Try Not to Fall In Love

Try Not to Fall In Love
Bab 78



"Jika kamu ingin Bahagia, kamu harus bekerja untuk mewujudkannya, kamu tidak bisa hanya mengharapkannya, dan kamu tidak bisa meletakkannya ditempat lain."


( Christina Aira Agustin ).


🌸🌸🌸


Terdengar suara langkah kaki yg mulai berjalan mendekati Aira dan Alan, dan hal itu membuat Aira tersadar, dengan apa yg baru saja dia lakukan.


" Oh tuhan, kenapa gw sampai emosi kayak gitu sih!."


ucap Aira pelan merutuki tingkahnya barusan, gadis itu mulai menundukkan kepalanya, dia tidak berani untuk mengangkat kepalanya, apalagi bertatap muka dengan Elena langsung.


" Ya ampun...Alan... kenapa dengan wajah kamu nak, Mamah rasa tadi wajah kamu masih baik baik aja?."


ucap Elena khawatir, sambil memegang wajah Alan dengan tangannya, laki laki melihat sosok Aira sekilas.


" Aku baik baik aja kok mah, tadi nggak sengaja aku ketemu kucing, dan saat aku mau tangkap kucing itu, kucing itu malahan melakukan perlawanan mah."


ucap Alan merengek, Aira dan Elena melongo mendengar penjelasan Alan , menurut Elena tingkah Alan sangat aneh, dan saat Elena melihat Aira sekilas, kemudian dia mengerti situasi saat ini. Elena kemudian menghela nafasnya.


" Ya udah, tapi habis ini jangan lupa kompresi wajah kamu dengan air dingin ya, dan Aira sayang..mamah minta tolong banget..bantuin Alan ya sayang!."


ucap Elena lembut sambil memegang tangan Aira, membuat gadis itu terdiam, dia tidak tau harus berbuat apa, kemudian dia hanya menganggukkan kepalanya.


" Kamu itu anak yg baik sayang, mamah yakin, kalian berdua itu adalah pasangan yg paling cocok."


ucap Elena sambil menggenggam tangan Aira erat, membuat Aira sedikit tenang, tetapi kemudian dia teringat perkataan Alan barusan.


" Ternyata lu samakan gw dengan kucing kunyuk!.!." pikirnya.


" Sayang!..Nak...Aira!."


ucap Elena sambil menguncang guncangkan tangan Aiara, membuat gadis itu tersadar kembali.


" Ah iya mah ada apa?."


ucap Aira spontan.


" Aih..kamu Sebenarnya sedang memikirkan apa sih sayang!."


ucap Elena sambil mengelus pipi Aira, membuat gadis itu terdiam.


" Mah maaf, sebenarnya wajah Alan seperti ini itu karena aku yg memukulnya maafkan aku mah!."


ucap Aira menyesal, sedangkan Alan hanya tersenyum mendengar pengakuan Aira, yg tiba tiba saja membuat dirinya bangga.


" Kamu pasti punya alasan sampai harus melakukan itu kan sayang, bisa kamu kasih tau mamah, apa alasan kamu memukul suami kamu sampai seperti ini hmm?."


ucap Elena lembut, dan menatap Aira dengan wajah lembut dan penuh perhatian, dan hal itu membuat Aira merasa hangat, seperti sedang bersama mamahnya sendiri.


ucap Aira menjelaskan semuanya, Dan Aira menundukkan kepalanya lagi, dia sedang siap siap menerima amukan Elena, tetapi yg dia dapatkan malah sebaliknya, Elena malah memeluk gadis itu dengan hangat, sampai membuat Aira membalas pelukan tersebut, Elena mengusap puncuk kepala Aira.


" Sebelumnya terimakasih sayang, karena kamu mau berbicara jujur dengan mamah, dan maafkan kesalahan anak mamah ya sayang, karena mamah tau, pasti kamu tidak nyaman kan sayang?."


ucap Elena, Aira menganggukkan kepalanya, kemudian tidak lama kemudian Elena melepaskan pelukan tersebut, kemudian dia menatap anaknya.


" Kamu itu... seharusnya jangan asal nyosor aja jadi cowok, kalau mamah jadi Aira pasti mamah udah cincang kamu sampai halus terus kasih ke lele."


ucap Elena dingin, Alan tersenyum.


" Iya mah, aku denger kok, lain kali nanti aku bakalan minta ijin terlebih dahulu kalau kayak gitu."


ucap Alan sambil nyengir kuda, sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Aira, membuat gadis itu langsung bergidik dibuat merinding.


" Hihhh!."


ucap Aira.


" Sudahlah jangan diperpanjang lagi, sekarang sudah waktunya mereka berdua untuk berangkat!."


ucap Genta menyela pembicaraan mereka semua.


" Dan jangan lupa, Alan kamu harus bersikap lembut dan ramah kepada Aira, karena mungkin saja ada orang lain yg sedang menunggu Aira!."


ucap Genta lagi,


" Iya om tenang saja kok!."


ucap Alan santa, Genta hanya menghela nafasnya.


" Terserah kamu saja lah!."


ucap Genta sambil tersenyum misterius.


...


.


.


.....


.


....


terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️