Try Not to Fall In Love

Try Not to Fall In Love
bab 11



Bukankah setiap orang menginginkan keluarga yang hidup dengan bahagia? pikir Aira. gadis tersebut menatap Mamahnya bingung.


" Kamu sebenarnya bukan anak kandung Mamah atau anak kandung Papah, Mamah menemukan kamu yg saat itu sedang berada di rumah sakit."


ucap Intan menghela nafas panjang ada perasaan berat saat ingin menceritakan semuanya kepada Aira, Aira pun mengerti kenapa selama ini Papahnya selalu bersikap tidak adil kepada nya, sekarang dia sudah tidak bingung karena semua nya sudah terjawab.


" Jika Aira ingin mencari tahu keluarga asli, Mamah nggak akan pernah keberatan dan Mamah tidak akan melarang mu, dan lagi mungkin ini jalan satu satunya kamu bisa menggagalkan rencana Papah mu itu Nak."


ucap Intan, sedangkan Aira hanya tersenyum dan geleng geleng.


" Aira nggak akan mengecewakan Papah, karena selama ini Papah nggak pernah minta apapun kepada Aira, dan mungkin yg Mamah ucapkan benar, Aira perlu mencari keluarga kandung Aira, tapi untuk sekarang biarkan lah seperti ini Mah, karena Aira sudah nyaman dengan keluarga ini, walaupun Papah selalu bersikap tidak adil dengan Aira."


ucap Aira sambil tersenyum manis, sedangkan Intan yg mendengar ucapan Aira, hanya bisa menangis dan memeluk Aira erat dan mengelus punggung Aira dengan lembut, Aira pun membalas pelukan Mamahnya, sebenarnya ada perasaan sedikit terluka saat mengetahui kalau dirinya bukanlah anak kandung mamah nya, tapi mungkin itu sudah takdir nya pikir Chika.


" Mah Aira mau jalan keluar sebentar, ketaman!."


ucap Aira sambil melepaskan pelukan nya.


" Ya udah tapi jangan pulang telat ya."


ucap Intan sambil tersenyum, Aira pun mengangguk kan kepalanya, dan mulai berjalan keluar kamar nya, dan memakai sepatu nya. Mamahnya mengikuti dari belakang.


" Aira keluar bentar kok Mah, jadi Mamah nggak perlu khawatir ya."


ucap Aira sambil menutup pintu rumahnya, dan mulai berjalan, dia menatap langit dan menghela nafasnya dan tersenyum sendiri menyemangati dirinya sendiri.


" Aih pernikahan bukan akhir kehidupan gw ini!!, mungkin ini awal yg baik, jadi ambil positifnya saja dan mungkin setelah menikah nanti, gw bisa leluasa untuk mencari keluarga kandung gw."


ucap Aira sambil terus berjalan, Aira terus berjalan sampai tidak terasa dia sudah sampai ke taman, Aira langsung mencari bangku yg dekat dengan pohon dari kejauhan ada seorang anak kecil yg sedang bermain dengan balonnya dan di temani oleh seorang nenek, Aira yg melihat nya hanya tersenyum, dia pun memejamkan matanya, tidak lama kemudian baru beberapa menit Aira merasa tenang, tiba tiba dia mendengar suara tangis anak kecil dekat dengannya, Aira menoleh dan benar saja ternyata anak kecil yg tadi dia lihat, tetapi kenapa dia menangis.


Aira pun mulai berjalan mendekati anak kecil itu dan berjongkok di depannya sambil tersenyum manis.


" Kamu kenapa menangis?, bukankah kamu tadi kamu bersama seorang nenek?."


ucap Aira yg mencoba menenangkan anak kecil itu, tapi bukannya berhenti menangis tapi anak kecil itu malah sebaliknya menangis dengan kencang, Aira menjadi bingung.


" Hey..jika kamu menangis terus kakak akan tinggalkan kamu sendirian disini!!."


ucap Aira pelan, anak kecil itu menatap Aira dan menunjukkan tangannya ke atas pohon, Aira melihat ke atas, di atas sana ada balon yg tersangkut, akhirnya Aira mengerti kenapa anak ini menangis.


" Kenapa kamu nggak bilang dari tadi, kan kakak bisa mengambilkan balonnya untuk kamu lagi!."


ucap Aira lembut sambil menaiki bangku dan mengambil balonnya dan memberikan balon tersebut ke anak kecil itu, anak kecil tersebut tersenyum saat menerima balonnya.


" Makasih kakak cantik!."


ucap Anak kecil sambil tersenyum membuat perasaan Aira menjadi hangat.


" Iya sama sama lain kali mainnya jangan jauh jauh sama keluarga kamu ya."


ucap Aira tersenyum sambil mengelus rambut anak kecil tersebut, dari kejauhan ada seorang nenek yang mendekati mereka berdua, nenek tersebut terlihat panik, tetapi saat melihat anak kecil tersebut langsung terlihat tenang.


" Maafkan cucu saya ya, jika dia merepotkan kamu nak."


ucap Seorang Nenek tersebut sambil tersenyum.


" Nggak kok nek, nggak ngerepotin."


ucap Aira sambil tersenyum manis, nenek tersebut memperhatikan Aira dari bawah sampai atas, dan tersenyum kembali.


" Kamu cantik nak, lain kali semoga kita akan bertemu lagi ya, dan kita pamit pulang duluan ya."


ucap Nenek tersebut sambil menuntun cucunya dan mulai berjalan, Aira pun hanya tersenyum, dan duduk kembali, dari kejauhan ada seorang laki-laki yg dari tadi sudah memperhatikan kegiatan Aira, dari awal sampai akhir.


" Hey Alan, lu ngapain diluar mulu nggak masuk kedalam mobil?."


ucap Aldi tiba tiba membuat Alan menatap Aldi dingin.


" Lu lama makannya gw keluar dari mobil, habisnya sudah lama juga gw nggak pernah mengunjungi taman ini lagi."


ucap Alan yg kemudian masih menatap seorang gadis yg sedang duduk dibawah pohon, Aldi pun mengikuti arah pandang mata Alan dia pun tersenyum karena temannya ternyata sedang memperhatikan seorang gadis, yg sedang duduk tenang.


" Apa lu mau jalan jalan sebentar ketaman?."


" Boleh tapi lu beliin gw minum dulu sana!."


ucap Alan membuat Aldi mendengus kesal, tetapi Aldi tetap pergi untuk. membeli air minum. tanpa Alan sadari dia mulai berjalan mendekati gadis itu


Aira mulai membuka matanya dan melirik jamnya, dan dia berpikir sudah waktunya dia pulang, Aira pun mulai berdiri dan mulai berjalan, Aira merasakan ada yg sedang memperhatikan nya, dia pun menoleh ke kanan dan kiri tetapi tidak ada orang tetapi saat dia melihat kedepannya dia kaget dengan sosok yang ada dihadapannya.


" Kenapa laki laki mesum itu ada disini, ya tuhan semoga saja dia nggak ngenalin gw."


pikir Aira, yg terus saja berjalan dan mereka berdua saling berpapasan, tetapi Aira hanya menunduk kan kepalanya, sedangkan laki laki tersebut malahan sedang memperhatikan Aira


" Kenapa gadis ini tidak terlihat asing, tetapi apakah gw pernah ketemu dengan gadis ini sebelumnya?."


pikir Alan yg menoleh kebelakang saat sosok Aira sudah menjauh, dia mencoba untuk mengingatnya, tetapi dia sama sekali tidak ingat.


Setelah merasa sudah cukup jauh berjalan Aira pun menghela nafas panjang dan mengelus dadanya yang berdetak kencang.


" Mimpi buruk apa gw kemarin malam sampai harus ketemu itu orang lagi, aih... setelah ketemu si otak mesum itu gw selalu kena sial mulu... semoga saja gw nggak bakal ketemu lagi sama itu tuan mesum."


pikirnya, sambil terus berjalan mengambil langkah besar supaya cepat sampai rumah.


🌲🌲🌲🌲


Alan duduk ditempat gadis tadi duduk, dan mencoba mengingat kembali, kapan dia pernah melihat gadis kecil itu, wangi tubuh gadis itu juga mengingatkan dia dengan seseorang tetapi siapa.


Saat Alan sedang berpikir keras, seseorang duduk disampingnya membuat Alan kaget dan menoleh, dan mengelus dadanya.


" Kapan lu datang?."


ucap Alan.


" Baru!."


ucap Aldi sambil memberikan satu minuman kaleng, Alan pun menerima nya.


" Apa lu liat gadis yg tadi berpapasan dengan gw?."


ucap Alan membuat Aldi bingung dan berpikir sejenak


" Bentar maksud lu, gadis tadi yg lu perhatikan dari tadi?."


ucap Aldi sambil membuka air minum nya, Alan pun mengangguk kan kepalanya.


" Emangnya kenapa?."


ucap Aldi sambil meminum air nya.


" Gw seperti nggak asing sama cewek itu, apa kita pernah ketemu sama gadis itu?."


ucap Alan menoleh ke arah Aldi, tetapi Aldi malah tersedak mendengar ucapan sahabatnya, dan menatap Alan sekilas.


" Seingat gw selama gw kerja bareng lu, kita sama sekali nggak pernah ketemu rekan kerja yg berkelamin wanita."


ucap Aldi percaya diri, membuat Alan terdiam sesaat.


.


.


.


.


.


.


.


.


jangan lupa like dan share ☺️