
Bab 73
" Sepertinya kalian terlihat antusias, bukankah seperti itu Elena?."
ucap Genta sambil menyenggol lengannya.
" Eh..iya."
ucap Elena.
" Kalau seperti itu kalian menunggu apalagi hmm?, Bukankah lebih baik kalau kalian sekarang beres beres terlebih dahulu?."
ucap Genta terdengar antusias.
" Maaf om, Aku mau tanya?."
ucap Aira.
" Silahkan nak, kamu mau tanya apa?."
ucap Genta lembut.
" Sepertinya om Genta sangat menyukai Aira, gadis ini benar benar penjilat." pikirnya
" Kita pergi kesana bersama anggota keluarga yg lainnya juga?."
ucap Aira, Genta terkekeh mendengar ucapan Aira.
" Tidak nak, kalian hanya pergi berdua saja, lagian kalian pergi juga dalam rangka honey moon, kalau anggota keluarga yang lainnya juga ikutan, ceritanya bisa berbeda dong nak."
ucap Genta menjelaskannya dengan lembut, Aira menatap Mamah Alan sekilas, terlihat dari sorot matanya jika dia sedang meminta pertolongan. akan Tetapi Alan menghalangi Aira.
" Minggir!."
ucap Aira berbisik, Alan menatap Gadis yg ada disampingnya sambil tersenyum menyeringai.
" Apakah kamu mau minta pertolongan gadis kecil humm?."
ucap Alan sambil berbisik di telinga Aira, gadis itu benar benar ingin sekali melayangkan tinjunya kewajah tampan Alan, Aira mengertakan giginya.
" Gw bakalan bikin lu menyesal dasar gila!."
ucap Aira kesal, sambil berbisik.
" Wah.. jangan bermain bisikan-bisikan seperti itu nak, ingat disini masih ada kami."
ucap Genta, membuat Aira langsung memundurkan tubuhnya, dan wajahnya menjadi merah karena menahan malunya.
" Jangan seperti itu mas, lihat wajah Aira sampai merah karena menahan malu."
ucap Elena sambil menyenggol lengannya.
" Mas hanya mengingatkan saja, jika mereka berdua ingin melakukan sesuatu, lebih baik mereka masuk kedalam kamarnya."
ucap Genta terus terang, Alan hampir tersedak dari minumnya.
" Kamu baik baik saja nak!."
ucap Elena khawatir sambil menatap Alan.
" Aku baik baik saja mah, tapi sepertinya aku dan Aira perlu menyiapkan pakaian yg akan dibawa oleh kami nantinya."
ucap Alan sambil berdiri, tetapi dia melihat jika Aira masih duduk setia disana.
" Kamu masih mau duduk saya disini!."
ucap Alan
" Ah Nggak!."
ucap Aira, dia langsung berdiri.
" Mah, om kita berdua akan menyiapkan pakaian terlebih dahulu, jadi kami ijin."
ucap Alan kemudian berjalan duluan meninggalkan Aira dibelakang.
" Ah..Mamah dan om Genta, maaf ya Aira tinggal dulu."
ucap Aira, bagaimana pun juga dia masih bersikap untuk tetap sopan, karena bagaimanapun juga mereka lebih tua darinya.
ucap Elena sambil tersenyum lembut, Aira pun mulai berjalan meninggalkan mereka berdua.
" Apakah hubungan mereka baik baik saja?, Apakah hubungan mereka berdua akan semakin erat?."
ucap Elena.
" Kita lihat saja nanti, kita tidak tau masa depan itu seperti apa, kita hanya perlu menyiapkan nya saja dari jauh jauh hari."
ucap Genta sambil tersenyum misterius.
" Sepertinya mas sudah mengetahui semuanya."
ucap Elena, Genta hanya tersenyum mendengar ucapan Elena.
" Mas, memang sudah tau dari awal, tapi mas hanya pagi pura pura tidak tau saja, dan juga mas yakin kalau Aira itu mampu menaklukkan keponakan yg keras kepala itu."
ucap Genta sambil tertawa.
" Semoga saja hubungan mereka akan membaik."
ucap Elena.
" Semoga saja."
ucap Genta sambil tersenyum misterius.
" Mas, kenapa terus menerus tersenyum seperti itu, apakah mas mempunyai kejutan yang lain untuk mereka berdua?."
ucap Elana.
" Kalau mas kasih tau sekarang, mas yakin pasti akan bocor terlebih dahulu, jadi kita tunggu mereka berdua berangkat terlebih dahulu, setelah itu mas akan jelaskan kejutan apa yg sedang menunggu mereka di pulau kecil itu."
ucap Genta.
" Tapi kejutan mas tidak terlalu ekstrim kan?."
ucap Elena yg tiba tiba saja dia mengkhawatirkan Aira.
" Tidak kok, hanya saja kejutan yang menunggu mereka berdua itu, mengharuskan mereka untuk tetap kerja sama."
ucap Genta sambil menyeruput secangkir kopi.
" Mas, hubungan mereka berdua tidak sedekat itu, Aku takut-."
ucap Elena terpotong.
" Hush... jangan berisik, yg penting setelah nanti mereka pulang dari bulan madu itu, mas yakin hubungan mereka akan semakin erat."
ucap Genta antusias.
" Kenapa mas bisa begitu yakin?."
ucap Elena.
" Karena aku sendiri yg merancang kejutan untuk mereka berdua."
ucap Genta, mendengar ucapannya membuat Elena hanya bisa menghembuskan nafas pasrah.
" Ya sudah, Aku ikut saja, Tapi mas harus menjamin keselamatan mereka berdua."
ucap Elena.
" Tenang saja!."
ucap Genta sambil tersenyum lebar.
.
.
.
.
.
Terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️