisa. Kita harus hubungi pemiliknya dulu kalau masalah buka-membuka." Sahut Security mengambil hapenya. "Ini udah mau jam dua. Gimana kalau anak muda datang besok kesini. Entar saya kasih nomor yang punya kamar." Saran Security.


"Besok gue udah gak ada waktu buat kesini pak." Ucap Frans bangkit berdiri. Ia kembali mengetuk pintu sambil memanggil Jesika.


"Anak muda ini siapanya mbak Jesika?" Tanya Security sekali lagi.


"Gue pacarnya yang gak berguna." Jawab Frans tertunduk sambil mengetuk-ngetuk pintu.


"Lah, Situ pacarnya kok malah kesini." Cibir Security. "Emang anak muda ini gak ada dikasih tahu apa sama mbak Jesikanya." Ucapnya.


"Dikasih tahu apa pak?" Tanya Frans menghentikan tangannya mengetuk pintu. "Apa Jesika ada ninggalin pesan ke bapak buat gue?" Tanya Frans menangkap kedua tangan Security.


"Gak ada sih." Jawab Security. "Yang saya tahu mbak Jesika udah gak tinggal disini lagi dari hari kemarin." Jelas Security membuat Frans tercengang beberapa detik.


"Di-dia udah gak tinggal disini dari kemarin." Ucap Frans melepas tangannya dari pak Security.


"Iyo. Mbak Jesika pindah."


"Bapak tahu dia pindah kemana?" Tanya Frans.


"Sepertinya ketempat yang jauh dari sini. Soalnya Mbak Jesika sering dicibir sama gosip-gosip aneh. Yah,menjauh mungkin jalan satu-satunya." Jelas Security membuat hati Frans hancur 💔


🍁🍁🍁


Hello evribadihhhh 🤗


Jangan lupa untuk vote,like dan Coment terbaik kalian untuk author rebahan ini yaw!😘


Tengkiuuu🤗


Semoga Senin kalian menyenangkan🤩