Try Not to Fall In Love

Try Not to Fall In Love
Bab 113



"Aku tak pernah merencanakan untuk mencintaimu, tetapi aku bahagia karena telah melakukannya."


- Christina Aira Agustin-


🌸🌸🌸


Setelah selesai makan mereka berdua langsung pulang ke mansion, di perjalanan menuju mansion, Aira berinisiatif untuk memulai percakapan.


" Alan?."


ucap Aira pelan.


" Iya, kenapa?."


ucap Alan, masih fokus menyetir.


" Aku mau minta tolong!."


ucap Aira terdengar mulai serius.


" Kamu mau minta tolong apa?."


ucap Alan.


" Bisakah kamu bantu aku mencari keluarga asli aku?."


ucap Aira sedikit ragu, Alan menghentikan mobilnya disamping trotoar, kemudian dia menatap Aira.


" Kamu mau ketemu keluarga kandang kamu?."


ucap Alan yg terlihat tidak terkejut sama sekali, dan itu membuat Aira heran, Apakah dia tau kalau gw hanya anak angkat pak Hendra?. pikirnya


" Kamu kenapa diam Aira?."


ucap Alan sambil memegang tangan Aira lembut, gadis itu menatap wajah Alan bingung.


" Aku tebak pasti kamu sedang bingung sekarang, tapi jujur aku tau siapa keluarga kandung kamu!."


ucap Alan santai, matanya membulat sempurna, Aira menatap Alan tidak percaya.


" Bagaimana caranya?."


ucap Aira penuh selidik. Alan menelan ludahnya. dia mencoba untuk tetap tenang.


" Kalau kamu ingin tau bagaimana caranya aku mengetahui semua itu, sekarang lebih baik kita ke rumah keluarga kandung kamu, karena sepertinya kakak mu itu belum ada keberanian untuk ketemu kamu!."


ucap Alan, Aira mengernyitkan keningnya.


" Kakak?, Aku punya seorang Kakak?."


ucap Aira heran.


" Iya, kamu punya kakak, dan kamu sangat mengenalnya sayang, dan kakak mu itu salah satu sahabat aku!."


ucap Alan, kemudian dia mulai melanjutkan mobilnya dan memutar stir mobilnya.


" Siapa kakak aku?."


ucap Aira penasaran


" Aku tidak akan memberi tahu kamu sayang, biarkan ini menjadi kejutan bagi kamu, dan juga kamu jangan marah sama kakak kamu nanti, karena dia selama belasan tahun sudah mencari kamu."


ucap Alan panjang lebar.


" Terus kenapa dia tidak memberi tahu aku, kalau dia kakak ku?."


ucap Aira sedikit kesal, Alan tersenyum kecil.


ucap Alan, Alan tiba-tiba saja menghentikan mobilnya dan mematikan mobilnya.


" Kenapa kamu berhenti, bukankah kita mau ke keluarga aku?."


ucap Aira heran.


" Kita sudah sampai sayang!."


ucap Alan sambil tersenyum lembut kemudian dia mulai keluar dari mobilnya, Aira pun keluar dari mobil, Aira mengedarkan pandangannya. dia baru sadar kalau dia berada dihalaman sebuah mansion yg mewah. Aira masih dibuat tercengang dengan pemandangan dihadapannya.


" Kenapa kamu masih diam berdiri disitu sayang?, Apakah kamu berubah pikiran hmm?."


ucap Alan lembut sambil menatap Aira penuh kasih sayang, Aira menggelengkan kepalanya.


" Mansion ini punya siapa?."


ucap Aira, Alan tersenyum lembut.


" Mansion ini punya Kakak kamu sayang."


ucap Alan lembut, Aira terdiam sejenak, dia masih tidak percaya, Apakah seberat ini untuk mencari keluarga kandungnya?, sampai dirinya harus mengorbankan dirinya sendiri, tetapi sekarang dia merasa bahagia, karena mungkin jika bukan menikah dengan Alan mungkin akan semakin sulit dia mencari keluarga kandungnya,. pikirnya. Aira mau membuka mulutnya, saat tiba tiba saja dia mendengar suara yg sedikit familiar, yg mampu membuat hatinya hangat.


" Alan Kenapa kamu berdiri diluar, kenapa tidak masuk?."


ucap seorang wanita paruh baya, Aira mengangkat kepalanya, kemudian matanya langsung berkontak langsung dengan mata wanita paruh baya yg baru saja memanggil nama suaminya.


" Tante Indah?."


ucap Aira pelan, tanpa terasa air matanya mulai meleleh.


" Kamu kenal dengan Tante Indah sayang?."


ucap Alan pelan, dia terkejut saat melihatnya menangis.


" Aku....kenal!,..Aku kenal Tante Indah."


ucap Aira pelan sambil menahan tangisnya.


" Dia adalah Mamah kamu!.'


ucap Alan pelan, Aira tidak bisa menghentikan tangisnya kali ini, setelah tau siapa wanita paruh baya yg dia tolong tadi pagi, jika saja dia tidak menolongnya, dia mungkin tidak akan pernah bertemu dengan wanita yang pernah melahirkan dirinya.


Aira mulai berjalan menuju tempat Indah berdiri, sedangkan wanita paruh baya tersebut, perasaan campur aduk menghinggapi dirinya, sedih senang, haru, dia tidak percaya jika putri kecilnya sekarang sedang berjalan didepannya.


" Ma..Mah!."


ucap Aira disela tangisnya.


" Iya..ini Mamah sayang."


ucap Indah sambil tersenyum lembut sambil merentangkan kedua tangannya, Aira langsung berhambur kedalam pelukan hangat yg diberikan mamahnya untuk yg kedua kalinya.


.


.


.


.


.


.


Terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️