
Aira terdiam didalam kamarnya, setelah beberapa menit yg lalu Elena keluar dari kamarnya.
" Apakah gw harus bersyukur?, Karena Mertua gw nggak berprilaku seperti ibu ibu yg di ada di drama TV."
ucap Aira sambil tertawa kecil meratapi nasibnya saat ini, semuanya masih terasa seperti mimpi..yg membuat dirinya ingin segera bangun dari tidur panjangnya, tetapi ini bukanlah mimpi, dan Aira bukanlah seorang pengecut yg lari dari masalah.
" Lu bukan anak bocah yg masih ngemut permen gulali Ra."
ucap Aira mengingatkan dirinya sendiri dan tidak lama kemudian Aira masuk kedalam kamar mandi, setidaknya hari ini dia mempunyai rencana.
20 menit kemudian setelah selesai mandi, dan ganti baju, Aira keluar dari kamarnya sambil membawa tas gendong kecil di pundaknya, dengan malas dia menuruni anak tangga.
Suasana dimansion tersebut sangatlah sunyi, hampir sama dengan kehidupan dirinya sebelumnya, dan sama sekali tidak ada perbedaan sedikitpun, Aira menghela nafas dan tiba tiba saja dia terkejut karena seseorang menepuk pundaknya dengan lembut. Aira membalikkan badannya dan menatap datar orang yang ada dihadapannya.
" ET dahhh...itu muka, kayak mau ngajak berantem aja."
ucap Seorang gadis yg tidak lain adalah Rachel sambil cengengesan.
Aira menghela napas panjang, kemudian dia mulai menatap Rachel datar.
"Oh tuhan itu muka... Emangnya lu Nggak bisa senyum dikit aja gitu?, Untung aja lu cantik..coba kalau jelek... ampun sudah."
ucap Rachel sambil geleng-geleng kepala, Aira mengernyitkan keningnya tidak mengerti dengan ucapannya.
" Ah sudah nggak perlu lu pikirin ucapan gw tadi,.. lebih baik lu sarapan sekarang, nanti habis itu gw anterin deh lu ke halte busway."
ucap Rachel enteng.
" Gw bisa pergi sendiri tanpa perlu lu anterin."
ucap Aira datar.
" Oh ya udah..tapi ingat gw cuma mau kasih tau, kalau lu menempuh perjalanan menuju halte busway dengan kedua kaki lu itu, gw yakin lu baru sampai sana setelah 2 atau tiga jam, karena mansion ini berjarak jauh dari tempat keramaian."
ucap Rachel santai sambil tersenyum penuh kemenangan, Aira terdiam sejenak Sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu.
" Baiklah...tapi lu anterin gw hanya sampai halte busway doang."
ucap Aira mengingatkan.
" Iya iya gw tau kok.... Tenang aja."
ucap Rachel sambil menepuk pundak Aira beberapa kali. Aira hanya memutar bola matanya. Aira mulai berjalan menuju pintu.
" Eh...lu Nggak mau sarapan dulu?."
ucap Rachel sambil berlari mengejar Aira, tetapi Aira sama sekali tidak menjawab pertanyaan tersebut, dan memilih tetap untuk berjalan.
Aira berdiri didepan halaman mansion dan tidak lama kemudian Rachel berdiri disampingnya.
ucap Rachel. Aira tidak menjawab pertanyaan Rachel, melainkan bertanya balik.
" Mana mobilnya?."
ucap Aira malas, Rachel pun mengerti ucapan Aira, tidak lama kemudian dia menarik tangan Aira, menuju mobil sport mewah berwarna hitam, Aira memasang ekspresi datar.
" Ayo masuk!."
ucap Rachel, Aira pun masuk kedalam mobil tersebut, dan Rachel mulai menghidupkan mobilnya dan mulai melajukan mobilnya.
Disaat perjalanan menuju halte busway, suasana hening tiba tiba Rachel ingin memulai percakapan, tetapi dia mengurungkan niatnya, karena Aira tiba tiba saja menelpon seseorang.
" Tunggu gw dihalte busway Daerah xxx, hari ini gw juga sekalian mau daftar kuliah, kasih tau Violeta juga Cha."
ucap Aira, yg tidak lama kemudian dia mulai memasukkan Hpnya kembali kedalam Tasnya. Rachel Sepertinya ingin bertanya
" Yg gw telpon Tadi ChaCha sahabat gw, jadi gw nggak selingkuh di belakang Abang lu."
ucap Aira menjelaskan, Rachel pun terdiam dan menganggukkan kepalanya, tetapi dirinya merasa jika wanita yg duduk disampingnya saat ini memiliki banyak Rahasia, Atau mungkin hanya perasaan nya saja. pikirnya
Tidak terasa mereka berdua sudah sampai didepan halte busway, dan dengan cepat Aira membuka pintu mobil dan keluar.
" Hey tunggu."
ucap Rachel membuat Aira menengok kebelakang.
" Apa?."
ucap Aira.
" Apa lu punya sebuah rahasia?."
ucap Rachel spontan, Aira terdiam sejenak, karena tiba-tiba saja Rachel menatap dirinya seperti dia mengetahui sesuatu tentang Aku Aira.
" Apakah dia Tau siapa gw?." pikirnya.
.
.
.
.
.
terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca