Try Not to Fall In Love

Try Not to Fall In Love
bab 36



Aira melongo, mulutnya terbuka lebar, dia tidak percaya dengan pengelihatannya sendiri, Bagaimana mungkin dia tidak sadar, jika ada sebuah gedung besar seperti ini di belakang mansion, Tetapi yg membuat dirinya semakin di buat terperangah, Bagaimana pengunjung berkunjung?, pikirnya.


" Tutup mulut lu, gw tau lu kaget, Andai saja Abang gw yg liat ekspresi wajah lu tadi, habis sudah lu di ledekin sama itu cunguk!."


ucap Rachel, Aira langsung menutup bibirnya.


" Hey..ayo..masuk!!."


ucap Rachel yg masih menarik tangan Aira


" Iya iya..."


ucap Aira yg pasrah di seret oleh Rachel, saat didalam mall, ada pegawai yg membungkukkan badannya sopan sambil tersenyum.


" Selamat pagi nona?."


ucap Pegawai perempuan, Tetapi Rachel hanya diam dan melanjutkan langkahnya sambil menarik tangan Aira.


" Semoga hari nona menyenangkan!."


ucap pegawai tersebut lembut, tetapi tetap saja Rachel hanya mengacuhkan nya dan hal itu membuat Aira bingung.


Tetapi dia tidak mau ambil pusing, dia melihat sekelilingnya tetapi tidak ada satu orangpun disana kecuali dirinya, Rachel dan juga para pegawai yg berjaga, Aira menghentikan langkahnya tiba tiba, membuat Rachel menatap Aira heran.


" Kenapa?."


ucap Rachel bingung


" Lu tadi kenapa diam aja di tanya pegawai tadi?, dan juga kenapa di dalam mall ini dari tadi gw liat hanya ada kita berdua saja?."


ucap Aira bingung, Rachel menghela nafas.


" Gw nggak suka sama pegawai cewek tadi, jangan Tanya alasannya kenapa, kedua wajar jika lu cuma liat kita berdua yg berada disini, karena Mall ini nggak akan pernah bisa di kunjungi oleh orang lain selain keluarga besar dari Nugroho."


ucap Rachel.


" Kok bisa kayak gitu?."


ucap Aira yg masih bingung.


" ET dah...cing..ini mall yg buat Abang gw, Dia sengaja buat mall ini supaya istrinya nanti nggak perlu mondar mandir ke mall buat beli baju baru."


ucap Rachel dengan nada menggoda.


" Itu bocah emang bisa romantis gitu?, muka datar kayak jalan aspal aja..bisa berlagak sok romantis oh tuhan, otak mesum wajah rada somplak...coba ide apa yg bakal muncul di otak Abang semprull lu itu huh?."


ucap Aira ceplos ceplos, Rachel terdiam, untuk pertama kalinya dia mendengar seorang gadis mengatai kakaknya mesum, oh tuhan sebenarnya apa yg terlah terjadi Diantara mereka berdua?, pikirnya


" Jangan mikirin hal yg aneh aneh, gw sama kakak lu itu nggak lebih dari pasangan suami istri yang masih asing dengan sifatnya masing masing."


ucap Aira menjelaskan.


" Tetapi tadi lu ngomong, seperti lu itu udah kenal banget sama kakak gw?."


ucap Rachel, Aira terdiam sejenak kemudian dia berjalan meninggalkan Rachel dibelakang.


" Hey lu belum jawab pertanyaan gw bung!."


ucap Rachel sambil mengejar Aira dari belakang, Sedangkan Aira pura pura tidak mendengar dan melanjutkan langkahnya.


🌲🌲🌲🌲


Rizal tersenyum bahagia setelah membaca hasil Tes DNA.


" Apakah ada kabar gembira nak?, sampai kamu bisa tersenyum manis seperti itu?."


ucap seorang wanita paruh baya yg sedang duduk di kursi rodanya, Rizal tersenyum sambil mencium lembut tangan wanita tersebut, dan tersenyum lembut


" Aku sudah menemukannya Mah!."


ucap Rizal lembut matanya mulai berkaca-kaca, Wanita paruh baya itu mulai meneteskan air matanya, tetapi sebuah senyuman terukir jelas di wajahnya yg cantik.


" Kapan mamah bisa bertemu dengan dia nak?."


ucap Wanita paruh baya tersebut yg tidak lain adalah Mamahnya atau Indah ayu Ningrum. Tangisnya hampir pecah, tangannya mulai gemetaran.


" Mah.. tenang ya...nanti aku akan bawa putri kecil mamah kesini!."


ucap Rizal sambil berjongkok di depan Mamahnya sambil mengelus tangannya.


ucap Indah di sela isaknya, Rizal menggelengkan kepalanya.


"Tentu saja tidak mah, kali ini aku benar-benar sudah menemukan adik aku mah, dan sekarang dia sudah tumbuh menjadi gadis yg cantik."


ucap Rizal sambil menyodorkan sebuah foto ke pangkuan Indah.



Foto tersebut diambil oleh Aira sendiri dan sengaja Dikirimkan ke pada Rizal dengan caption " Bukankah aku sudah tumbuh menjadi gadis dewasa".


Wanita paruh baya tersebut menatap foto tersebut, dengan berlinangan air mata, senyuman bahagia terukir jelas diwajahnya, kemudian dia mengelus wajah di foto tersebut.


Rizal ikut menangis bahagia, karena selama ini Mamahnya sulit sekali untuk bisa tersenyum, setelah kejadian yg menimpa keluarga mereka beberapa tahun yg lalu, yg menyebabkan dirinya menjadi yatim dan terpisah dengan adiknya.


" Gadis kecil mamah udah tumbuh dewasa hmm hiks.... Maafin Mamah karena selama ini Mamah nggak bisa berada disamping kamu sayang hiks.... maafkan mamah..hiks..tapi tenang mulai sekarang kita nggak akan pernah pisah lagi, karena Kakak laki laki mu ini akan membuat keluarga kita kumpul lagi seperti dulu.. walaupun berkurang satu keluarga..hiks"


ucap Indah di sela isaknya.


" Mah tolonglah jangan menangis lagi, kalau nanti mamah nangis mulu aku nggak akan bawa Aira kesini loh!."


ucap Rizal pura pura mengancam Indah, Indah mencubit perut Rizal, membuat laki laki tersebut meringis kesakitan.


" Argh.. sakit tau mah."


ucap Rizal sambil mengelus perutnya.


" Nggak lucu lelucon kamu itu Rizal, kamu tadi manggil adik kamu Siapa?."


ucap Indah


" Aira mah, dan wajar jika adik lupa dengan namanya, karena mungkin saja dia mendapat sedikit benturan keras di kepalanya!."


ucap Rizal, mendengar ucapan Rizal membuat Indah semakin sesak. dan Rizal menyadari kondisi mamahnya saat ini.


" Mah, Akan lebih baik mamah tenang dulu, Walaupun mamah maunya manggil adik dengan nama Vivi, Tapi tetap saja dia mempunyai nama yg diberikan dari orang tua angkat yg telah merawatnya dari kecil."


ucap Rizal mencoba menjelaskan semuanya dengan lembut, Indah terdiam sejenak, dia baru sadar.


" Kita pulang ke Indonesia.. biarkan mamah ketemu sama orang tua angkat Aira, karena Bagaimanapun juga Mamah ini, adalah ibu kandung Aira, dan Aira perlu tau siapa orang tua kandungnya!."


ucap Indah yg tiba tiba emosional, dan tiba tiba saja pengelihatannya mulai buram dan nafasnya semakin cepat, Rizal dengan Sigap memasangkan sebuah masker oksigen ke mulut indah sampai melewati hidungnya.


panca pengelihatannya mulai kembali, dan nafasnya mulai teratur setelah setengah jam memakai oksigen.


"Mamah jangan terlalu cepat terbawa emosi, mamah ingat dengan kondisi mamah saat ini, Aku bisa saja detik ini juga membuat kita berdua pulang terbang ke Indonesia, tetapi jika kondisi mamah masih seperti ini, maaf saja mungkin masih akan aku undur, apalagi aku tau betul bagaimana kepribadian Aira itu seperti apa, jadi aku harap mamah mau mendengarkan nasihat aku, setidaknya demi Aira putri kecil mamah, adik kecil Rizal yg mamah rindukan."


ucap Rizal sendu, Indah terdiam sejenak, kemudian menganggukan kepalanya.


" Tetapi kamu harus menceritakan semuanya tentang Aira, karena sepertinya kamu sudah kenal lama dengan Aira."


ucap Inda penuh selidik, Rizal tersenyum nyengir.


" Hehehehe...memang ia mah."


ucap Rizal salah tingkah.


" Ok ceritakan semuanya, sampai mamah sendiri bosan."


ucap Indah antusias, Rizal geleng-geleng kepala, tetapi tetap saja dia menceritakan semuanya kepada Mamahnya tentang Aira, tetapi dia tidak menceritakan tentang perlakuan keluarga angkat Aira kepada Mamahnya, Rizal juga menceritakan jika Neneknya juga pernah bertemu dengan Aira, tetapi Neneknya masih belum tau kebenaran kalau Aira adalah adiknya Rizal.



💮💮💮


maaf jangan lupa mampir



.


.


.


Jangan lupa like dan share ☺️