
" Cinta adalah titik kebahagiaan yg paling utama bahwa seseorang bersedia menjadi apa adanya."
—Alan Gusti Nugraha—
🌸🌸🌸🌸🌸
Terlihat seorang laki-laki tampan dengan setelan jas hitam rapih dengan tas yg dia pegang, pemandangan yg sempurna. Pikirnya, Aira pun tersadar dari lamunannya, saat laki laki mengecup keningnya lembut, membuat seisi ruangan tersebut langsung sunyi.
Aira langsung menatap laki laki tersebut yg tersenyum kepadanya tanpa dosa.
" Oh tuhan...siapa saja tolong sembunyikan gw!." Pikirnya.
" Pagi semuanya!."
Ucap Alan menyapa semua orang yg ada dimeja makan sambil tersenyum lembut semua orang di buat melongo, menurut mereka melihat Alan tersenyum adalah sebuah keajaiban.
" Sejak kapan kakak punya senyuman menawan seperti itu?."
Ucap Rachel penasaran, karena dia jarang sekali melihat kakaknya tersenyum seperti tadi.
" Sejak satu Minggu kemarin."
Ucap Alan santai sambil duduk disampingnya Aira, Gadis itu dibuat tersipu malu oleh Alan, demi apa apakah laki laki ini benar benar tidak tau tentang cewek?. Pikirnya
" Kamu lagi mikirin apa gadis kecil hmmm."
Ucap Alan lembut, Aira hampir tersedak, tetapi Alan dengan sigap langsung menyodorkan segelas kepada Aira sambil menepuk punggungnya.
" Lebih mendingan?."
Ucap Alan, terlihat dari sorot matanya yg khawatir, Aira melongo untuk yg kesekian kalinya.
" Apakah ini yg namanya cowok batu, yg baru gw katain, apakah ini benar benar Alan Gusti Nugraha laki laki yg terkenal dingin dan kikuk..ya tuhan.."
Pikirnya masih tidak percaya.
Sepertinya tadi pas ke kamar mandi, kepalanya pasti ke bentur sesuatu. Pikirnya
" Kamu itu jangan sering sering ngelamun sayang, nanti ada hantu lewat, berabe loh jadinya."
Ucap Alan pelan, Aira langsung memelototi Alan, tetapi laki laki itu sama sekali tidak menggubrisnya, elena melihat Alan dan Aira seperti Tom and Jerry, tetapi bukankah itu lebih baik, dari pada saling mendiamkan satu sama lain seperti patung berjalan pikirnya.
Setelah selesai makan, Alan mulai menciumi tangan Elena dan Genta, dan mengelus rambut Rachel lembut, Elena tersenyum melihat perubahan Alan, yg terlihat semakin lembut.
" Gadis ini benar benar membawa perubahan untuk Alan. " Pikir Elena, Alan sekarang berhenti didepan Aira, laki laki itu menyodorkan tangannya, Aira menatap tangan Alan sambil mengernyitkan keningnya.
" Tangan lu ngapain digituin?."
Ucap Aira.
" Cium tangan suami kamu sayang."
Ucap Alan lembut, dengan terpaksa Aira mencium tangan Alan, Alan tersenyum puas walaupun Aira terlihat kesal.
" Kamu anterin aku yuk sampai depan!."
Ucap Alan, Aira terlihat ingin menolak, tetapi Alan melihat sorot mata Elena yg berbinar binar, Aira pun tidak tega.
" Ya sudah, ayo 'sayang'."
Ucap Aira menekan kata sayangnya, sambil berjalan disampingnya Alan.
Mereka berdua pun mulai berjalan keluar mansion saat berada di luar Aira langsung memukuli pundak Alan kesal.
" Eh..eh.. ngapain lu mukulin..sakit tau!."
Ucap Alan sambil mengusap pundaknya.
" Rasain... habisnya lu nyebelin banget sih jadi orang."
Ucap Aira sambil cemberut.
" Gw nyebelin?, Apa salah gw coba hmm."
Ucap Alan.
" Kenapa bersikap seperti tadi huh, dan ada apa dengan panggilan sayang huhh?."
" Apakah kamu tidak nyaman?."
Ucap Alan, Aira terdiam.
" Tidak, tapi gw nggak biasa."
Ucap Aira yg masih protes.
" Maka biasakan, karena mulai sekarang mungkin gw bakalan lebih sering manggil lu dengan sebutan sayang."
Ucap Alan.
" Aihh..lu itu nyebelin ya jadi orang huh."
Ucap Aira kesal, tetapi dia memang sama sekali tidak terganggu saat Alan memanggilnya seperti itu, atau mungkin itu karena perasaannya yg dia miliki untuk Alan pikirnya, Aira berpikir keras.
" Jangan sering sering mengernyitkan dahi seperti itu Aira, nanti cepet tua loh!."
Ucap Alan bercanda.
" Aih.. nyebelin lu jadi orang, Udah Sono cepetan berangkat, bosen gw liat muka lu."
Ucap Aira sambil mendorong tubuh Alan menjauh darinya, Alan terkekeh kecil.
" Tapi aku kelupaan sesuatu."
Ucap Alan sambil mendekati Aira.
" Apa?."
Ucap Aira tidak sabar.
" Ini!."
Ucap Alan.
Cup..satu kecupan manis mendarat di keningnya Aira, wajah Aira tiba tiba saja memerah.
" Hahahaha.. ternyata wajah kamu bisa berubah seperti tomat Aira."
Ucap Alan.
" Aih diem..lu itu nyebelin ya..pake banget."
Ucap Aira kesal, kemudian dia mulai membalikkan tubuhnya saat Aira ingin berjalan, Alan menarik tangan Aira membuat gadis itu jatuh kedalam dekapan hangat Alan, Aira bisa mendengar detak jantung Alan yg kencang, Aira pun tau jika bukan hanya dirinya saja lah yg sport jantung. Aira kemudian membalas pelukan tersebut.
" Hati hati dijalan."
Ucap Aira sambil melepaskan pelukan tersebut.
" Siap bos!."
Ucap Alan sambil memberi hormat.
" Dan juga jangan lupa awas tuh mata... jangan liat kemana mana."
Ucap Aira mengingatkan, Aira terdengar posesif, Alan tersenyum.
" Siap sayang.."
Ucap Alan sambil masuk kedalam mobilnya.
.
.
.
.
.
.
Terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️