Try Not to Fall In Love

Try Not to Fall In Love
Bab 59



Alan dengan cepat merangkul tubuh lemah Aira kedalam pelukannya, dan membawanya keluar dari lift tersebut.


" Aira, kamu sudah Aman, dan sekarang semuanya akan baik baik saja. sekarang saya ada disisi mu."


ucap Alan, dan tiba tiba saja Aira kejang kejang. pada saat itu juga Alan memeluk Aira semakin erat sambil mengelus rambut dan mengelus punggung Aira setiap saat.


" Tenang, saya disini, saya tidak akan meninggalkan kamu."


ucap Alan sambil memeluk Aira.


" Ambilkan saya Air putih."


ucap Alan kepada manajer Ken. dan wanita tua yg tadi kemudian pergi setelah melihat Aira ditolong oleh seseorang yg baik.


Alan tidak tau sejak kapan dia tersesat dengan aroma gadis tersebut, dia mulai menghapalkan aroma gadis rambut tersebut, sampai manajer Ken membuat dirinya kembali ke akal sehatnya.


Alan membuat Aira supaya bisa minum dan duduk disofa terdekat, dan Aira sedikit demi sedikit mulai sadar kembali, saat itu Alan masih mengelus rambut Aira, ketika.


" Jangan sentuh gw!."


ucap Aira yg masih belum sadar sempurna. sambil berdiri dan mulai berjalan tetapi tersandung, Alan mencoba untuk membantu Aira, tetapi gadis itu tidak membiarkannya, listrik sudah kembali normal saat Aira minum air.


Aira tidak bisa berjalan dengan benar, tetapi dia berusaha untuk keluar dari perusahaan Tersebut, Aira tidak sadar jika Alan sudah menolongnya beberapa kali saat dia tersandung, tetapi gadis itu sama sekali tidak sadar.


Tidak tau bagaimana caranya Alan mampu membuat Aira untuk duduk didalam mobil bersamanya, dan Alan mulai melajukan mobil tersebut ke jalanan.


30 menit kemudian, Alan sudah sampai ke mansion dan membiarkan Aira berjalan sendiri menuju kamar mereka berdua. Elena dan Rachel yg melihat kondisi Aira sangat khawatir.


" Sayang kamu kenapa nak?."


ucap Elena khawatir sambil menyentuh lengan Aira, Aira hanya tersenyum.


" Aku baik baik saja mah, mamah Nggak perlu khawatir."


ucap Aira sambil melepaskan tangan Elena dari lengannya dan mulai berjalan kembali menuju kamarnya bersama Alan, dan saat Aira masuk kedalam kamar tersebut, Aira langsung berjalan kesofa dan mulai tidur di sofa tersebut.


Alan tetap terjaga, dia tidak tau kenapa dia sangat peduli dengan gadis ini, yg sebenarnya dia sama sekali tidak menyukai gadis itu sedikitpun. pikirnya


" Lu sebenarnya Siapa Aira?."


ucap Alan bergumam pelan, Alan mengambil hpnya, kemudian mencari berita tentang suatu masalah yang berkaitan dengan perusahaannya.


" BANGTAN "


Salah satu geng mafia yg terkenal kejam dan mematikan, itu dikatakan sebuah geng yg telah menjatuhkan mafia berbahaya sebelumnya yg sebelumnya ditakuti oleh seluruh mafia di Asia.


BANGTAN, geng mafia yg telah menghancurkan satu perusahaan terbesar di kota XXX, dan menghancurkan dua perusahaan yg besar. dan sekarang perhatian mafia tersebut sedang mengarah ke perusahaan Nugraha.


Pada jam 02:00, seseorang menelpon Alan mengunakan no privat. kemudian Alan mengangkatnya.


" Apakah gw menganggu lu menelpon di jam segini."


ucap Seseorang.


"Apa gw kenal sama lu?."


ucap Alan


" Seharusnya lu udah tau, oke.. sekarang jangan buang buang waktu kita."


ucap seseorang.


" Pegawai lu yg selalu loyal sama lu sekarang sedang berada di tempat pemasokan senjata api, jadi datanglah dengan cepat, Atau."


ucap Seseorang menggantung dan kemudian.


Dor. terdengar suara tembakan.


" Anak buah gw nggak pernah salah dalam menembak."


ucap seseorang.


" Jangan melakukan apapun, Gw bakalan kesana sekarang."


ucap Alan sambil memutuskan telpon tersebut, kemudian mengambil kunci mobilnya, dan pergi kesana sendirian.



.


.


.


.


.


Terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️


# maaf jarang up, soalnya saya mempunyai sebuah kewajiban yang perlu saya taati.# Semoga dimasa pandemi ini kalian semua diberikan kesehatan# hidup gugus depan#