Try Not to Fall In Love

Try Not to Fall In Love
Bab 110



Alan kemudian menempelkan keningnya, sambil tersenyum manis.


" Kamu adalah kado terindah untuk aku, my princess."


ucap Alan sambil mengecup kening Aira dengan mesra, wajah Aira berubah menjadi merah seperti tomat.


Alan tersenyum lembut, kemudian dia mengelus lembut rambut Aira, Aira kemudian menyenderkan kepalanya ke pundak Alan.


" Kamu ternyata bisa bersikap seperti anak kecil juga hmm?."


ucap Alan lembut


" Siapa kali yg seperti anak kecil."


ucap Aira sambil memanyunkan bibirnya, wajahnya sudah tidak memerah lagi.


" Aku senang, jika kamu bersikap seperti anak kecil seperti sekarang ini, dan itu membuat mu semakin menggemaskan."


ucap Alan sambil mencubit pipinya gemas.


" Ada angin apa kamu kesini?."


ucap Alan sambil mengelus rambut Aira, gadis itu terdiam, kemudian dia teringat kejadian saat dia berada dikantor pusat, wajahnya Tiba tiba saja berubah menjadi serius dan dingin, dan Alan menyadarinya.


" Kamu bisa menceritakan kejadian hari ini jika kamu menginginkannya, tetapi jika kamu tidak nyaman untuk menceritakannya maka simpanlah sayang, Aku pasti akan memahami mu, karena aku tau setiap orang pasti mempunyai rahasia, yg sulit untuk dibuka."


ucap Alan pengertian, tapi Aira merasa bersalah, dia tidak bisa menyembunyikan sesuatu dari Alan, apalagi Alan sekarang sudah mendapatkan posisi khusus dihatinya, Aira menghela nafas berat, kemudian dia menegakan tubuhnya kemudian dia membuat dirinya bertatap muka langsung dengan Alan, Alan mengernyitkan keningnya.


" Ada apa Sayang?."


ucap Alan bingung, dia tidak ingin Aira menceritakan sesuatu yang membuat dirinya tidak nyaman, walaupun sebenarnya Alan sangat penasaran, tetapi dia berusaha untuk bersikap biasa saja.


" Aku nggak mau menyembunyikan sesuatu dari kamu, aku nggak mau jika suatu hari nanti rahasia sekecil apapun akan atau sebesar apapun itu menjadi bumerang untuk hubungan ini."


ucap Aira pelan, Alan kemudian memegang tangan Aira, membuat gadis itu sedikit tenang. Apalagi Alan memberikan senyuman yg bisa membuat orang lain merasa dilindungi.


" Aku bukanlah seorang gadis yg simpel, aku bukanlah gadis yg kamu kira hidup dengan nyaman dan tenang."


ucap Aira pelan, Alan berusaha menjadi pendengar setia, dia sama sekali tidak menyela ucapan Aira, ia membiarkan Aira menceritakan apa yg di inginkan.


" Aku seorang gadis yang mempunyai ambisi besar, Saat aku SMP aku bergabung dengan sebuah kumpulan orang yang akan direkrut menjadi seorang agent."


ucap Aira, Aira kemudian menatap Alan sekejap dia melihat lurus manik mata Alan yg membuatnya dirinya tenang dan tidak ragu untuk menceritakannya.


" Dulu aku dikenal sebagai SN 03, disetiap misi yg aku laksanakan itu tidak pernah gagal sekalipun."


ucap Aira pelan, Alan terdiam kemudian dia sekarang tau dari mana gadis ini mempelajari teknik Stick fighting. Alan kemudian tersenyum


" Kamu semakin membuat aku bangga Aira." pikirnya.


" Hari ini aku di telpon oleh guru ku, dia meminta ku untuk datang kekantor pusat, tempat agent internasional."


ucap Aira pelan.


" Disana aku diberi tau kalau pangkat aku sudah menjadi pasukan elit sebagai Ghost agent E08."


ucap Aira pelan, mata Alan langsung membulat sempurna, dia terkejut bukan main.


" Dia benar-benar mempunyai sejuta kejutan." pikirnya, saat Alan ingin membuka mulutnya, Aira terlihat sedang memikirkan sesuatu.


" Apakah masih ada sesuatu yang mengganjal perasaan mu sayang?."


" Dan aku diberikan tugas oleh ketua."


ucap Aira.


" Tugas apakah itu?, mungkin aku bisa membantu kamu!."


ucap Alan pelan, dan mencoba menghibur Istrinya.


" Aku harus mencari tahu identitas asli leader BANGTAN."


ucap Aira lesu sambil menundukkan kepalanya, sedangkan Alan, dia shock bukan main.


" Apa konsekuensinya jika kamu gagal?."


ucap Alan tiba tiba, Aira terlihat sedikit ragu untuk menjawabnya.


" Dicopot jabatannya sebagai Ghost agent, dan mungkin yg lebih parahnya adalah kematian!."


ucap Aira sendu, Alan mengepalkan tangannya.


" Berani beraninya mereka memberikan tugas seperti ini kepada gadis kecil ku,..ah.. sepertinya ada yg berminat untuk mati dengan cepat."


ucap Alan pelan, Tetapi Aira masih bisa mendengarnya.


" Kamu tadi ngomong apa?."


ucap Aira yg mencoba untuk memastikan kembali.


" Tidak usah kamu pikirkan ucapan aku tadi, sekarang bisakah kamu memberi tahu ku tempat kerja baru mu itu?."


ucap Alan sambil tersenyum lembut, Aira terdiam sejenak, dia terlihat ragu.


" Tenang, aku datang kesana bukan untuk mengantarkan nyawa aku sendiri."


ucap Alan pelan.


.


.


..


.


.


.


Terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️...


.


.


.


Hey kak...maaf ya jika ceritanya dan alur ceritanya membosankan, soalnya masih proses belajar...hehehehe..dan terimakasih untuk dukungannya selama ini..see you next time