
Aira berdiri dengan bingung, namun Aira dengan sengaja tidak mau melihat mereka takut canggung, Aira maju dan meletakkan file itu di mejanya yg akan dia tinggalkan begitu saja, ketika tiba tiba saja.
"Berhenti disana."
ucap Alan datar, Aira menghentikan langkahnya tetapi tidak berbalik, dia berpikir kenapa dia menghentikannya.
" Adelia kamu bisa pergi."
ucap Alan dengan wajah datarnya.
" Tapi Al-."
ucap Adelia
"Sekarang!."
ucap Alan tegas, Adelia menghentakkan kakinya dan keluar dari ruangan tersebut, Tiba tiba saja Aira tersadar jida dia akan berdua saja dengan Alan, jadi diam diam dia berencana untuk mengendap ngendap keluar.
" Apa yg sedang kamu pikirkan?, istri ku!."
ucap Alan dengan wajah datar, sambil berjalan mendekati Aira yg masih membalikkan tubuhnya, dan berdiri di belakang Aira.
Matanya tiba tiba melebar sempurna, saat Aira hampir menyentuh kenop pintu pada waktu yang bersamaan tangannya memegang kenop pintu sebelum dirinya.
" Tuan mesum gila yg satu ini maunya apa sih, ok tenang Ra." pikirnya sambil menghela nafas karena tiba-tiba saja dia menjadi kaku , Aira tidak ingin menghadap ke dia, dan dia juga tidak ingin berbalik, terjebak di antara pintu dan Alan, dan itu membuat perasaan Aira semakin aneh .
Aira mencoba untuk menyelinap menjauh dari sisi yg lain, tetapi semua itu tidak berjalan mulus karena Alan meletakkan tangannya yg lain disamping bahunya di dinding.
"Astaga!, Ini bukan adegan drama emak emak yg biasa di tonton!, Oh tuhan!!,tolong aku!." pikirnya dan sambil menelan ludahnya sendiri.
Aira berusaha untuk tidak bersikap jasa kepada Alan, alasan adalah dia sangat menghormati Elena, dia sama sekali dia tidak ingin membuatnya kesal bagaimanapun caranya.
Tiba tiba saja Aira merasakan nafas Panas di telinganya, dalam sekejap mata, hal itu membuat arus hangat mengalir keseluruh tubuhnya.
" Ini orang udah bosan hidup Sepertinya!." pikirnya sambil mengertakan giginya.
kali ini Aira dibuat menjadi marah, tidak ada orang yg berani mendekatinya, perasan ini sama sekali baru baginya, Tangannya berubah menjadi kepalan, dan Alan sadar, tetapi Alan hanya menyeringai lucu.
"Ngomong ngomong, Apakah kamu sadar bagaimana wajah yg kau buat saat melihatnya bersama ku tadi?, haruskah saya menganggap itu sebagai cemburu?."
ucap Alan yg terdengar seperti main main.
Alan sama sekali tidak serius dengan ucapan nya sendiri, dia hanya ingin melihat Aira kesal, dan jijik.
kata kata yg berhubungan dengan cinta seperti cemburu, posesif dan semuanya selalu memicunya. Aira mulai tidak bisa menahan amarahnya karena dia merasa darah mendidih dinadinya, dia tidak menghiraukan sama sekali fakta bahwa sedekat apa dia saat ini, dia menatap tajam ke matanya.
Alan menatap Aira sambil menyeringai dan melihat kembali ke matanya dengan tajam, tapi tiba tiba matanya berubah menjadi lembut, karena jantungnya tiba tiba saja berdebar sedikit, dia tidak tau kenapa.
Sekarang ini Alan menatap tajam kedalam sepasang mata di depannya, seperti sedang berusaha untuk masuk jauh kedalam jiwanya gadis tersebut.
Aira menyadarinya bahwa Alan agak lengah, dia tidak ingin kehilangan kesempatan tersebut, jadi dia mencoba untuk menjauh darinya, untung atau malang, dia lagi lagi terjebak, dan kali ini lebih parah lagi Alan mendekat.
Seberapa dekat kah mereka?, hidung mereka hanya berjarak beberapa inci.
Matanya tidak pernah lepas dari matanya, entah dari mana keberanian Aira tiba tiba dia mencengkram gagang pintu dengan tangan Alan yg masih ada di kenop pintu dan tanpa ragu memutarnya dan pintu terbuka.
Aira menyeringai sambil menggosok telapak tangannya yg menyentuh Tangan Alan, tapi segera senyuman tersebut menghilang, saat dia tersandung dikusen pintu dan hampir terjatuh ke tanah, tetapi Aira menyeimbangkan dirinya.
Sulit untuk tidak tertawa, tapi Alan menahan ekspresinya.
" Errrrhhhhh."
ucap Aira sambil menggigit bibirnya sendiri.
Aira segera membuka pintu lebar-lebar dan meninggalkan tempat itu, Alan tersenyum kecil lalu pergi kemejanya kembali.
" Imut!."
ucap Alan pelan, dan tanpa dia sadari dia tersenyum lepas.
.
.
.
.
terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️
.