
Tanpa terasa sudah bel istirahat. menurut Aira hari ini benar benar panjang, menunggu bel untuk istirahat benar benar lama sekali, karena hari ini Aira memperhatikan guru nya dari awal sampai bel berbunyi, padahal biasanya dia selalu tidur dikelas.
" Nggak biasanya lu nggak tidur Ra?."
ucap ChaCha.
" Lagi pengen denger guru ngomong, besok mah kita udah nggak ke sekolah lagi!."
ucap Aira beralasan.
" Oh gitu.. pantesan aja lu nggak tidur, terus nanti selama dua Minggu lu ada kegiatan nggak?."
ucap ChaCha.
" Banyak banget rencana gw sampai hari kelulusan."
ucap Aira yg sebenarnya dia pun tidak tau akan mengisi aktivitas apa selama dua Minggu ini?, sebelum dia menikah pikirnya.
" Wah..gw boleh nggak ngikutin aktivitas lu..pas lagi ada jadwal buat foto."
ucap Violeta.
" Boleh nanti gw kabarin!."
ucap Aira.
" Woy gw lapar nih...kita bicarakan lagi nanti dikantin aja!."
ucap ChaCha.
" Aih..lu mikir nya makan mulu..tapi badan lu tetep kurus aja..iri gw!."
ucap Violeta.
" Sudah tidak usah di perpanjang.. sekarang kita kekantin aja gimana?."
ucap Aira. sambil merapikan barang barang nya, karena setelah ini mereka semua sudah bisa pulang.
Mereka bertiga pun berjalan menuju kantin dan memesan makanan dan mulai makan.
" Ra..Vio.habis ini kan kita kan nggak ada aktivitas lain mau main nggak?."
ucap ChaCha.
" Mau main kemana?."
ucap Aira yg sama sekali tidak memiliki aktivitas setelah pulang.
" Ke taman aja gimana?."
ucap Violeta mengusulkan.
" Mau ngapain ketaman?, mau bengong gitu.. mendingan kita ke tempat rekreasi gimana mau nggak?."
ucap ChaCha.
" Gw mah ikut aja..lagian hari ini gw nggak punya jadwal apapun."
ucap Aira sambil memasukkan makanan kedalam mulutnya.
" Lu gimana Vio?."
ucap ChaCha.
" Gw mah ikut aja deh, lagian lu berdua juga nggak bakalan mau diajak ketaman."
ucap Violeta sambil cemberut.
" Duh duh itu bibir.. Jangan cemberut dong..nanti kalau kita udah selesai main..kita pergi ke taman deh gimana?."
ucap ChaCha.
" Beneran?"
ucap Violeta berbinar-binar.
" Iyah beneran..terus lu mau ikut pergi ketaman juga nggak Ra?."
ucap ChaCha.
" Gw mah ikut aja deh.. asalkan jangan ketempat 'club' aja.."
ucap Aira yg teringat kembali. semoga saja gw nggak bakal ketemu laki laki mesum gila itu. pikirnya.
" Hehehe iya tenang aja, tapi nanti kalau kita lulus, kita bakal sering main kesana ya."
ucap ChaCha sambil bercanda.
" Terserah lu aja.. tetapi menurut gw.. lebih baik kita nikmatin aja yg sekarang.. jangan pikirin jauh jauh hari.. takut nanti nya nggak jadi."
ucap Aira mengingatkan.. karena dia tidak yakin kalau dia bisa sebebas saat sendiri.
" Iya iya..lu mah sering banget pikirannya kaya orang kolot aja."
ucap Violeta.
" Tetapi gw bicara seadanya bro..dah lah gw udah selesai makannya..gw tunggu digerbang sekolah."
ucap Aira yg mulai berdiri dan berjalan meninggalkan kedua sahabatnya yang belum menjawab ucapan Aira.
" Aih itu anak kenapa.. kayaknya lagi sensi banget?."
ucap Violeta.
" Mungkin lagi dapet kali, dah lah cepetan makannya sebelum itu anak ngambek nanti berubah kayak singa kan berabe."
ucap ChaCha.
mereka berdua melanjutkan makannya secepatnya.
Sedangkan Aira sedang berjalan menuju gerbang sekolah, dia tidak bisa bohong kalau dia masih memikirkan Tentang perjodohan tersebut.. tetapi dia nggak bisa untuk menolak permintaan Papahnya. pikirnya.
Aira menghela nafas panjang, saat dia berada digerbang sekolah dia kaget bukan main, karena disana dia melihat Rizal yg sedang melambaikan tangan kepada Aira sambil tersenyum lembut, membuat Aira merasa hangat dan ingin memeluk Rizal, padahal biasanya di masih baru kenal beberapa hari dengannya.
" Lu ngapain digerbang sekolah?, emangnya lu nggak kerja?, apa jangan jangan lu di pecat gara gara terlambat masuk kantor."
ucap Aira panjang lebar, sedangkan Rizal yg mendengarnya hanya tersenyum.
" Nggak akan ada orang yang bisa mecat gw, lagian walaupun gw nggak kerja uang itu selalu ngalir kok."
ucap Rizal terus terang.
" Lu kalau bercanda jangan kelewatan bro...lagian juga ngapain lu digerbang sekolah?, nungguin gw yah, kan nggak mungkin."
ucap Aira sambil tersenyum.
" Bener kok gw disini lagi nungguin lu..buat nganterin lu pulang."
" Gw nggak langsung pulang."
ucap Aira.
" Emangnya lu mau kemana?."
ucap Rizal heran.
" Mau main sama temen temen gw bro, lu mau ikut nggak?."
ucap Aira.
" Kalau nggak ganggu jalan jalan lu mah.. boleh aja gw ikut."
ucap Rizal dengan senang hati.
" Oh ok gw tanya temen temen gw dulu"
ucap Aira sambil membalikkan badannya, yg kemudian dia melihat kedua sahabatnya yang sedang berjalan mendekati dirinya.
" Ah..... itu mereka datang!!."
ucap Aira sambil menunjuk kearah kedua sahabatnya.
" Woy sini cepetan!!."
ucap Aira.yg kemudian mereka berdua berlari mendekati Aira.mereka berdua masih belum sadar dengan keberadaan Rizal.
" Lu berdua makannya lama banget sih...oh iya gw mau ngajak satu orang lagi main boleh nggak?."
ucap Aira.
" Emangnya siapa yang mau ikut Ra?."
ucap Violeta.
" Nih orangnya!."
ucap Aira sambil menunjuk kearah Rizal yg sedang tersenyum manis kepada mereka bertiga.
" Wah ganteng banget Ra, siapa dia kenalin dong."
ucap Violeta merangkul lengan Aira sedangkan ChaCha hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah salah satu temannya, walaupun dia tidak memungkiri kalau laki laki yg ada dihadapannya saat ini benar tampan dan tajir pastinya. pikirnya.
" Bro lebih baik lu kenalin diri lu ketemen gw ini, sebelum dia bersikap seperti ulat bulu deh."
ucap Aira sambil melepaskan tangan Violeta, Rizal pun hanya tersenyum melihat pemandangan tersebut.
" Halo perkenalkan nama saya Rizal kamu bisa manggil saya dengan sebutan kak Rizal."
ucap Rizal menyodorkan tangannya.
" Aku Violeta kak, seneng bisa berkenalan dengan kakak."
ucap Violeta sambil berjabat tangan, tapi tangannya tidak mau melepaskan tangan Rizal, Aira pun yg melihat nya hanya bisa geleng-geleng.
" Aih ini anak..lepasin Napa...tangan lu."
ucap Aira gemas.
" Hehhe sorry soalnya tangan kak Rizal lembut banget sih.. jadinya nyaman deh buat salamannya.".
ucap Violeta tersipu malu.
" Iyah nggak apa apa kakak maklumi kok."
ucap Rizal sambil tersenyum, kemudian dia menatap ChaCha sambil tersenyum.
" Halo perkenalkan nama saya Rizal, kamu bisa manggil saya dengan sebutan kak Rizal"
ucap Rizal sambil menyodorkan tangannya. ChaCha menatap tangannya Rizal, kemudian mengangkat kepalanya sambil tersenyum.
" Nama saya ChaCha, salam kenal kak."
ucap ChaCha sambil menjabat tangannya.
Rizal masih memperhatikan ChaCha lekat lekat, seperti pernah melihatnya tapi dimana pikirnya?
" Nah sekarang sudah pada tahu kan nama masing masing, sekarang kita langsung pergi aja gimana?."
ucap Aira memecahkan keheningan.
" Boleh Ra!."
ucap Chacha.
" Kalian bawa mobil nggak?."
ucap Rizal.
" Aku bawa kak!."
ucap Violeta
" Jamu taro aja mobil kamu disekolah, kita pergi nya naik mobil kakak aja gimana."
ucap Rizal yg matanya masih menatap sosok ChaCha.
" Boleh kok kak!."
ucap Violeta.
" Ya sudah, kalau kayak gitu kita pergi nya pakai mobil lu aja ya bro."
ucap Aira.
" Ok tenang aja bos..siap..yg penting hari ini kita senang senang."
ucap Rizal yg kemudian mengambil mobilnya yg tidak jauh dari sana.
.
.
.
.
.
.
.
selamat membaca ☺️