Try Not to Fall In Love

Try Not to Fall In Love
bab 13



Alan menatap Mamahnya dengan penuh tanda tanya, Mamahnya hanya tersenyum melihat ekspresi wajah anaknya, karena terlihat jelas kalau anaknya bingung.


" Mamah tau, kalau gadis ini masih SMA!."


ucap Elena tersenyum lembut kepada putranya, membuat Alan terdiam menatap kearah Mamahnya sesaat seakan akan terjawab sudah pertanyaan dari tadi.


" Tenang dua Minggu lagi dia akan lulus, dan pada waktu itu kamu akan menikahi gadis tersebut, tanpa ada penolakan!."


ucap Elena


" Mah yang benar saja.. tolonglah jangan seperti ini..aku bukan anak kecil lagi, aku bisa cari wanita sendiri!."


ucap Alan merengek. Elena yg mendengar ucapan Alan memberikan tatapan tajam kepada Alan, membuat Alan menghela nafas pasrah.


" Ya udah kalau seperti itu Mamah beri kamu waktu, bawa wanita yang kamu sukai besok, maka Mamah akan membatalkan rencana pernikahan kamu!."


ucap Elena tersenyum lembut.


" Mah yang benar aja, masa besok Mamah tau aku nggak pernah dekat dengan gadis manapun, bagaimana ceritanya besok aku harus membawa wanita yg aku sukai?."


ucap Alan yg mencoba membuat Mamahnya untuk mengerti, sedangkan Mamahnya hanya tersenyum melihat anaknya.


" Kalau seperti itu, maka kamu tidak mempunyai alasan apapun untuk menolak perjodohan ini!."


ucap Elena yg mulai berdiri.


" Mah tolonglah!, ini bukan jaman Siti Nurbaya loh..maen jodohin aja..kan aku yg nikah bukan Mamah!."


ucap Alan yg masih mencoba untuk menolak perjodohan tersebut.


" Mamah masih tetap dengan keputusan Mamah.. Mamah mau kamu membawa wanita yang kamu sukai besok, atau kamu Mamah jodohkan..itu terserah, pilihan ada kamu."


ucap Elena.yg kemudian berjalan menuju kamarnya, sedangkan Alan menghela nafas berat dan mengacak ngacak rambutnya.


" Bisa gila gw!!."


ucap Alan.


🌲🌲🌲🌲🌲


Aira sudah kembali kerumahnya, dan langsung masuk kedalam kamarnya, dia sama sekali tidak ingin keluar dari kamarnya karena Papahnya berada diruang tengah, dia tidak ingin Papahnya membahas tentang pernikahan, karena itu akan membuat dirinya semakin murung.


" Setidaknya mungkin ini adalah jalan yang terbaik!."


ucap Aira. yg kemudian tanpa dia sadari dia sudah tertidur pulas.


keesokan harinya, Aira terbangun sangat pagi karena dia ingin menghindari bertatap muka dengan Papahnya, atau mood nya akan jelek.


Aira Hanya minum air putih dan langsung memakai sepatu, saat dia membuka pintu untuk keluar, Aira kaget bukan main karena ada seseorang yang sedang menunggu nya didepan.


" Selamat pagi..maaf ganggu waktu lu pagi pagi, habisnya gw telpon lu nggak jawab, jadi gw berinisiatif untuk datang kerumah lu."


ucap Laki laki tersebut sambil tersenyum manis, sedangkan Aira yg mendengarnya hanya tersenyum.


" Sorry bro.. kemaren hp gw nggak kebawa saat jalan jalan, makannya gw nggak tau kalau lu nelpon."


ucap Aira kepada laki laki tersebut yg tidak lain adalah Rizal.


" Oh gitu..terus kenapa lu pagi pagi keluar.. bukannya masih lama lu masuk sekolah nya?."


ucap Rizal.


" Sekalian jalan jalan pagi.. makannya gw keluar lebih awal..dan juga kenapa lu bisa ada didepan pintu rumah gw?."


ucap Aira.


" Oh itu tadi kebetulan aja gw lewat..jadi sekalian aja mau mampir..tapi Kalau lu mau keluar untuk jalan pagi..maka gw pun mau ikut jalan pagi."


ucap Rizal.


" Ya udah terserah lu aja.. lagian gw nggak bisa masuk rumah lagi kalau udah ada diluar!."


ucap Aira yg tiba tiba saja teringat dengan kejadian kemarin. Rizal yg sedang memperhatikan Aira pun menyadari ada yg janggal, tetapi dia tidak mau bertanya, karena menurutnya dia perlu memastikan sesuatu terlebih dahulu, dan jika benar maka dia akan mengambil langkah, pikir Rizal.


" Udah lah.. anggap aja gw tadi nggak ngomong apa-apa..lagian lu juga bengong kayak gitu.."


ucap Aira yg kemudian mulai berjalan terlebih dahulu, membuat Rizal berjalan dibelakang nya, yg masih memikirkan Tentang ucapan Aira barusan.


" Woy tungguin gw!!."


ucap Rizal yg kemudian langkahnya mulai sejajar dengan Aira.


ucap Rizal yg tiba-tiba saja menarik tangan Aira menuju sebuah cafe. tetapi sebelum itu terjadi Aira langsung melepaskan tangan ny, membuat Rizal menatap Aira heran


" Nggak perlu gw masih kenyang...lagian gw juga nggak nyaman makan ditempat mahal.. bukan level gw!."


ucap Aira yg kemudian berjalan kembali menuju sekolahnya.


" Aih.. tungguin gw!!."


ucap Rizal yg kemudian berlari kembali, saat mereka berada di gerbang sekolahnya Aira, Aira menatap kearah Rizal Bingung, kenapa dia masih berada disini? pikirnya.


" Kenapa lu masih berdiri disini, emangnya lu juga sekolah disini?."


ucap Aira yg memperhatikan wajah rizal.


"Nggak tapi gw pengen tau aja sekolah lu.."


ucap Rizal asal.


" Aih terserah lu aja... lebih baik sekarang lu pulang sebelum orang lain ada yg liat lu."


ucap Aira sambil mendorong tubuh Rizal.


" Lah emangnya kenapa, bilang aja gw itu temen lu apa susahnya?."


ucap Rizal santai.


" Enaknya lu ngomong nggak mikir lagi..apa lu mau bikin orang lain ngefans sama lu?."


ucap Aira.


" Ngefans gimana?, gw bukan artis.. lagian lu nggak perlu memperdulikan orang lain, selama lu nggak berbuat hal yang aneh."


ucap Rizal sambil mengelus rambut Aira lembut, Aira hanya terdiam karena diperlakukan seperti itu, ada perasaan hangat saat Rizal mengelus rambut nya.


" Lu nggak punya kaca ya dirumah..apa gw perlu beliin satu?."


ucap Aira yg mencoba menyingkirkan perasaannya. Rizal mengernyitkan dahinya karena tidak mengerti maksud perkataan Aira barusan.


" Hmm.. maksud gw lu itu ganteng bro...kalau nanti ada murid lain yang liat lu..maka habislah gw bakal ditanya mulu tentang lu.. padahal gw sendiri aja nggak terlalu kenal sama lu!."


ucap Aira menjelaskan maksudnya tadi.


" Ohh gitu...tapi kan lu nggak perlu menjawab pertanyaan dari orang lain, jika lu males untuk menjawabnya!."


ucap Rizal simpel.


" Aih..masa Bodo lah..gw masuk duluan..lagian gw yakin lu juga masih ada urusan lain!. "


ucap Aira yg kemudian membalikkan badannya.


" eh bentar gw kan belum selesai ngomong nya!."


ucap Rizal Sambil berteriak karena Aira sudah masuk kedalam sekolah.


" Tapi gw udah selesai ngomong, jadi kalau lu mau ngomong lagi lewat hp aja bro.. bye!!."


ucap Aira sambil berteriak yg kemudian langsung lari kedalam kelas, sedangkan Rizal hanya tersenyum.


" Dia benar benar seperti anak remaja lainnya jika bertingkah seperti itu!."


ucap Rizal sambil tersenyum, dia sebenarnya sengaja pagi ini pergi kerumahnya Aira, karena hanya ingin melihat nya sebelum pergi.


" Ah setidaknya gw bisa sedikit tenang."


ucap Rizal sambil tersenyum kecil, tidak lama kemudian ada sebuah mobil yang berhenti didepannya, Rizal langsung masuk kedalam mobil tersebut.


.


.


.


.


.


.


terimakasih karena sudah mau mampir ☺️