Try Not to Fall In Love

Try Not to Fall In Love
bab 89



" Cinta adalah perasaan yang tidak bisa dijelaskan, ketika kau menanyakan arti cinta, aku hanya bisa menatap matamu dalam dan bergumam dalam hati, inilah cinta."


— Christina Aira Agustin—


🌸🌸🌸


Satu Minggu telah berlalu dengan cepat, dan hubungan mereka berdua semakin membaik dan semakin dekat, Ternyata Alan bukan laki laki yg menyebalkan menurutnya, tidak seperti pertama kali mereka bertemu, pikirnya.


Jujur saja Sebenarnya banyak sekali perbedaannya, Aira masih mencoba untuk memahami tentang suatu hubungan, dan sekarang dia sedikit paham, sekarang dia yakin dengan perasaannya sendiri, tetapi dia masih belum tau perasaan Alan kepadanya itu seperti apa.


"Berjalan dengan orang yg kita sukai itu ternyata tidaklah mudah tidak seperti saat mengeja ABCD!!."pikirnya


" Cepetan dong Woy!!."


ucap Aira berteriak pas ditelinga Alan sambil memegang erat pundaknya Alan, Alan hampir saja kehilangan keseimbangannya, saat mengendong Aira ala piggyback seperti saat ini.


"Bisa tenang nggak sih lu?, dan jangan berteriak di telinga gw seperti tadi!, dan gw mau ngingetin lu, kalau lu itu benar benar berat!!."


ucap Alan.


" Hehehehe, sorry abisnya lu lelet banget sih jalannya, macam siput!."


ucap Aira terkekeh kecil, Alan tersenyum kecil mendengar suara tawa kecil Aira.


" Wajarlah, gw jalan kayak siput, orang gw lagi bawa karung beras yg beratnya lebih dari 50 kg!."


ucap Alan bercanda.


Puk..Aira memukul kepala Alan dengan kesal.


" Enak aja, gw disamain sama karung beras!."


ucap Aira mendengus kesal.


" Tapi kenyataannya lu emang berat kali!."


ucap Alan dia sangat senang menggoda Aira.


" Siall..turunin gw sekarang!."


ucap Aira.


" Ok dengan senang hati!."


ucap Alan berhenti berjalan, tetapi Aira malahan semakin erat melingkarkan tangannya dileher Alan.


" Katanya pengen turun!."


ucap Alan.


" Nggak jadi, malas kalau kaki gw harus nyentuh pasir pantainya!."


ucap Aira beralasan, Alan tersenyum kecil mendengar alasan Aira, yg menurutnya tidak masuk akal.


" Iya iya iya...terserah lu aja dah!."


ucap Alan kemudian dia mulai melanjutkan langkahnya menuju villa.


Selama perjalanan menuju villa mereka selalu mengobrol dengan Santai dan terkadang tertawa, tidak berapa lama kemudian, mereka berdua sudah sampai ke dalam villa, tetapi Aira terlihat nyaman berada di punggung Alan, membuat laki laki itu tersenyum manis.


ucap Alan, Aira pun tersadar, dengan cepat dia langsung melepaskan kedua tangannya yang tadi masih melingkar di leher Alan, kemudian turun.


" Thanks!."


ucap Aira sambil menundukkan kepalanya, karena dia merasa malu.


" Ya elahhh...sejak kapan lu ngomong thanks sama gw huh?."


ucap Alan godanya.


" Tinggal bilang sama sama aja apa susahnya sih!."


ucap Aira bergumam pelan, seperti berbisik, Alan tersenyum mendengar ucapannya, Tetapi Sepertinya Alan sangat menyukai ekspresi wajah Aira yg sedang malu malu tersebut.


" Kalau ngomong itu jangan kaya kumur kumur, nggak kedengaran tau, dan juga kalau lagi ngomong dengan seseorang, lebih baik tatap matanya, jangan nunduk aja kayak pancuran air."


ucap Alan, mendengar perkataan Alan, membuat Aira jadi mati kikuk.


" Sejak kapan ini anak bisa ngomong begini sih..aihh!." pikirnya.


" Ya elahhh...malah bengong, kesambet setan baru tau rasa loh!!."


ucap Alan, Aira langsung mengangkat kepalanya, dan langsung menatap manik mata Alan yg berwarna coklat tua.


Aira merasa jika dirinya seperti sedang tenggelam kedalam lautan yg dalam saat melihat manik matanya, untuk beberapa saat mereka bertatap mata. dan ketika tersadar, mereka berdua saling mengalihkan pandangannya ke arah lain, dan tiba tiba saja suasana menjadi hening dan canggung.


" Aih..!!, suasananya jadi canggungkan!." pikirnya, tanpa Aira ketahui gadis itu mulai memasang ekspresi khawatir, dan Alan hanya tersenyum melihat pemandangan tersebut.


" Mau makan nggak?."


ucap Alan tiba tiba.


" Tapi gw males masak."


ucap Aira.


" Tenang aja, gw yg bakalan masak makanan kali ini, dan lu tinggal duduk manis aja."


ucap Alan sambil menarik tangan Aira menuju dapur, Aira memperhatikan tangannya yang sedang digenggam oleh Alan, senyuman manis terukir diwajahnya.


" Bisa gila gw lama lama kayak gini!." pikirnya


.


.


.


.


.


.


Terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️