Try Not to Fall In Love

Try Not to Fall In Love
Bab 91



" Cinta adalah perasaan yang aneh!, Kau tak paham apa yg sedang terjadi pada mu, saat kau sedang mengalaminya."


—Alan Gusti Nugraha—.


🌸🌸🌸


Alan meletakkan makanannya kemudian menarik bangku dan duduk dihadapan Aira.


Aira memperhatikan makanan yang ada dihadapannya.


"Kelihatannya sih enak, tapi nggak tau sih rasanya!."


Ucap Aira sambil mengambil sendok.


" Tinggal makan doang, malah dibikin susah sendiri."


Ucap Alan mendengus kesal, Aira tersenyum kecil.


" Biasanya kan lu yang sering komplain kalau gw masak, sekali kali gw komplain lu nggak apa apa kali!."


Ucap Aira sambil tersenyum kecil, kemudian mulai memasukkan sendok yg berisi makanan kedalam mulutnya, Alan terdiam sejenak dia sedang memperhatikan raut wajah Aira, Tetapi gadis itu tidak menampakkan reaksi apapun, dan terlihat sedang menikmati makanan yang ada didalam mulutnya tersebut.


" Kalau enak bilang, jangan bikin gw nunggu komplenan lu!."


Ucap Alan, Aira tersenyum, kemudian dia mengangkat jari jempol nya ke atas.


" Masakan lu enak kok, tapi gw nggak sangka aja, cowok mesum bin tengil macam lu, yg kerjaannya dikantor mulu, ternyata bisa juga kerja di dapur."


Ucap Aira memuji Alan dengan tulus.


" thanks atas pujiannya, Tetapi gw pengen dapet reward dari lu, karena masakan gw enak, bagaimana?."


Ucap Alan sambil tersenyum lebar seperti anak kecil, Aira hampir tersedak.


" uhukk uhukkk."


" hati hati kali kalau makan mah!."


Ucap Alan sambil menyodorkan segelas Air, Aira langsung mengambilnya dan meminumnya setelah itu dia meletakkan gelas tersebut disampingnya.


Suasana tiba tiba menjadi hening, Tetapi Alan tidak mau ambil pusing.


" Gw mau dikasih hadiah apa nih sama lu, gw kan udah bikin masakan yg enak buat lu!."


Ucap Alan sekali lagi sambil cemberut seperti anak kecil.


Aira meletakkan tangannya ke kening Alan, kemudian dia mengernyitkan keningnya.


" Jidat lu nggak panas kok, tapi kenapa otak lu bisa kongslet ya?, Apa jangan jangan lu makan micin ya saat masak!."


Ucap Aira sambil menunjuk Alan dengan jari telunjuknya, Alan mendengus kesal.


" Ini cewek satu...lama lama bikin darah tinggi juga ya!." Pikirnya


" Aih... terserah lu deh mau ngomong apa, gw nggak peduli!."


Ucap Alan ketus, Alan pun pura pura ngambek, dia mulai berdiri.


" Lu ngapain berdiri?."


Ucap Aira heran.


" Udah nggak nafsu makan gw!."


" Oh ok, kalau kayak gitu makanan ini gw habisin semua ya!."


Ucap Aira sambil tersenyum manis, dan mulai menyuapkan nasi kedalam mulutnya, sedangkan Alan dia di buat keheranan.


" Ini anak bocil, dia sebenarnya cewek bukan sih, aih menyebalkan!."


Pikirnya mengumpat kesal, tanpa Alan sadari dia masih berdiri di tempat tadi.


" Kalau lu laper makan, jangan baperan, kalau lu baperan nanti lu keseringan makan hati..dan itu sakit loh!."


Ucap Aira masih fokus dengan makanannya.


" Iya, dan lu nggak sadar kalau gw makan hati mulu itu karena lu bocah!."


Ucap Alan, Aira tertawa mendengar ucapan Alan yg ia tanggapi sebagai candaan.


" Mendingan lu makan sekarang, sebelum makanan di atas meja ini semuanya masuk kedalam perut gw ini!."


Ucap Aira.


" Dasar perut karet!."


Ucap Alan, sambil duduk kembali dan mulai makan bersama Aira.


" Gadis ini benar benar susah ditebak, gw pengen tau Sebenarnya ada apa sih di otak kecil ini cewek, kenapa ini cewek satu malah seperti cewek jadi jadian jadinya huh?." Pikirnya


" Jangan banyak ngelamun, apalagi dengan mulut terbuka seperti itu, ada hewan kecil masuk kedalam mulut lu baru tau rasa deh lu!."


Ucap Aira.


" Itu mulut Sepertinya perlu disekolahkan kembali!."


Ucap Alan, Aira tertawa mendengar ucapan Alan.


" Sejak kapan mulut ada sekolahnya kunyit, lu itu ada ada aja jadi orang ya!."


Ucap Aira geleng-geleng kepala sambil tersenyum manis, Alan tersenyum melihatnya.


" Ah setidaknya gw bisa melihat senyuman manis yg bisa menyejukkan hati gw ini, dan itu lebih baik dari pada liat dia kesulitan atau sedih!." Pikirnya tanpa Alan sadari dia masih memperhatikan Aira tanpa berkedip, tetapi sesaat kemudian Aira membuat Alan kembali sadar.


" Jangan sering sering ngelamun, Habisin makanan lu tuh!, Dan juga gw mau ingetin sama lu, bukankah hari ini kita akan pulang?."


Ucap Aira, Alan terdiam mendengar ucapan Aira, dia pun sadar jika mereka memang harus pulang sore ini, hari berlalu dengan begitu cepat. Pikirnya.


" Iya, setelah ini kita perlu beres beres dulu!."


Ucap Alan dingin, Aira mengernyitkan keningnya, karena Sepertinya selama beberapa hari ini dia sudah terbiasa dengan nada bicara Alan yg lembut.


" Ok!."


Ucap Aira singkat, mereka berdua mulai melanjutkan makannya dengan sunyi.


.


.


.


.


Selamat membaca ☺️