Try Not to Fall In Love

Try Not to Fall In Love
bab 23



Keesokan harinya dikediaman rumah Alan.


" Mamah aku pulang."


ucap seorang gadis sambil berteriak masuk kedalam rumah.


" Ini rumah, bukan hutan Rachel."


ucap Mamahnya sambil memeluk anak bungsunya.


" Heheh sorry Mah aku kangen banget sama Mamah, eh iya denger kabar dari kak Alan katanya dia mau dijodohin?"


ucap Rachel sambil duduk dan elena duduk disamping anaknya yg hanya menganggukkan kepalanya.


" Apa kakak udah setuju?."


ucap Rachel memastikan.


" Dia sepertinya tidak bisa menolak sayang, karena setau Mamah kakak mu itu tidak pernah pacaran atau menjalin hubungan serius dengan seseorang, jadi Mamah punya inisiatif buat ngejodohin dia. mau nggak mau harus mau."


ucap Elena.


" Hmm mah apa nggak terlalu cepat untuk ngejodohin mereka, kakak kan masih muda mah, lagian kakak juga ganteng harta banyak, Sukes pula, pasti suatu hari kakak bakal nyari cewek buat mendampingi hidupnya."


ucap Rachel membujuk Mamahnya untuk tidak melaksanakan perjodohan tersebut.


" Niat Mamah sudah bulan sayang, Mamah ingin cepat menimang cucu, kalau kakak kamu nggak nikah, apa kamu mau menikah saat ini juga?, menggantikan kakak kamu?."


ucap Elena yg membuat anaknya terkejut dengan pernyataan Mamahnya.


" Tentu saja nggak mau mah, kan aku masih muda."


ucap Rachel menjawab dengan cepat.


" Kalau seperti itu kamu tinggal duduk manis aja, liatin proses pernikahan kakak mu itu, toh yg nikah bukan kamu ini tapi kakak kamu."


ucap Elena.


" Wah kak maafkan adik mu ini yg tidak bisa membantu, karena gw nggak mau nikah muda." pikirnya.


" Mah apa mereka berdua sudah saling bertemu, atau apalah gitu?."


ucap Rachel


" Mereka belum pernah ketemu, dan sepertinya mereka akan ketemu saat di altar pernikahan."


ucap Elena sambil tersenyum, sedangkan Rachel yg mendengarnya seakan tidak percaya , mana mungkin pikirnya.


"Kalau mereka nggak ketemu, terus maksud Mamah pertama kali mereka akan ketemu itu saat hari pernikahan begitu?."


ucap Rachel memastikan.


" B sekali sayang, tetapi tenang kakak mu sudah pernah Mamah kasih foto gadis yg akan dinikahkan dengan dirinya."


ucap Elena.


"Apa setelah kakak ngeliat foto itu dia langsung setuju?."


ucap Rachel hati hati.


" Tidak tau, malahan kata dia yg ada dia akan direpotkan oleh istrinya nanti."


ucap Elena yg mengingat ucapan Alan.


" Ngerepotin gimana?."


ucap Rachel penasaran.


" Hmm mungkin alasannya karena gadis yg mamah jodohkan dengan dia baru lulus SMA kali?."


ucap Elena, Rachel yg mendengarnya melongo


" Dia baru lulus SMA mah, wah berarti dia beda satu tahun dong sama Rachel, tapi wajarlah kalau kakak bilang ngerepotin, pastinya dia akan menjadi baby sister istrinya setelah menikah itu."


ucap Rachel


" Kamu salah sayang setau Mamah anak gadis yg mau dinikahi oleh kakak mu itu Gadis yg dewasa periang dan pekerja keras, kalau nggak salah dia bekerja sebagai model di perusahaan xx."


ucap Elena membuat Rachel menganggukkan kepalanya beberapa kali.


" Kalau dia bekerja sebagai model, pastinya dia cantik dong mah."


ucap Rachel


" Betul banget sayang."


ucap Elena.


" Boleh aku lihat fotonya, supaya aku nggak penasaran dengan kakak ipar ku."


ucap Rachel


" Tentu saja boleh sayang."


ucap Elena yg kemudian mengeluarkan hpnya dan mencari foto Aira dan menyodorkannya kepada anaknya, dan langsung diambil langsung oleh Rachel


" Wah... cantik banget mah, kalau kayak gini aku mau punya kakak ipar cantik seperti ini, walaupun kakak Alan Nggak mau maka kita perlu maksa dia biar mau."


ucap Rachel sambil tersenyum.


" Mamah tau pasti kamu akan setuju saat melihat foto gadis ini, karena kamu senang melihat gadis cantik, bukan begitu?, tapi kamu masih normal kan"


ucap Elena, sambil bercanda dikalimat terakhir


" Aku suka cewek cantik mah, tapi tenang aku masih normal kok, aku masih suka cowok ganteng."


ucap Rachel sambil nyengir.


Tidak lama kemudian terdengar suara langkah kaki yg mendekati mereka berdua.


ucap Alan sambil tersenyum dihadapannya Mamahnya.


" Hahah..maaf sayang Mamah terlalu fokus dengan adikmu ini."


ucap Elena sambil mengelus rambut Rachel. Alan menatap adik kesayangannya sambil tersenyum lembut.


" Kenapa kamu nggak minta jemput?."


ucap Alan sambil duduk disamping adiknya.


" Ya elah kak, gw bukan anak kecil lagi kali, lagian gw tau lu pasti masih molor, dan pastinya yg bakalan jemput gw itu kak Aldi bukan lu jadi percuma aja."


ucap Rachel datar membuat Alan yg mendengarnya langsung kesal.


" Wah mah ini anak mulai kurang ajar."


ucap Alan.


" Sudah biarkan dia masih kecil."


ucap Elena menengahinya.


" Oh ayolah kak, lu gitu doang juga udah ngadu ngadu sama Mamah kayak anak bocah, padahal beberapa hari lagi mau punya istri, duh duh duh."


ucap Rachel sambil geleng-geleng. Alan menatap tajam kearah adiknya, yg kemudian hanya bisa nyengir kuda.


" Wah lu mah kak Nggak bisa bercanda, jangan terlalu serius nanti cepet kolot lu, jangan salahin gw ya."


ucap Rachel yg kemudian tertawa.


" RACHEL!!."


ucap Alan


" Iya kak hadir."


ucap Rachel sambil nyengir lebar.


" Kamu itu yah....aih awas, Nggak bakalan kakak kasih uang jajan kamu untuk beberapa bulan nanti nya."


ucap Alan mengancam adiknya.


" Masa Bodo Nggak takut, kan gw masih punya kakak ipar yg cantik yg pastinya akan menyukai gw dari pada lu si curut."


ucap Rachel sambil menjulurkan lidahnya keluar.


Elena yg melihat pertengkaran kedua anaknya itu hanya bisa geleng-geleng sambil tersenyum manis, walaupun mereka berdua sering bertengkar setiap kali bertemu, tetapi dia tau kalau mereka berdua saling menyayangi satu sama lain


" Kamu itu ya kurang ajar ya, mah liat tuh anak , minta dijitak kepalanya kali biar kapok."


ucap Alan manja kepada Mamahnya sedangkan Rachel yg melihat nya hanya geleng-geleng kepala.


" Woy kak...yg anak bungsu itu gw, gw yg seharusnya manja sama Mamah bulan lu, wah ini mah sepertinya yg bakalan jadi baby sister bukan lu kak, tapi istri lu itu, kasian gw sama dia punya suami curut macam lu."


ucap Rachel sambil geleng-geleng kepala.


"Mahhhhh."


ucap Alan sambil merengek.


" Sudah alan, kamu itu udah nggak pantas manja manjaan seperti ini sama Mamah inget umur, benar kata adik mu, yg bakalan jadi baby sister itu istri mu bukan kamu."


ucap Elena sambil geleng-geleng.


" Lah Mamah juga ada dipihak Ade nih, terus siapa yang akan berada di pihak Alan?."


ucap Alan.


" Istri lu lah kak, ya elah lu beloon amat sih kak jadi orang, padahal selama ini orang orang selalu bilang sama gw Kalau lu itu dingin, egois, keras kepala posesif. sepertinya semua itu hanya hoax aja, karena aslinya, liat aja lu masih kayak anak umuran lima tahun jujur aja."


ucap Rachel panjang lebar.


Padahal Alan hanya menunjukkan sikap seperti ini hanya dengan keluarga dan orang yg dia sukai dan sayangi, saja. dan saat keluar dia akan seperti robot dan dingin, dan juga egois, bertolak belakang saat dirumah, tetapi terkadang saat dia banyak pikiran, dia lebih memilih untuk banyak diam.


" Kamu juga sayang jangan terlalu memojokkan kakak mu ini, walau bagaimanapun juga kamu tetap harus menghormati kakak mu."


ucap Elena menegur Rachel


" Rachel pasti hanya bercanda saja mah, dan juga aku berangkat dulu, de kalau kamu mau jalan jalan inget kasih tau kakak."


ucap Alan yg kemudian menyalami tangan mamahnya dan mulai berjalan keluar menuju garasi mobil untuk berangkat.


Diruang tengah.


" Mah aku mau istirahat dulu capek perjalanan sampai sini itu"


ucap Natali sambil berdiri dan berjalan meninggalkan Mamahnya.


" Ok tapi kalau nanti kamu lapar, kamu turun aja ya. minta bibi untuk masak sesuatu untuk kamu."


ucap Elena sambil berteriak sedikit.


" Siap mah."


ucap Rachel yg kemudian berjalan menuju kamarnya.


.


.


.


.


terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️