
" Seorang anak tidak bisa memilih seseorang untuk menjadi ayah mereka, tetapi Aku bisa memilihkan seorang ayah untuk mereka."
ucap ChaCha, Rizal semakin mengernyitkan keningnya, karena dia tambah bingung.
" Maksud kamu apa Cha?, Aku nggak ngerti!."
ucap Rizal tulus.
" Oh ayolah...Kak..masa kakak masih nggak ngerti topik pembicaraan kita saat ini!."
ucap ChaCha, Rizal menatap ChaCha penuh tanda tanya.
Chacha menghela nafas.
" Aira sudah menikah beberapa hari yang lalu, dia menikah karena paksaan om Hendra."
ucap ChaCha menjelaskan semuanya, Matanya membulat sempurna.
" Kamu tahu siapa yang menjadi suaminya?."
ucap Rizal sambil mengguncang pundak ChaCha.
" Kak... lepasin tangan kakak!."
ucap ChaCha sambil memegang tangan Rizal, Rizal pun tersadar, dan akhirnya dia melepaskan tangannya.
" Maafkan aku, tadi refleks!."
ucap Rizal lembut.
" Hmm... Sepertinya Kakak beneran nggak tau kalau Aira nikah."
ucap ChaCha sekali lagi.
" Dia nikah sama siapa?."
ucap Rizal.
" Aku nggak tahu menahu seperti apa suami Aira, tetapi yg aku yakini saat ini adalah laki laki itu orang kaya."
ucap Chacha, Rizal mengernyitkan dahinya.
" Orang kayak itu banyak Cha, Apakah suaminya laki laki tua?."
ucap Rizal Sedang menahan amarahnya.
" Nggak kok kak, Suaminya itu hampir seumuran dengan kakak."
ucap ChaCha jujur, tiba tiba saja pikirannya terbayang sosok Alan.
" Semoga saja dugaan gw salah!." pikirnya
" Kak kok bengong?."
ucap ChaCha.
" Ah..maaf kakak nggak fokus, soalnya kakak kepikiran temen kakak juga, terus sekarang Aira tinggal bersama siapa?."
ucap Rizal, ChaCha menghela nafas berat
" Sepertinya tinggal bareng suaminya kak, dan sampai saat ini aku masih belum dapat kabar apapun dari Aira, jujur saja sebenarnya aku khawatir sama Aira, dan aku merasa geram dengan Om Hendra, karena dia lah yg memaksa Aira untuk menikah."
ucap ChaCha sinis. Rizal mengepalkan tangannya, tetapi dia berusaha untuk tetap tenang.
ucap Rizal lembut, ChaCha tersenyum lembut kemudian berdiri dari duduknya. sambil membuang nafas.
" Ah lumayan juga."
ucap ChaCha keceplosan.
" Lumayan kenapa?."
ucap Rizal heran.
" Beberapa hari ini Perasaan aku sedang nggak baik, Tetapi setelah cerita dengan kakak, aku sedikit plong, kayak ke angkat gitu bebannya sedikit."
ucap ChaCha sambil tersenyum, Rizal kemudian berdiri di samping Chacha, dan mengelus rambut Chacha pelan sambil tersenyum manis.
" Kakak siap menjadi pendengar setia mu, tetapi sekarang kamu lebih baik pulang."
ucap Rizal.
" Ah ok."
ucap ChaCha sambil membalikkan tubuhnya dan mulai berjalan, tetapi baru selangkah Rizal sudah menggenggam tangan ChaCha.
" Biarkan aku mengantarkan kamu sampai kedepan rumah mu."
ucap Rizal tulus, dan Sepertinya ChaCha sedang malas untuk berdebat.
" Ya sudah."
ucap ChaCha singkat, dan mulai berjalan mendahului Rizal, Rizal tersenyum kecil sambil berjalan dan mulai menyamakan langkahnya dengan ChaCha, 10 menit kemudian mereka berdua sudah sampai didepan rumahnya.
" Mau mampir dulu!."
ucap ChaCha menawarkan.
" Lain kali saja, sudah malam tidak enak jika bertamu."
ucap Rizal, ChaCha menganggukkan kepalanya.
" Terimakasih, dan hati hati dijalan."
ucap Chacha sebelum akhirnya masuk kedalam rumahnya Tanpa menoleh kebelakang sedikitpun, Rizal tersenyum melihat sosok ChaCha.
" Gadis yg cukup menarik!."
ucap Rizal pelan, kemudian dia mulai berjalan menuju tempat parkir mobil ditaman tersebut.
Rizal masuk kedalam mobil nya, dia menyenderkan tubuhnya di jok mobil.
" Jika yg menikah dengan Aira itu adalah Alan, apakah Aira akan baik baik saja?, Apakah dia akan bahagia?."
ucap Rizal, yg kemudian mulai menyalakan mobilnya dan melajukan mobilnya tersebut.
.
.
.
.
terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️