
" Setiap kali aku melihatmu, aku jatuh cinta lagi dan lagi."
—Alan & Aira —
🌸🌸🌸
Mereka berdua tidur berpelukan di atas ranjang, Aira gadis itu masih teringat betul dengan rencananya sebelumnya, tetapi dia tidak menyangka bahwa kehidupan yang dia sangka akan menyusahkan nya ini ternyata malah membuat kebahagiaan yang baru untuk dirinya.
Aira memperhatikan wajah Alan dengan seksama, wajah yg sangat tampan
Pantas saja banyak perempuan yang tergila gila dengan ini anak. Pikirnya.
" Sudah puas ngeliatin gw!."
Ucap Alan, tapi matanya masih terpejam, dan dia malah mempererat pelukannya, Alan tersenyum melihatnya.
" Nggak..gw baru sadar aja kalau wajah lu itu ternyata tampan."
Ucap Aira jujur, Alan langsung membuka matanya lebar-lebar, dia menatap Aira seaka akan tidak percaya.
" Lu baru tau kalau gw ini tampan..oh tuhan!."
Ucap Alan tidak percaya, Aira terkekeh geli.
" Iya gw baru menyadarinya, dan itu juga baru tadi."
Ucap Aira sambil tersenyum, Alan melongo mendengar ucapan Aira, Alan menatap Aira.
" Ya ampun.. terus selama ini lu kira suami lu ini jelek gitu?."
Ucap Alan rengekannya.
" Nggak sih..biasa aja gitu... nggak jelek dan juga nggak ganteng..sedang lah gitu."
Ucap Aira sambil nyengir kuda.
" Sepertinya lu perlu diperiksa kedokter mata!."
Ucap Alan geleng-geleng, Aira tertawa terbahak-bahak, Alan tersenyum melihat Aira tertawa, laki laki itu sangat menyukai suara tawa khas milik Aira, yg membuat dirinya menjadi candu.
" Udah selesai ketawanya bocil?."
Ucap Alan, Aira tersenyum mendengarnya, dia menyadari kalau harinya di penuhi dengan senyuman dan tawa.
" Kapan kita berangkat?."
Ucap Aira tiba tiba.
" Sekarang!."
Ucap Alan santai, Aira langsung menatap Alan penuh selidik.
" Kamu sedang tidak bercanda kan?."
Ucap Aira
" Tidak!, Dan sepertinya sebentar lagi mereka akan sam-."
Ucap Alan terpotong karena dia mendengar suara helikopter, Aira melongo sedangkan Alan tersenyum kecil.
" Tutup mulut mu itu gadis kecil!."
Ucap Alan
" Sebenarnya ini orang sekaya apa sih!." Pikirnya heran.
" Hey...kok diem aja...mau pulang nggak?."
Ucap Alan membuyarkan lamunan Aira, Gadis itu menatap Alan yg berada didekat pintu sambil membawa koper dan tas ransel milik Aira.
" Sejak kapan itu anak ada disana?." Pikirnya semakin bingung, Aira turun dari ranjangnya dan mulai berjalan menghampiri Alan, laki laki itu tersenyum melihatnya.
" Lu tau... kekayaan gw itu nggak akan pernah habis walaupun dimakan tujuh turunan."
Ucap Alan, Aira langsung menatap Alan tidak percaya, tetapi Alan terlihat jujur.
" Nggak mungkin!."
Ucap Aira
" Terserah lu aja deh..!."
Ucap Alan dia mulai berjalan sambil membawa bawaannya, sedangkan Aira gadis itu masih dengan pikirannya.
" Apakah gw benar benar menikah dengan seorang miliarder?."
Ucap Aira pelan, Aira pun sadar kalau Alan meninggalkannya.
" Yakkkkk...tungguin gw!!."
Ucap Aira berteriak sambil berlari mengejar Alan, alah tertawaan kecil mendengar teriakkan Aira, tetapi dia sama sekali tidak menghentikan langkahnya, dia malah mempercepat langkahnya.
Setelah beberapa menit, akhirnya Alan sampai didepan helikopter, dan Aira terlihat sedang berusaha untuk mengatur nafasnya sendiri.
Ucap Alan lembut, dia bersikap biasa biasa saja, seperti tidak terjadi apapun.
" Wah... kayaknya lu udah bosan hidup huh?, Mau gw tinggalin nanti pas udah balik!."
Ucap Aira mengancam nya, Alan tersenyum menyeringai.
" Coba saja, jika kamu bisa melakukannya gadis kecil, kamu itu belum tau siapa suami kamu yg sebenarnya sayang."
Ucap Alan menggodanya sambil mengelus pipi Aira dengan lembut, Aira merinding dibuatnya.
" Dasar tuan mesum, sudah sana naik duluan, nanti gw nyusul!."
Ucap Aira sambil menyilangkan kedua tangannya.
" Terkadang gadis keras kepala itu lebih menarik!."
Ucap Alan sambil tersenyum polos, dan tanpa diduga-duga, Alan langsung menarik tubuh ramping Aira dengan mudahnya, dan menaruhnya ke atas pundaknya begitu saja.
Aira langsung membuka matanya lebar-lebar.
" Yakkkk...gw bukan beras kunyit!!!."
Ucap Aira sambil memukul-mukul punggung Alan kesal, sambil berontak.
Plokk..
Sebuah pukulan mendarat mulus di bokongnya Aira, gadis itu terkejut bukan main, wajahnya memerah seperti kepiting rebus.
" Kalau lu nggak mau diem, gw bikin badan lu jadi dua, mau lu!."
Ucap Alan menggertak Aira, dan gadis itu langsung terdiam, dan memilih untuk menutup mulutnya, walaupun dia tau Alan tidak mungkin akan melakukan nya.
Alan tersenyum menyeringai, karena Aira mau menuruti ucapannya.
" Kalau kayak gini kan kelihatannya manis!."
Ucap Alan sambil meletakkan Aira dengan lembut.
" Dasar kunyit kucruttt!!!."
Ucap Aira mengumpat kesal, Alan tertawa mendengar panggilan aneh lagi untuknya.
" Sepertinya lu kita perlu sebuah nama panggilan!."
Ucap Alan sambil duduk didekat Aira.
" Bagaimana kalau kita saling memanggil nama aja satu sama lain gimana?."
Ucap Alan mengusulkan.
" Nggak, gw udah nyaman manggil lu dengan sebutan kunyit!."
Ucap Aira keras kepala, Alan memijat keningnya.
" Nama yg lain ada nggak?."
Ucap Alan, Aira terdiam sejenak.
" Tuan mesum, kunyukk, kucruttt, curut, apalagi ya!."
Ucap Aira sambil mengetuk ngetuk dagunya dengan jari telunjuknya.
Alan menggelengkan kepalanya mendengar nama panggilan yg menurutnya abstrak.
" Tidak bisakah kamu memanggil saya Alan?."
Ucap Alan pintanya dia terlihat memelas dan Aira terlihat tidak tega.
" Ok, Alan?."
Ucap Aira nama Alan terdengar seperti sebuah pertanyaan dari pada panggilan.
" Ya ampun Aira!."
Ucap Alan sambil geleng-geleng.
" Gw akan usahakan ok."
Ucap Aira sambil nyengir kuda.
.
.
..
.
.
Terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️