Unboxing

Unboxing
68. Dor!!



Frans berdiri didepan kasir sambil mencari-cari keberadaan Jesika disekitar keramaian.


"Dia masih lama kah?" Tanya Frans pada dirinya sendiri menunggu kartunya digesek oleh si mbak kasir.


"Gak sekalian rokoknya Kak." Tawar si kasir yang dibalas penolakan dari Frans yang menerima kartunya kembali dan melihat Leon mendorong troli ke kasir membuat mata keduanya saling bertemu satu sama lain.


Apa Jesika masih belum mengakhiri hubungannya dengan Leon?hah! Mereka bahkan belanja sebanyak itu. Batin Frans melihat isi troli Leon yang dipenuhi dengan bahan mentah masakan.


Dia gak lihat Sandra juga kan. Batin Leon memikirkan keberadaan Sandra yang masih mencari barang yang tertinggal dibelakang.


"Kak Leon kenapa bengong?" Tanya Sandra melihat antrian Leon diserobot beberapa kali oleh orang dibelakang mereka.


"Apa masih ada yang lain?" Tanya Leon memakaikan kupluk jaket yang dikenakan Sandra menghindari Frans yang sudah meninggalkan kasir berbalik melihat kearah mereka.


"Udah semua." Jawab Sandra meletakkan benda dipelukannya ke troli lalu mendorongnya menyerobot orang-orang yang mengambil antriannya sejak tadi. Di waktu bersamaan Leon memantau Frans yang meneruskan langkahnya tanpa berbalik kembali.


Sementara di rumah sakit Stela berjalan keluar ruangan mencari-cari keberadaan Gio yang pergi begitu saja setelah mengirim makanan untuknya.


"Non Stela temannya Dokter Gio ya?" Tanya Vaya perawat partner kerja Gio yang membereskan bekas makanan Stela.


"Eh! Gue teman Dokter nyebelin itu." Jawab Stela bingung.


"Iya." Sahut Vaya.


"Kenapa Lo bisa ngomong begitu?" Tanya Stela mengecek hapenya yang telah dikembalikan Gio sebelumnya.


"Saya dengar Non Stela memaki Dokter Gio dari perawat yang lewat di depan." Jawab Vaya.


"Dia memang pantas di maki." Sahut Stela ngezoom foto Leon yang dia ambil diam-diam tadi malam. "Lagian dia bukan teman gue." Tambahnya memberitahu Vaya.


"Kalau bukan temannya kenapa Non Stela dapat perlakuan spesial dari Dokter Gio." Gerutu Vaya yang tidak terima Stela memperlakukan Gio yang sangat susah digoda olehnya meskipun sudah sering berduaan dalam satu ruangan.


"Spesial?" Tanya Stela menghentikan jarinya ngezoom foto Leon. "Emang dia ngelakuin apa?" Tanya Stela sinis melihat ke Vaya dengan wajah geram.


"Dokter menjaga Lo semalaman!" Jawab Vaya sinis. "Dokter bahkan belum istirahat sampai pagi tadi karna memesan makanan yang Lo suka." Mendorong bahu Stela dengan telunjuknya. "Lo tahu sekarang dia bahkan bekerja mengisi jadwal yang ia tukar demi buat Lo!" Ucapnya lagi. "Dengan otak kosong Lo ini malah memakinya." Sambungnya.


"Lo ngatain gue!" Bentak Stela yang membuat Vaya terkejut.


"Iya!" Balas Vaya membentaknya. "Lo gak tahu terimakasih." Tambah Vaya meninggalkan Stela yang kini mencari keberadaan Gio dan mencoba mengingatnya.


"Stela!" Panggil Frans yang melihatnya berdiri dikoridor rumah sakit dengan tiang infus. Stela berbalik badan dan melihat Frans tersenyum menghampirinya.


"Gue dari kamar Lo." Ucap Frans. "Lo malah gak disana." Tambahnya memapah Stela yang enggan berbalik badan Kembali ke kamarnya. Ia seperti melihat seorang dengan jas putih yang sama dengan milik Gio dibalik tembok yang menghalangi setengah tubuh itu. "Lo nyari siapa?" Tanya Frans ikut melihat kearah Stela yang enggan melangkahkan kakinya.


"Gak ada." Jawab Stela meninggalkan Gio yang keluar dari persembunyiannya.


****


Sejak tiba diapartemen Leon terus bergelayutan pada Sandra. Ia melingkarkan tangannya di dipinggang Sandra dengan wajah yang diletakkan di bahu.


"Kak Leon geser sedikit." Pinta Sandra memotong wortel diatas talenan.


"Lo janji dulu gak akan pulang malam ini." Pinta Leon pada Sandra untuk kesekian kalinya.


"Yaudah Kak Leon ngomong aja sama papa langsung." Ucap Sandra menahan senyum dibibirnya.


"Kak Leon benaran mau bilang ke papa?" Tanya Sandra berhenti memotong wortel dan melihat ke Leon yang duduk dengan hape ditangannya.


"Iya." Jawab Leon mengklik camera dan merekam Sandra yang dengan raut wajah panik menghentikan aktivitasnya. "Nomornya mana ya?" Tanya Leon pura-pura mencari kontak Adit yang sama sekali gak ada dihapenya. "Ah ini bukan ya?!" Menakut-nakuti Sandra yang kini melepas celemeknya menyusul Leon.


"Kak Leon Ja---" merampas hape dari tangan Leon. "----Jangan di telpon." Sambungnya melihat rekaman dirinnya yang diambil Leon. "Kak Leon!" Bentak Sandra memukul bahu Leon yang mengerjainya.


"Lo takut ya?" Tanya Leon berdiri menangkap kedua tangan yang memukulnya itu. Lalu meraih pinggang Sandra dan mengangkat tubuh gadis itu ke pundaknya.


"Kak Leon mau bawa Sandra kemana?" Tanya Sandra yang memberontak dalam genggaman Leon yang kini menggantung pada bahunya.


"Ke kamar." Jawab Leon menapaki anak tangga sambil memukul bokong Sandra agar berhenti memberontak.


"Kak Leon itu dapur masih berantakan!" Ucap Sandra yang memukul-mukul punggung Leon.


"Biarin aja." Sahut Leon acuh dan terus melanjutkan langkahnya memasuki kamar. "Lo temanin gue mandi dulu." Menutup pintu dan menguncinya.


"Kak Leon turunin Sandra!" Teriak Sandra yang kini dibawa Leon masuk ke kamar mandi bersamanya.


Syurr! Suara air yang mengalir mengisi bathub kosong.


"Kak Leon mau apa?" Tanya Sandra yang masih berada dibahu Leon.


"Ngisi bathub buat kita berendam." Jawab Leon yang kini berbalik mengunci pintu kamar mandi.


"Kak Leon jangan aneh-aneh deh." Ucap Sandra panik melihat dirinya yang terkunci di di dalam kamar mandi dengan Leon yang masih belum menurunkannya. "Sandra mandi sendiri aja." Berontak Sandra yang mendapat pukulan lagi dibokongnya.


"Kak Leon jangan pukul pantat Sandra." Gerutunya pada Leon menuangkan bath foam pada bathub.


Byurr!!suara Leon menceburkan Sandra kedalam bathub bundar milik Leon yang tetutup buih busa.


"Ahh!" Teriak Sandra dengan wajah yang keciprat busa dengan pakaian basah membuat bra hitam tanpa tank top yang ia kenakan tersekpos jelas. "Kak Leon!" Teriaknya lagi menutupi dadanya dengan kedua tangan yang menyilang.


"Jangan teriak-teriak!" Sahut Leon santai berdiri melepas satu persatu pakaian yang menutupi tubuhnya dihadapan Sandra yang perlahan memundurkan dirinya ke punggung bathub.


"Kak Leon stop!" Ucap Sandra menutup matanya ketika tangan Leon hendak melepas dalaman yang satu-satunya tertinggal ditubuh Leon. "Kak Leon jangan dilepas." Pinta Sandra yang membuat Leon berjongkok dipinggir bathub.


"Janji dulu tidur disini malam ini." Pinta Leon yang masih berusaha menahan Sandra untuk tinggal menemaninya malam ini.


"Sandra gak punya alasan lagi." Jawab Sandra. "Mama juga udah tahu kebohongan Sandra sebelumnya." Ucapnya mengintip kondisi Leon dari sela jari tangannya.


"Yaudah kalau gitu gue lepas aja." Ucap Leon yang mengetahui Sandra melihatnya dari sela jarinya.


"Yaudah!" Balas Sandra. "Lepasin aja." Memperosotkan tubuhnya hingga membuat dirinya tenggelam dalam bathub.


"Yaudah!" Balas Leon berdiri masih memperhatikan Sandra yang menenggelamkan diri. "Sandra!" Panggilnya yang kini dengan raut wajah panik. "Sandra jangan becanda!" Teriak Leon masuk kedalam bathub.


"Dor!" Ucap Sandra yang muncul kepermukaan mencoba mengejutkan Leon yang langsung memeluknya erat dengan deru nafas dan detak jantung yang begitu cepat.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Jangan lupa untuk selalu Vote,Like,dan Komen seiklasnya untuk dukung Leon dan Sandra๐Ÿคญ