
" Sendirian saja?."
ucap Seorang laki laki, dengan wajah garang, Aira berbalik, ke arah suara yg paling menyebalkan, untuk telinganya saat ini.
" Oh!, Aku sekarang takut Babygirl."
ucap Andre
" Oh, Maaf!, kamu hampir menjadi tunangan kakak saya!."
ucap Andre dengan nada mengejek.
" Kenapa lu nggak kasih tau mereka?."
ucap Aira ketus.
" Bukankah sudah jelas?, Gw masih ingin menikmati wajah tegang lu itu!."
ucap Andre sambil tersenyum menyeringai.
" Lu-."
ucap Aira terpotong.
" Apa yg sedang kamu lakukan disini Mrs wife?."
ucap Seseorang.
Sebuah suara berasal dari belakang Aira, Andre melihat sosok yang sedang berdiri dibelakang Aira. Tetapi Aira tidak bisa membalikkan badannya, karena orang tersebut tiba tiba saja sudah berdiri disampingnya dan melingkarkan satu tangannya di atas pinggang Aira, dan orang itu adalah Alan, Aira terkejut dengan perlakuan Alan saat ini kepadanya.
" Bukankah kita akan telat untuk pulang jika kamu tetap disini, Mrs wife?."
ucap Alan, Aira menatap wajahnya dengan mata yg terbuka lebar, wajah Alan saat ini sangat jelas menunjukkan sebuah kejahatan yg terukir dari raut wajahnya saat ini.
" Halo Tuan Alan, Bagaimana kabar anda?."
ucap Andre formal.
" Oh, ternyata kamu berada disini juga."
ucap Alan berpura pura tidak tau.
Alan mulai menatap wajah Aira, ketika Aira merasakan Tatapan padanya, dia menatapnya. Tatapan yg diberikan Alan kepada Aira terlihat seperti tatapan agak bangga, tetapi Aira dengan tajam mengerutkan kening padanya.
" Saya rasa anda sudah mengetahuinya!."
ucap Alan, Andre hanya berdeham.
"Ngomong ngomong, Kenapa kakak mu tidak datang?, dan saya yakin, dia ketinggalan banyak hal."
ucap Alan sambil menyeringai dan sekali lagi dia menoleh kearah Aira. saat mengatakan kalimat terakhir tadi.
ucap Andre, Alan tertawa kecil evily.
" Seperti saat dia menyembunyikan kejadian yg sebenarnya yg menimpa dirimu beberapa hari yg lalu hanya karena kamu di pukul oleh seorang gadis sampai pingsan, bukankah seperti itu?."
ucap Alan mengejeknya. Andre mengertakan giginya.
" Party sudah selesai Andre?."
ucap Alan, kemudian dia menatap Aira.
" Kita perlu pulang sekarang Nona Nugroho."
ucap Alan, dengan itu Alan melepaskan tangan yg melingkar di pinggangnya, kemudian beralih dengan memegang tangan Aira, dan dengan lembut Alan menarik Aira supaya berjalan bersama dengan keluarga besarnya.
Andre melemparkan Gelas yg berisi wine yg dia pegang sejak tadi, ke lantai dengan kasar.
" Tetaplah Anggap gw remeh, Dan gw bakalan menyerang disaat lu sedang berada di puncaknya."
ucap Andre.
Tadinya Andre tidak tau jika Aira adalah calon tunangan Kakaknya sebelumnya, dan dia tau semua itu saat dia dirawat dirumah sakit, dan Kakaknya menceritakan semua itu kepadanya.
Di tempat yang lain, Setelah Mereka berdua sudah tidak terlihat dari pandangan Andre, Alan dengan cepat melepaskan tangan Aira. dan semua yg dilakukan oleh Alan tadi hanya lah sebuah drama yg dipertontonkan khusus untuk Andre.
Aira dan Alan sudah duduk di dalam lemousine, mereka hanya berdua saja, sedangkan keluarganya yg lain pergi ke lemousine yg lain.
Aira duduk sedikit jauh dari Alan, dengan wajah jijik dia beberapa kali mengusap baju di daerah pinggang dengan tangannya, dimana sebelumnya Alan menyentuhnya.
Mungkin orang orang akan berpikir jika hal yg dilakukan Aira saat ini adalah hal yg aneh, Tetapi Aira sangat membenci laki laki, sampai sampai jika seseorang tidak sengaja menyentuhnya maka akan membuat dirinya merasa jijik, dan sekarang pinggangnya disentuh dengan sengaja.
Mata Alan menatap lurus ke laptopnya, maka dari itu Alan belum sadar, tetapi Aira terlihat sangat lucu dengan ekspresi wajahnya saat ini, Apalagi saat dia memiliki ekspresi wajah jijik, Akhirnya mereka berdua sudah sampai di mansion.
.
.
.
.
.
terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️.
.
.
maaf jika upnya hanya sedikit, soalnya masih ada keperluan yg perlu diselesaikan terlebih dahulu.