Try Not to Fall In Love

Try Not to Fall In Love
Bab 92



" Terkadang cinta berarti rela melepaskan saat kau ingin mendekapnya lebih erat."


—Alan Gusti Nugraha—


🌸🌸🌸


Setelah selesai makan, tiba tiba saja suasana menjadi hening, dan Aira Sepertinya sudah terbiasa dengan Alan yg setiap hari menggodanya disetiap kesempatan, tetapi setelah membicarakan tentang kepulangan mereka, Tiba tiba Sifa Alan berubah atau lebih tepatnya kembali kepada sifat pertama kali mereka bertemu, apa mungkin itu hanya pikirannya saja. Pikirnya.


Aira terlihat mengekor dibelakang Alan, Aira pun teringat, biasanya Alan lah yg selalu mengekor dibelakangnya, tetapi situasinya kali ini terbalik.


Ehemmm.. dengan sengaja Aira berdeham, dia ingin mendapatkan perhatian khusus dari Alan, seperti yg biasa Alan lakukan selama satu Minggu ini tanpa lelah pikirnya.


Alan menghentikan langkahnya, kemudian dia membalikkan tubuhnya dan berhadapan dengan Aira secara langsung, Alan menatap tajam Aira, gadis itu terlihat sedang menelan ludahnya sendiri.


" Tatapan matanya begitu mengintimidasi!." Pikirnya


" Kalau lu sakit tenggorokan, pergi sana kedapur, terus minum air putih yang banyak, karena gw nggak mau lu pulang dengan keadaan sakit!."


Ucap Alan dingin, Aira tidak menyukai reaksi Alan untuk pertama kalinya, padahal beberapa hari yang lalu Gadis itu berharap kalau laki laki yg ada dihadapannya ini bersikap dingin kepadanya.


" Gw lagi nggak sakit tenggorokan..hanya saja..gw.."


Ucap Aira menggantung, Alan memiringkan kepalanya sedikit.


" Kalau bukan sakit tenggorokan, terus alasan mu itu apa Aira? Hmm."


Ucap Alan yg suaranya mulai melembut kembali, dan Aira tersenyum kecil.


" Nggak hanya saja, kalau boleh jujur, selama satu Minggu ini gw sudah terbiasa dengan lu yg lembut dan sisi baik lu yg seperti saat ini, dan itu membuat gw nyaman, tetapi gw nggak mau maksa lu kok, kalau lu mau kembali ke sifat dan ke pribadian lu yg dulu it's okay, gw fine fine saja, hanya saja mungkin gw perlu menyesuaikan diri gw kembali nantinya!."


Ucap Aira berkata jujur, karena dia bukan tipikal Gadis yg bisa menyembunyikan perasaan hatinya, apalagi dengan laki laki yg bernama Alan Gusti Nugraha, laki laki yg telah membuat jantungnya berdegup kencang.


Untuk beberapa menit Alan terlihat diam mematung, tetapi sedetik kemudian setelah itu dia tersenyum manis kepada Aira, sambil mengelus rambut gadis itu dengan lembut dan menatap Aira dengan penuh perhatian.


" Gw bukan orang yang bisa bersikap lembut ataupun berperilaku baik kepada orang lain, tetapi gw akan berusaha tetap baik dan lembut kepada lu, supaya lu tetap nyaman dengan gw."


Ucap Alan sambil tersenyum.


" Dia benar-benar tidak peka!." Pikir Alan dan Aira bersamaan, mereka berdua saling melemparkan senyum.


" Beres beres yuk!."


Ucap Alan sambil menarik tangan Aira.


" Ayo beres beres!."


Ucap Aira.


Mereka berdua langsung masuk kedalam kamar mereka berdua dan mulai mengepak barang kedalam koper, setelah beberapa menit, akhirnya mereka berdua selesai.


" Sudah selesai!... Lu udah selesai belum kunyit!."


Ucap Aira sambil melirik Alan.


" Dikit lagi!."


Ucap Alan masih memasukkan baju kedalam kopernya.


" Perlu bantuan nggak?."


Ucap Aira menawarkan.


Ucap Alan lembut, Aira menganggukkan kepalanya, 5 menit kemudian.


" Sudah selesai, ternyata melelahkan juga ya..masuk masukin baju kedalam koper itu."


Ucap Alan sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang, Aira terkekeh geli.


" Makannya jangan terlalu manja jadi cowok itu!."


Ucap Aira sambil menepuk pundak Alan bercanda.


" Sepertinya memang benar, tetapi gw bukan cowok manja lohh."


Ucap Alan membela dirinya.


" Iya...iya gw tau...lu mau jalan jalan ke pantai nggak?."


Ucap Alan tiba tiba.


" Buat apa?."


Ucap Aira


" Ya elahh.. pertanyaan lu itu ada nggak sih yg lain gitu!."


Ucap Alan sambil geleng-geleng.


" Tapi bener kan pertanyaan nya..buat apa jalan jalan di pantai!."


Ucap Aira tidak mau kalah.


" Terserah lu aja, lagian walaupun gw punya pendapat lain, lu nggak akan mau dengerin omongan gw ini."


Ucap Alan kesal.


" Lagian cowok itu kaya lagi main teka teki silang, bikin orang yg lain mainnya harus pusing tujuh keliling."


Ucap Aira, Alan tertawa mendengar ucapan Aira.


" Ya ampun Aira!."


Ucap Alan tidak habis pikir.


" Iya, kenapa lu manggil nama gw!."


Ucap Aira bicara dengan santainya.


" Dia benar-benar Gadis yg unik binti azaib..." Pikirnya


.


.


.


.


Terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️