
Alan berjalan kemeja makan dengan sengaja meninggalkan Aira, tapi senyuman manis masih terukir jelas diwajahnya Alan.
Aira menggerutu kesal, karena Alan tiba tiba meninggalkan begitu saja, seperti tidak terjadi apa-apa.
" Awas aja..gw bales nanti lu!."
ucap Aira pelan, sambil berjalan kemudian dia duduk disamping Alan.
" Kamu mau apa?."
ucap Alan lembut, Aira terdiam sejenak, kemudian ide jahil terlintas dipikiran.
" Aku mau yg itu."
ucap Aira sambil menunjuk ke makanan sebelah Alan, dan saat Alan ingin mengambilnya, Aira tiba tiba mengatakan sesuatu.
" Nggak jadi, Aku mau makanan yang ada didepan kamu."
ucap Aira, tanpa banyak bicara. Alan ingin mengambilnya, tapi sekali lagi Aira mengucapkan sesuatu yang membuat Alan menghentikan aktivitasnya sebagai suami yg baik.
" Nggak jadi deh, biar aku sendiri aja yg ambil."
ucap Aira sambil tersenyum polos, Alan merasa gemas bukan main.
" Ya udah kamu pilih sendiri ya."
ucap Alan, saat alat ingin menyuapkan makanan nya kedalam mulut, Aira tiba-tiba saja memegang tangan Alan.
Alan menatap Aira, sambil tersenyum.
" kenapa sayang?."
ucap Alan lembut.
" Aku mau makanan yang ada disamping kamu!."
ucap Aira sambil tersenyum, Alan pun tersenyum sambil mengambil makanan yang diinginkan oleh Aira.
Beberapa menit kemudian Aira selalu berhasil membuat Alan gagal untuk makan, dengan berbagai alasan, sedangkan orang orang yang ada dimeja makan tersebut dibuat terperangah melihat situasi saat ini, siapa yg tidak terkejut ternyata seorang Alan Gusti Nugroho bisa menjadi seseorang yang penurut dan sabar.
" Aku mau makan makanan yang ada di piring kamu."
ucap Aira tiba tiba sambil tersenyum polos, Alan tanpa banyak bicara langsung menyerahkan piringnya.
" Gw masih bisa ambil yg lain, jadi nggak perlu berdebat, jadi suami yang penurut dan baik adalah misi utama." pikir Alan.
saat Alan ingin mengambil piring lain, Aira memegang tangan Alan, Alan melihat Aira.
" Kenapa sayang?, Apa masih ada sesuatu yang kamu inginkan?."
ucap Alan lembut, Aira menggelengkan kepalanya.
" ya udah, sekarang kamu makan dulu saja."
ucap Alan,
" Aku bakalan makan tapi kamu harus makan, makanan yang ada di piring aku."
" Buset itu makanan, udah nggak ada bentuknya." pikirnya
" Tapi itu terlalu banyak sayang, aku tidak bisa menghabiskan semuanya."
ucap Alan lembut, Aira cemberut.
" Banyak orang yang diluar sana yg nggak bisa makan loh..kalau kamu nggak bisa habisin makanan ini nanti mubajir loh."
ucap Aira lembut, Alan pun tidak bisa berkata-kata lagi.
" Ya udah aku makan."
ucap Alan pasrah, Aira ingin tertawa melihat ekspresi wajah Alan yg sudah pasrah.
" Ini suamiku tercinta."
ucap Aira sambil menyodorkan piring yg penuh dengan tumpukan makanan. Alan mengambil nya, kemudian meletakkannya, untuk beberapa detik Alan memperhatikan makanan yang ada dihadapannya.
" Makan dong sayang makanannya, jangan diliatin doang."
ucap Aira sambil tersenyum manis, Alan menghela nafas, kemudian membalas senyuman Aira.
" Hehehehe... salah sendiri cium gw didepan banyak orang." pikir Aira.
beberapa menit kemudian, Alan sudah terlihat seperti sudah tidak sanggup makan lagi, dan jujur saja Aira terlihat sedikit menyesal karena dia baru tau Alan tidak bisa makan makanan pedas, sedangkan makanan yang dia pilih rata rata pedas.
" Jangan memaksakan diri sendiri."
ucap Aira merasa bersalah, Alan menatap Aira dengan lembut walaupun keringat terlihat jelas di kening nya.
" Kamu yg menyuruh aku untuk menghabiskan semua makanan ini, ini permintaan mu pertama kali kepadaku, walaupun aku tidak bisa menyanggupinya tapi aku akan berusaha menjadi suami yg baik dan lembut untuk kamu."
ucap Alan sambil tersenyum dan mengusap kepala Aira dengan lembut, hati Aira berdetak kencang nggak karuan.
" Sekarang aku minta kamu berhenti makan makanan yang ada di piring kamu."
ucap Aira tegas, tanpa banyak bicara Alan langsung menyingkirkan piring yg ada dihadapannya.
Dari kejauhan seseorang ada yg memperhatikan mereka berdua dan terlihat jelas dari sorotan matanya yang tidak suka.
" kebahagiaan lu akan segera berakhir Aira, kita lihat saja, sesuatu yang menyenangkan akan segera terjadi."
ucap Adelia sambil meminum segelas wine, sambil masih memperhatikan dua sejoli tadi yg semakin terlihat menjengkelkan menurut Adelia.
.
.
.
.
maafkan saya semuanya 🙏🙏