Unboxing

Unboxing
7. Sengaja



Setelah mengetahui hubungan yang terjalin diantara Frans dan Jesika adalah luka untuk Leon. Ada perasaan sesak yang menyeruak dari dalam hati Sandra hanya dengan mengingat apa yang Frans dan Jesika bicarakan.


NonSandra


Mang jemput aku di rumah Kak Frans.


MangDanu


Siap Non๐Ÿ˜Ž


Sandra termenung menatap keluar jendela melihat gedung-gedung perkantoran yang mereka lewati sepanjang jalan. Pikirannya kembali terbayang dengan apa yang telah terjadi sejak kemarin malam. Wanita yang dia lihat bersama dengan Frans didepan kamar hotel adalah Jesika,yang tidak lain adalah pacar Leon. Selain itu Feny yang mengatakan Leon merupakan teman Frans membuat hati Sandra semakin sesak. Kalau bukan karna keberadaannya hari itu mungkin Leon sudah membuat perhitungan kepada mereka.


Kak Leon kenapa aku harus bertemu denganmu dan mengetahui yang mereka lakukan padamu. Batin Sandra menghela nafas panjang membuat Mang Danu meliriknya dari kaca spion.


"Kenapa Non?" Tanya Danu.


"Gak pa-pa mang." Jawab Sandra.


Bagi Sandra seorang Leon hanyalah orang barun yang dia temui sama halnya dengan Jesika. Berbeda dengan Frans yang sudah dia kenal sejak lama. Tapi entah perasaan apa yang bergejolak dihatinya saat mengingat Leon mengalami penghianatan dari seorang kekasih sekaligus sahabatnya itu. Sandra seolah bisa merasakan apa yang dirasakan Leon malam itu. Ya rasa saat orang yang mencintai kita tiba-tiba melepas tangannya tanpa peringatan.


Persis seperti apa yang Sandra rasakan.


"San,baru pulang." Sapa Stela sesampai dirinya dirumah. Jika kalian berpikir Sapaan Stela adalah bentuk perhatian dari Kakak ke adik kalian salah.


Stela hanya ingin menunjukkan pada adiknya itu bahwa tak ada yang pernah menyadari keberadaannya dirumah itu.


"Tadi malam tidur dimana?"tanya Stela membuat Adit dan Rose yang duduk disofa bersama ruang tamu melihat ke Sandra.


"San,semalam kamu gak pulang?" Tanya Rosa yang membuat Stela sumringah. Ia berhasil membuktikan bahwa kedua orang tua mereka tak peduli bahkan tak mau tahu meskipun Sandra tidak pulang.


Rose yang menunjukkan bahwa dirinya mengabaikan keberadaan Sandra membuat rencana Stela berhasil membuat Sandra adiknya yang cantik itu sakit hati.


"Enggak Ma." Jawab Sandra dengan nada bergetar.


"Kamu tidur dimana?" Tanya Adit yang lagi-lagi menambah kesedihan di hati Sandra. Tidak ada satupun dari mereka yang menyadari dirinya telah menghabiskan malam diluar sana.


"Dirumah teman Pah." Jawab Sandra berbohong menutupi kesedihan. "Ada tugas kelompok." Melihat ke Adit sebentar. "Jadi Sandra nginap disana Ma. "melihat ke Rosa. "Sandra ke kamar ya." Melirik kecil pada Stela yang melipat bibirnya menahan senyum penuh kemenangan sambil membolak-balik majalah fashion ditangannya.


Selamat Kak rencanamu berhasil. Batin Sandra.


Sandra menapaki anak tangga satu persatu melangkah ke kamarnya menahan air mata yang sudah membendung. Sampai di Kamar ia mengurung diri di kamar mandi duduk dalam bathub dengan air mata tumpah membasahi pipinya. Tak lupa iamenyalakan shower untuk menutupi suara isakan tangisnya agar tidak terdengar oleh siapapun yang masuk ke kamarnya.


****


Alexandra Winata adalah putri tunggal Adityawarman Winata dan Rose Amelia Winata. Ia lahir saat Auristela berusia 6 tahun.


Adit dan Rosa sangat bahagia akan kelahiran putri yang sudah lama mereka nantikan. Lima tahun lebih penantian Adit dan Rosa akhirnya dikarunia anak yang cantik.


Setiap hari Rosa akan bersama Sandra ditemani Bi Ema merawat dan menjaga Sandra sementara Adit menemani Auristela Winata yang merupakan putri dari Kakak laki-laki Adit.


Auristela kehilangan kedua orangtuanya setahun sebelum kelahiran Sandra. Ia yang terperangkap di mobil diselamatkan oleh petugas ketika kecelakaan terjadi.


Kecelakaan itu membuat Stela koma seminggu dirumah sakit yang mengharuskan Rosa menjaganya dalam kondisi hamil muda.


"Mah!" Panggil Stela pada Rosa ketika ia bangun dari komanya membuat Adit dan Rosa saling melihat satu sama lain.


Aditpun memutuskan untuk tinggal bersama Stela dan membiarkan keponakannya itu menganggap dirinya orangtuanya.


"Ros ayolah!" Bujuk Adit pada Rosa yang sebenarnya tidak menerima Stela menganggap mereka adalah orangtua sebenarnya. "Stela yang sekarang bukan Stela yang kamu temui sebelumnya." Memberikan Rosa penjelasan.


"Kamu yakin dia gak akan kembali dan mengingat semuanya." Ucap Rosa memastikan agar sumainy itu tidak mengambil keputusan yang akan mendatangkan masalah bagi keluarga kecil mereka.


"Aku yakin dengan kamu yang sekarang menjadi mama untuknya. Yang kamu takutkan tidak akan terjadi." Meyakinkan Rosa akan keputusannya membiarkan semua mengalir seadanya. "Tunggu dia dewasa baru kita beritahu sebenarnya pelan-pelan." Memohon pada istrinya agar membiarkan Stela menganggap mereka seperti apa yang ia pikirkan saat itu.


"Aku harap dia tak menyulitkan anakku dimasa depan." Ucap Rosa mengiyakan kemauan suaminya itu.


Sembilan bulan berlalu Sandra pun lahir. Ia tumbuh menjadi anak yang cantik. Begitu juga dengan Stela yang mengakui adiknya itu cantik,lucu,dan menggemaskan. Ia suka bermain dengannya dan memilihkan baju untuk dipakaikan ke Sandra. Stela seolah memiliki boneka hidup untuk ia dandani setiap bersama Sandra.


Namun tiba-tiba Stela merasa Adit dan Rosa lebih menyayangi dan menyukai Sandra dibanding dirinya. Bukan hanya itu saja ia melihat Sandra yang masih berusia 3 tahun mengambil perhatian teman-teman Adit dan juga Rosa setiap ada ada acara maupun pesta. Perhatian yang sebelumnya itu adalah miliknya.


Dulunya mereka yang berlomba menyanjung dan bercanda dengan Stela kini berbalik pada Sandra membuat Stela membencinya.


Apa yang ditakutkan Rosa pun terjadi.


Auristela yang ada dibenak Rosa tidak jauh berbeda dengan kedua orangtuanya. Mau tak mau Adityawarman membalikkan Keadaan ketika Sandra menginjak usia 6 tahun.


Auristela menjadia anak yang menerima perhatian penuh dari Adit dan Rosa Demi Sandra.


Dimulai dari Adit dan Rosa yang selalu menyempatkan waktu untuk mengantar Stela kesekolah sementara Sandra pergi bersama Mang Danu dengan mobil yang berbeda.


Kekejaman Stela pun mulai menampakkan diri. Stela yang Rosa takutkan menemukan dirinya kembali tapi tidak dengan ingatan siapa dia bagi Adit dan Rosa. Mulai dari berebut barang yang tidak penting yang mengharuskan Sandra mengalah. Ia juga tak segan-segan mendorong Sandra saat mengusirnya dari kamar yang mereka tempati.


Pesta ataupun acara bersama rekan-rekan tidak lagi mengikutkan Sandra. Adit dan Rosa hanya membawa Stela bersama mereka untuk dikenal semua orang.


Pelukan dan kasih sayang yang setiap hari Sandra dapatkan dari Adit dan Rosa lambat laun terkikis menghilang oleh seiring berjalannya waktu.


Tok!tok!tok! Suara ketukan pintu kamar menepiskan air mata dipipi yang membasahi bantal.


"Non Sandra!" Panggil suara Bi Ema yang menggantikan posisi Adit dan Rosa disisi Sandra hampir 12 tahun ini.


"Iya Bi." Sahut Sandra membuka pintu kamar dan mendapati Bi Ema membawa nampan berisikan milkshake dan juga potato wedges buatan ala Bi Ema.


"Ini Bi buatin minuman dan camilan buat Non." Menyerahkan nampan pada Sandra yang berdiri dengan mata sembab. "Tuan sama Nyonya gak ada maksud nyakitin Non Sandra." Ucapan Bi Ema yang selalu dan selalu dikatakan padanya setiap kali Sandra merasa Adit dan Rosa tidak peduli padanya. "Non semalam tidur dimana?" Menarik kembali nampan yang hampir diterima Sandra. "Bibi lihat nyonya keluar dari kamar Non Sandra dengan wajah panik." Masuk kedalam dan meletakkan nampan diatas meja rias Sandra.


"Mama kekamar aku Bi." Terkejut langsung menutup pintu. "Bibi gak salah lihat." Menarik lengan Bi Enak duduk diatas ranjangnya.


"Bibi kan udah bilang berkali-kali sama Non Sandra." Mengelus bahu Sandra. "Kalau Nyonya dan Tuan itu sayang banget sama Non." Ucap Bi Ema yang kemudian mengusap rambut Sandra yang basah dan berantakan.


"Tapi kenapa mereka gak berusaha nyari Sandra Bi?" Tanya Sandra menunduk. " Udah tahu Sandra gak pulang." Merengut melihat ke BI Ema. "Bukannya ditelpon malah dibiarin begitu aja." Gerutu Sandra yang belum yakin apa yang dikatakan Bi Ema mengenai Adit dan Rosa.


"Mungkin Tuan dan Nyonya punya alasan makanya sampai begitu." Mengingatkan Sandra untuk tidak membenci majikannya.


"Yaudah besok Sandra gak pulang aja sekalian." Meraih milk shake dan mencobanya. "Bila perlu selamanya."


"Jangan-jangan Non sengaja ya semalam gak pulang." Tuduh Bi Ema menyipitkan matanya mencurigai putri majikannya itu.


Sengaja?!Maybe. Batin Sandra menikmati Milk Shake nya.