Try Not to Fall In Love

Try Not to Fall In Love
Bab 82



(Hanya ada dua waktu, dimana aku ingin bersama kamu, yaitu sekarang dan selamanya.)


* Alan Gusti Nugraha *


🌸🌸🌸


Angin laut dan suara deburan ombak hanya itu sajalah yang terdengar disepanjang perjalanan menuju ke villa mereka, tidak ada yg memulai percakapan, dan sepertinya tidak ada yg berniat untuk memecahkan keheningan tersebut.


Alan terlihat terus menerus mengekor dibelakang Aira, dan gadis itu sepertinya sudah malas untuk berbicara, karena sekarang ini dia memang sedang lapar, jadi mood nya sangat lah hancur, sedangkan Alan laki laki itu termasuk orang yang jarang membuka pembicaraan terlebih dahulu, dan karena hal itu pulalah yang membuat dia mati kutu.


Aira meletakkan Bahan makanan yang dia beli tadi kemudian dia mencucinya dengan bersih, setelah selesai, dia melihat kebelakang, dan tentu saja Alan masih setia memperhatikan dirinya seperti anak kecil yg sedang meminta mainan.


Aira kemudian mengalihkan perhatian kembali kepada bahan makanan yang mau dia masak, tetapi dia bingung mau masak apa, Aira memang terlihat seperti gadis yg masa Bodo, tetapi dia juga tipikal orang yang mudah bersimpati.


" Aish...!"


ucap Aira mengumpat, sambil berkacak pinggang Aira membalikkan tubuhnya dan menatap lurus manik mata Alan, laki laki itu menatap Aira dengan wajah polosnya, membuat Aira terenyuh untuk beberapa detik, tetapi kemudian dia tersadar.


" Hampir aja gw ke makan, wajah polosnya si tuan mesum Gil* ini!." pikirnya.


" Ehemmmm!."


Aira berdeham.


" Lu lagi sakit tenggorokan?."


ucap Alan spontan, seketika Aira menepuk jidatnya pasrah.


" Oh tuhan!!." pikirnya


" Gw lagi nggak sakit tenggorokan kunyit!!, jadi cowok peka dikit Napa!!."


Cerocos Aira kesal.


" Gw emang bukan cowok yg peka!."


ucap Alan dengan ekspresi datarnya, Aira mengepalkan tangannya, dia menghela nafas panjang sambil memejamkan matanya, setiap berada didekat Alan Aira bawaannya emosional terus.


" Terserah lu mau ngomong apa, mumpung sekarang gw lagi baik, gw mau tanya lu baik baik deh."


ucap Aira berusaha untuk tetap tenang.


" Ok, lanjutkan!."


ucap Alan, Aira memaksakan dirinya untuk tersenyum.


" Lebih baik lu nggak perlu senyum, kalau nggak ikhlas."


ucap Alan datar.


" Arghhh bisa gila gw lama lama ngomong sama lu!."


ucap Aira kesal, Alan masih menatap Aira dengan wajah flatnya.


" Lama lama itu muka gw jadiin bahan untuk aspal juga deh!."


ucap Aira bergumam pelan.


" Kalau mau ngomong, kerasan dikit suaranya, soalnya gw nggak bisa denger."


ucap Alan dengan santai nya.


" Hahhhh...siala*, Lu mau makan apa huh?."


ucap Aira.


" Terserah."


ucap Alan.


" Kalau jawab yg bener Napa!!, jangan bilang terserah, lu kan cowok kunyittt!!, yg jelas dikit kalau ngomong biar orang nggak salah."


ucap Aira menggerutu kesal.


" Ya terserah lu aja mau masak makanan apa aja, gw mah bebas orangnya, gw bisa makan apa saja kok."


ucap Alan santai.


" Ya udah...makan rumput aja sana!."


ucap Aira kesal.


" Gw nggak bisa makan rumput, karena gw bukan kambing ataupun kerbau!."


ucap Alan, untuk yg kesekian kalinya Aira menepuk jidatnya lagi.


" Lu tau nggak?,-."


" Gw nggak tau!."


ucap Alan


" Aih...gw belum selesai ngomong kunyit."


ucap Aira kesal.


" Oh belum selesai ngomongnya..bilang dong kalau kayak gitu!."


ucap Alan, yg bicara tanpa merasa bersalah sedikitpun.


"Lama lama kalau gw tinggal sama lu, bisa bisa pulang dari langsung masuk rumah sakit jiwa gw!."


ucap Aira kesal.


" Nggak perlu kayak gitu, kita bisa panggil psikiater datang ke mansion untuk mengobati lu nantinya!."


ucap Alan, Aira mengertakan giginya kesal, tanpa bicara lagi dia membalikkan tubuhnya, kemudian mulai memotong sayuran, dan memasak ayam goreng.


Alan tersenyum menyeringai, dia sengaja bertingkah seperti orang Bodoh seperti sekarang ini, dan semua itu demi melihat wajah Aira yg kesal yg terlihat imut menurutnya.


" Masak makanannya jangan asin asin ya!!"


ucap Alan.


" Makanan nya gw bakalan kasih racun tikus...biar lu mati sekalian!."


ucap Aira menggerutu kesal.


" Kalau gw mati disini, berarti lu perlu nguburin gw disini!."


ucap Alan, mendengar ucapan Alan barusan membuat Aira tiba tiba merinding.


" Jangan ngomong asal kunyukkk!."


ucap Aira dia berusaha untuk tidak memperlihatkan bahwa dia memiliki kelemahan, ya kelemahan dia adalah dia sangat takut dengan yg namanya mahluk Astral atau hantu, tetapi Alan sepertinya menyadarinya.


" Lu tau nggak katanya, di tempat pulau terpencil itu sering ada cewek nangis dimalam hari loh!."


ucap Alan menakut nakuti Aira, dan hal itu sukses membuat Aira gemetaran ketakutan.


" Ah...gw mau ke kamar mandi dulu ya!."


ucap Alan berpura-pura, mendengar ucapan Alan membuat Aira seketika membalikkan badannya.


" Berani jalan satu langkah aja, gw potong jari kaki lu!."


ucap Aira mengancamnya.


" Nggak takut!."


ucap Alan sambil menjulurkan lidahnya dan mulai berjalan, dan Aira Mulai kalang kabut.


" Jangan tinggalin gw jendoll!!."


ucap Aira berteriak ketakutan, Alan tersenyum kecil, kemudian dia membalikkan badannya dengan ekspresi datarnya, kemudian menatap wajah Aira sekilas.


" Kalau kayak gitu..lu harus masak makanan yang enak, kalau gw mau tungguin disini!."


ucap Alan.


" Iya gw bakalan masak makanan yg paling enak, dan lu harus janji kalau lu nggak akan berpindah dari tempat duduk lu tadi barang sejengkal pun, bagaimana?."


ucap Aira.


" Ok siap bos!."


ucap Alan.


.


.


.


.


.


.


Terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️