Try Not to Fall In Love

Try Not to Fall In Love
Bab 99



Aira tersenyum mendengar ucapan Alan yg menurutnya mampu membuat hatinya berbunga-bunga saat ini juga, bukankah dia paling anti di panggil dengan sebutan sayang, tetapi sepertinya berbeda untuk kali ini dan itu berkat Alan.


" Sepertinya pernikahan ini menjadi berkah tersendiri untuk gw."


Ucap Aira pelan, saat Aira sedang tersenyum dia merasakan hpnya bergetar, kemudian dia melihat no asing, dia mengernyitkan keningnya.


" Siapa ini?." Pikirnya, tapi Aira tetap mengangkat telpon tersebut.


" Halo!."


Ucap Aira.


"....."


Wajah Aira terlihat menegang.


" Bapak minta bertemu saya dimana?."


Ucap Aira berupaya untuk tetap tenang.


"...."


Aira menghela nafasnya.


" Jam berapa kita bertemu?."


Ucap Aira datar.


" ...."


" Baiklah saya akan kesana."


Ucap Aira, tidak lama kemudian telpon tersebut dimatikan, Aira menghela nafasnya.


" Apa yg harus gw lakuin hmm!, Gw nggak menyembunyikan sesuatu kepada Alan." Pikirnya, Aira menggigit bibir bawahnya.


Aira melihat jam tangannya, masih ada waktu dua jam.


" Baru kali ini gw ngerasa terbebani seperti ini, dan perasaan tidak enak ini, oh tuhan." Pikirnya, Aira mempunyai firasat buruk tentang pertemuan kali ini, tetapi dia berusaha untuk tetap profesional.


" Sudah lah, semoga saja hanya firasat saja."


Ucap Aira, kemudian gadis itu mulai berjalan masuk kedalam mansion.


" Kamu haru ini ada kegiatan tidak sayang?."


Ucap Elena tiba tiba menghentikan langkahnya.


" Maaf banget mah, kebetulan hari ini aku ada keperluan mendadak."


Ucap Aira tidak enak.


" Oh seperti itu, ya sudah lah tidak apa apa, mamah bisa aja Rachel jalan jalan kalau kayak gitu mah."


Ucap Elena.


" Maaf banget mah sekali lagi, mungkin di lain hari kita bisa jalan jalan mah."


Ucap Aira mencoba menghibur, Elena pun tersenyum mendengar ucapan Aira.


" Benarkah?."


Ucap Elena.


" Benar mah..aku ke kamar dulu ya mah, mau siap siap."


Ucap Aira.


" Ok."


Ucap Elena sambil tersenyum, Aira pun membalas senyuman tersebut dan mulai berlari kedalam kamarnya, Genta memperhatikan gerak gerik Aira yg menurutnya sedikit mencurigakan, apa yg gadis kecil ini sembunyikan. Pikirnya.


" Sepertinya saya perlu menaruh mata mata untuk gadis ini." Pikirnya


🌲🌲🌲🌲


Rizal terlihat sedang bolak balik mendorong kursi roda milik Mamahnya.


" Apa mamah tidak bosan, sudah satu Minggu kita bolak balik ke mall tapi mamah belum juga menemukan sesuatu yang membuat mamah suka!."


Ucap Rizal yg terdengar putus asa, Intan tersenyum mendengar ucapan anaknya.


" Mamah belum menemukan barang yg cocok untuk adik mu Rizal, makannya mamah masih belum bisa ketemu adik mu."


Ucap Indah Rizal menghela nafasnya, dia pun tersenyum.


" Ya sudah terserah mamah saja kalau seperti itu, aku hanya mengikuti saja, tapi kalau mamah lelah, beri tau aku ya."


Ucap Rizal.


" Tenang, mamah pasti akan kasih tau kamu kalau mamah kelelahan, jadi sekarang lebih baik kamu dorong lagi, ayoo semangat!."


Ucap Indah sambil tersenyum antusias, wanita paruh baya ingin sekali bertemu dengan putrinya yang hilang, tetapi belum dia temui sampai sekarang karena dia mau membelikan sesuatu buat putrinya tapi tak kunjung menemukan yg cocok.


Mereka berdua terlihat fokus mencari cari, tanpa mereka ketahui segerombolan orang ternyata sedang mengawasi mereka dari kejauhan.


" Wanita itu ternyata masih hidup, kita perlu menghabisinya, jika tidak maka keluarga kita semua akan dibunuh oleh bos kita!."


🌲🌲🌲🌲


Aira sudah berpamitan kepada Elena dan orang yang berada dimansion.


" Kamu bisa bawa mobil sayang?."


Ucap Elena, membuat Aira terdiam, kemudian menganggukkan kepalanya, Elena tersenyum.


" Kamu bawa mobil ya sayang."


Ucap Elena sambil memberikan sebuah kunci mobil, Aira ingin menolaknya, tetapi Elena menatap Aira dengan memelas, Gadis itu pun pasrah.


" Untuk kali ini aja ya aku bawa mobil mah."


Ucap Aira mengingatkan, Elena tersenyum penuh kemenangan.


" Iya sayang, dan mobilnya ada didepan ya sayang."


Ucap Elena.


" Iya mah, terimakasih, aku berangkat dulu ya..bye."


Ucap Aira.


" Iya..hati hati ya sayang."


Ucap Elena sambil melambaikan tangannya, Aira kemudian keluar dari mansion dia terkejut bukan main setelah melihat mobil yg akan di pakai adalah mobil impian dia.


" Oh..my God!."


Ucap Aira sambil menutup mulutnya, dia ingin berjingkrak jingkrak ria, tetapi dia menahannya.


" Ok tenang,..tenang..ah tapi tetap aja gw nggak bisa tenang.."


Ucap Aira sambil tersenyum sumringah, kemudian gadis itu berlari ke mobil tersebut.


" Mobil impian i am coming!."


Ucap Aira sambil nyengir kuda, dan mulai masuk kedalam mobil tersebut dan mulai menyalakan nya, Aira melihat sekeliling mobil tersebut, dia melihat secarik kertas berwarna merah muda, Aira mengernyitkan keningnya kemudian karena penasaran dia mengambil kertas tersebut, dan ternyata kertas tersebut untuk Aira.


" Siapa yg nulis kertas ini?."


Ucap Aira, karena penasaran akhirnya Aira pun membacanya.


Isi surat.


Dear my princess, happy birthday...maaf telat ok..


Aku tidak tau apa yg kamu sukai, aku bukan laki laki yg romantis, jadi jangan berpikiran yg aneh aneh ok, tetapi aku teringat sesuatu tentang kamu, kamu ingat tidak saat kamu berhenti di showroom mobil dan mata mu berbinar binar melihat sesuatu dan kamu mengatakan sesuatu yang menurut ku sangat menggemaskan, aku tau kamu ingin membeli mobil ini dengan uang kamu sendiri, tetapi aku minta terimalah hadiah ku ini, karena kalau kamu tidak menerimanya, aku tidak tau harus memberikan hadiah apa kepada mu Aira...


Sekali lagi selamat ulang tahun, semoga kebahagiaan selalu bersama mu sayang.


From


Your lovely husband


Aira tersenyum lembut, kemudian gadis itu mulai melipat kertas tersebut dengan hati hati.


" Kamu adalah orang pertama yang memberikan saya hadiah dan kebahagiaan yg indah, bagaimana mungkin saya akan mengembalikan semua itu."


Ucap Aira sambil tersenyum lembut tanpa dia sadari lelehan air mata mulai mengiasa wajah cantiknya.


" Kamu tau Alan, kamu semakin membuat aku mencintaimu lebih lagi dari sebelumnya..ah.. memikirkannya membuat aku bisa gila."


Ucap Aira.


" Setelah selesai semua kegiatan hari ini, aku akan segera menemui mu..my lovely husband.."


Ucap Aira sambil terkekeh geli, dia pun mulai melajukan mobilnya keluar dari halaman mansion menuju jalan raya.


🌸🌸🌸


mohon maaf atas ketidak nyamanan kakak semuanya dalam membaca Karena keterlambatan update, dan terimakasih☺️


🌸🌸🌸


visual


c



Christina Aira Agustin, gadis keras kepala dan tidak percaya tentang cinta, siapa sangka ternyata dia akan terjerat dengan sikap manis dan lembut laki laki yg berstatus suaminya.



Alan Gusti Nugraha, laki laki dingin, tapi dia berusaha merubah sikapnya demi seseorang yang telah memberikan dirinya kebahagiaan.


..


.


.


Terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️