
Aira berjalan dan berhenti didepan lift, dia marah dan ingin segera keluar dari gedung tersebut, dia masuk kedalam lift, setelah turun hampir dua lantai dan tiba tiba semuanya menjadi hitam.
Apakah dia pingsan? Tidak, Ternyata aliran listriknya putus, sedangkan disisi lain di tempat yang sama, Ternyata seluruh kantor menjadi kacau balau karena generator dan semua cara alternatif tidak ada di perusahaan tersebut, dan hal yg seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya diperusahaan, Alan keluar dari Ruangannya, untuk mengetahui apa yg sebenarnya terjadi saat Alan keluar dari ruangannya manager Ken datang untuk mengkonfirmasikan karena jaringan internasional.
Ada beberapa masalah di jaringan menara nasional Jakarta pusat, sehingga pasokan listrik dari seluruh kota putus. Alan memerintahkan manajer Ken untuk memastikan semua baik baik saja dan lift sudah diperiksa, para pekerja diberitahu untuk tidak khawatir, untuk tetap tenang.
Disisi lain Aira masih didalam lift yg gelap sendirian dan dia merasa tercekik, dia menderita claustrophobic itu adalah fobia yg meliputi ketakutan akan Ruang tertutup, menit demi menit sudah berlalu dan dia mulai kehilangan kesadarannya, tetapi dia tidak menyerah untuk mencoba, dia mengetuk pintu lift dengan sangat keras beberapa kali, dan berteriak agar seseorang mendengarnya, tapi bagian terburuknya adalah karena kesalahpahaman diantara pekerja yg memeriksa lift, dan lift 2 di biarkan tidak diperiksa dan Aira ada disalah satu lift tersebut.
Aira terus menerus menggedor dan berteriak tetapi tidak ada hasil apapun, sepuluh menit sudah tidak ada listrik di seluruh kota, Alan dan manager Cho turun ke lobby menggunakan tangga.
Saat Alan dan manajer Ken mulai menuruni tangga, tiba tiba datang seorang wanita tua pergi ke Manajer Ken dan mulai memberi tahu jika seseorang terjebak Dilift, wanita tua tersebut memimpin jalan mereka menuju lift tersebut, tetapi tidak ada suara yg terdengar.
" Saya dengar dengan jelas, saya mendengar teriakkan seseorang yang minta tolong dari lift sebelah sini!."
ucap Wanita tua tegas, manajer Ken kemudian mengarahkan telinganya ke pintu lift tetapi tidak ada suara sedikitpun.
" Maaf Bu, tetapi pendengaran saya masih jelas dan masih baik baik saja, dan saya sama sekali tidak mendengar teriakkan orang yang minta tolong dari dalam lift ini."
ucap Manajer Ken.
" Bagaimana jika orang tersebut sudah tidak sadar."
Ucap wanita tua tersebut masih tetap dengan pendirian nya sendiri. karena dia mendengar jelas suara teriakan dan ketukan keras di pintu lift tersebut. Manajer Ken hanya menggelengkan kepalanya, kemudian menghela nafas panjang.
" Pak Alan tidak perlu khawatir karena saya yakin tidak ada orang didalam lift tersebut."
ucap manajer Ken mantap. akan tetapi tiba-tiba saja Alan menyuruh manajer Ken untuk minggir, dan dengan tangannya Alan membuka pintu lift tersebut walaupun hanya sedikit.
Lift itu terjebak dilantai ke lantai di tempat Alan berada.
ucap Alan sedikit berteriak, dan tidak butuh waktu lama Alan mendengar sebuah ketukan pelan di pintu lift tersebut.
Dengan cepat Alan berlari kelantai bawahnya dimana lift tersebut macet, sedangkan manajer Ken menelpon tukang lift sambil berlari dibelakang Alan.
Dan saat mereka berdua sampai didepan lift yg macet tersebut, tanpa menyia-nyiakan waktu Alan membuka pintu lift tersebut dan dibantu oleh manajer Ken.
Saat pintu lift terbuka, Alan kaget karena dia melihat Aira didalam lift tersebut dengan kondisi setengah sadar dengan nafas yg tidak beraturan dan dengan mata setengah terbuka.
Tanpa banyak bicara Alan mendekat Aira kemudian menepuk nepuk pipinya beberapa untuk membuat gadis tersebut sadar.
" Jika gw telat 5 menit aja, mungkin saja gw akan menemukan gadis ini dalam keadaan pingsan." pikirnya. Alan tetap menepuk nepuk pipinya Aira dan terkadang mengguncangkan tubuhnya, tetapi dia sama sekali tidak bereaksi sedikit pun, Apalagi dia ada masalah dengan pernapasan nya saat ini, dan tubuhnya mulai berkeringat.
" Hey!..Aira..Lihat saya!, Apakah dia mempunyai Claustrophobic?, Oh Shittt!."
ucap Alan frustasi, Matanya langsung membulat sempurna saat dia saat kata phobia muncul di pikiran nya. karena dia tau jika korban tidak obati dengan benar, Korban tersebut bisa saja mati.
.
.
.
.
Terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️