Try Not to Fall In Love

Try Not to Fall In Love
Bab 119



"The path you walk stretches far and wide, by the time I return, snow fall in sight."


- Christina Aira Agustin -


🌸🌸🌸


Aira beberapa mengecek penampilan nya didepan cermin yang memantulkan dirinya yg sedang terlihat berputar putar, dan sesekali dia mengerutkan keningnya, seakan-akan dia sedang memikirkan sesuatu, tidak tau sejak kapan Aira mulai peduli dengan yg namanya fashion.


Alan menyenderkan punggungnya di pintu sambil menyilangkan kedua tangannya sambil tersenyum memperhatikan Aira dari tadi yg tak kunjung selesai, tetapi tidak peduli apapun yang dipakai oleh Aira, pasti Aira akan tetap terlihat cantik. pikirnya.


Alan terkekeh kecil, Aira pun menoleh kebelakang, sambil cemberut.


" Sejak kapan kamu berada di sana?."


ucap Aira kesal.


" Dari tadi!."


ucap Alan santai sambil berjalan menghampiri Aira, gadis itu masih berdiri ditempatnya. dan sekarang Alan berhenti pas dihadapannya sambil tersenyum manis, Laki laki tampan ini adalah suaminya. pikirnya.


" Kalau seperti itu, menurut mu bagaimana?, Apakah aku cocok memakai gaun ini?."


ucap Aira sambil berputar putar.


" Cocok, tapi kamu nyaman tidak memakai gaun itu?."


ucap Alan perhatian.


" Jika tidak nyaman, kita bisa cari gaun yg sesuai dengan keinginan kamu!."


ucap Alan lembut, Aira terdiam sejenak, suara Alan terdengar seperti nyanyian ditelinga nya,


" Aku...jujur aku kurang nyaman dengan gaun ini, karena terlalu terbuka."


ucap Aira jujur, Alan pun tersenyum.


" Jika seperti itu, kamu pakailah gaun yg membuat mu nyaman, Aku tidak ingin kalau kamu tidak nyaman, jadi gantilah."


ucap Alan lembut.


" Jika aku ganti lagi, nanti buang buang waktu lagi."


ucap Aira tak enak, Alan tersenyum hangat.


" Aku tidak peduli, berapa banyak waktu yg aku buang demi kenyamanan kamu, jadi gantilah gaun mu itu, ingat jangan tergesa-gesa, jika sudah panggil aku nanti."


ucap Alan sambil membalikkan tubuhnya, tapi Aira langsung menahan tangan Alan membuat laki laki itu menatap Aira lagi.


" Kamu mau kemana?."


ucap Aira.


" Aku mau keluar, tidak mungkin aku disini melihat mu untuk ganti baju, Atau jangan Jangan kamu mau ganti baju didepan aku ya.."


ucap Alan menggodanya, dan wajah Aira langsung memerah.


" Aih... dasar mesumm..dahh sonoo!."


ucap Aira sambil mendorong punggungnya Alan, laki laki itu terkekeh kecil melihat ekspresi lucu wajah Aira.


" Mesum mesum juga..yang penting mah kamu menyukai laki laki mesum ini!."


ucap Alan sambil terkekeh kecil kembali.


" Aih... Alan!!."


ucap Aira sambil melemparkan bantal gemas, dia tau betul jika wajahnya sudah seperti tomat yg matang, dia meraba jantungnya sendiri yg berdetak tidak karuan.


" Aih lebih baik gw cepat cepat ganti gaun lagi!."


ucap Aira, kemudian gadis itu akhirnya menemukan gaun yg membuat nya nyaman dan tidak terlalu terbuka, dan tidak terlalu memperlihatkan lekuk tubuhnya.


" Ah..ini lebih baik!."


ucap Aira sambil tersenyum puas, dia kemudian mulai berjalan keluar dari kamarnya. saat Aira sedang menutup pintunya, seseorang tiba tiba saja mengambil ikat rambutnya, dan akhirnya rambut Aira terurai lurus kembali.


ucap Aira


" Kamu lebih cantik jika rambut mu di urai seperti ini sayang."


ucap Alan sambil mengelus kepala Aira.


" Ya udah terserah kamu aja."


ucap Aira tidak mau berdebat, Alan tersenyum.


" Ayo kita berangkat."


ucap Alan sambil menyodorkan telapak tangannya, tetapi Aira sama sekali tidak peka, dia hanya membiarkan tangan Alan mengambang di udara.


" Maksud aku, pegang tangan aku Aira."


ucap Alan sambil tersenyum.


" Oh jadi..tangan kamu ini minta dipegang, kenapa nggak ngomong dari tadi."


ucap Aira sambil menggenggam tangan Alan, Mereka berdua pun turun, Mamahnya dan kakaknya, terlihat sedang menunggu seseorang.


" Maaf lama ."


ucap Aira tidak enak, karena dia baru tau jika ada orang lain yg sedang menunggu dirinya selain Alan.


Indah tersenyum manis mendengar ucapan Aira, wanita paruh baya itu terlihat sangat anggun dan cantik, Aira baru menyadari jika wajahnya sangat mirip dengan mamahnya. pikirnya


" Kamu sangat cantik sore ini sayang."


ucap Indah lembut.


" Tapi masih cantikan mamah."


ucap Aira mereka berdua saling memuji satu sama lain.


" Mah.. ngobrolnya nanti aja gimana?."


ucap Rizal.


" Emangnya kenapa?."


ucap Indah bertanya.


" Hmmm..mamah hari ini mau ketemu calon mantu kan?."


ucap Rizal.


" Tentu saja!."


ucap indah antusias.


" Jika seperti itu, lebih baik kita sekarang berangkat saja."


ucap Rizal.


" baik."


ucap indah sambil mengacungkan jempolnya, dan Aira mengacungkan jempolnya untuk kakaknya, Rizal pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


Mereka pun berangkat menuju tempat party di adakan.


.


.


.


.


.


terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️