
Alan menatap wajah Mamahnya bingung, untuk pertama kalinya Mamahnya membela seseorang dihadapan anaknya, karena dia tau selama ini Mamahnya termasuk orang yang bersikap masa Bodo dengan sekitarnya, tetapi sekarang apa?, Apakah matahari terbit dari belakang kepalanya?.
" Tutup mulut mu itu Alan, nanti ada lalat yg masuk, dan juga Mamah mau kasih tau kamu, Aira udah mamah anggap seperti anak mamah sendiri, jadi kalau kamu berani macam macam dengan Aira, lihat saja akibatnya."
ucap Elena tegas dan berjalan meninggalkan Rachel dan Alan berdua, Rachel mendekati Alan dan menepuk pundak nya.
" Sabar Kak, malam pertama kakak di ganggu sama Mamah, tapi aku setuju dengan pendapat mamah, Aira masih kecil, pastinya dia ingin mengejar cita cita nya terlebih dahulu dari pada memikirkan mempunyai anak."
ucap Rachel, ucapan tersebut bukannya memperbaiki perasaan Alan.
" Dek, lu itu adik gw loh... kenapa lu kedengarannya kayak melindungi gadis itu seperti adik lu sendiri?."
ucap Alan heran.
" Ah... gimana ya kak...kakak tau kan aku itu seneng banget sama cewek cantik, tapi tenang aku masih normal, dan istri kakak termasuk gadis yg sempurna, jadi aku nggak mau kakak asal sembarangan nyentuh Aira, sampai Kakak benar benar suka sama Aira, maka pada waktu itu adik mu yg cantik ini tidak akan mengganggu lagi."
ucap Rachel sambil nyengir lebar dan berjalan meninggalkan Alan yg dibuat melongo mendengar ucapan Rachel barusan.
" Itu anak mikir apa coba huh, Dia pikir gw cowok apaan?, yg namanya nikah itu bukankah karena ini memperbaiki keturunan dan mempunyai keturunan, terus kenapa gw harus bersusah payah untuk nahan gairah gw, toh Gadis itu udah sah jadi istri gw."
ucap Alan yg tidak mau ambil pusing, Alan berjalan menuju kamarnya dia memilih untuk tidak mencari Gadis yg sudah menjadi istrinya itu malam ini, karena dia tidak ingin membuat keributan.
π²π²π²π²
Adelia menatap Andre Tajam, karena dari tadi Andre tidak mau di ajak bicara hanya karena sedang fokus mencari Gadis yg dia temui waktu di bar beberapa Minggu yg lalu.
" Apakah lu suka banget sama gadis itu?, sampai temen lu sendiri dari tadi di kacangin aja."
ucap Adelia menggerutu kesal apalagi dia teringat kejadian pernikahan Alan yg baru dia hadiri tadi pagi, Rasanya dia ingin membunuh gadis yg menjadi mempelai Laki-laki impiannya.
Andre menutup laptopnya, kemudian melepaskan kacamata nya, dan mendongak kan kepalanya menatap Adelia yg sedang berdiri dihadapannya beberapa jam yg lalu.
" Apa lu nggak pegel berdiri terus menerus seperti itu?, gw tau lu pasti patah hati karena laki laki pujaan lu itu menikah dengan gadis lain, tapi gw kan pernah ingetin lu, jangan pernah menyimpan perasaan dengan laki laki yg bernama Alan, karena dia musuh gw, dan dia termasuk orang yang tidak suka dengan yg namanya Wanita."
ucap Andre panjang lebar, membuat Adelia menatap Andre sinis.
" Jika lu nggak mau bantuin gw buat bunuh Istrinya Alan, maka gw nggak akan segan segan memberi tahu Alan tentang lokasi tempat semua senjata ilegal yg lu kumpulin."
ucap Adelia mengancam Andre, laki laki itu Hanya tersenyum menyeringai.
" Jika seperti itu lakukan saja, dan gw bakal pastiin, kalau keluarga lu nggak akan bisa hidup tenang, sampai gw bisa membantai habis semua keluarga lu dari dunia ini, lu mau hal itu terjadi?."
ucap Andre menggertak, Adelia menelengkan kepalanya kesamping.
" Gw nggak peduli, karena dari gw lahir, keluar ke dunia ini orang tua gw nggak pernah peduli sama gw, Atau pernah memberikan kasih sayang gitu ke gw, mereka sama sekali tidak melakukannya seperti orang tua lainnya, dan hal itu membuat gw muak, dan menurut lu gw akan peduli lu mau bantai seluruh keluarga gw gitu!!, sorry gw nggak akan peduli, yg gw pedulikan saat ini adalah bagaimana caranya gw bisa menyingkirkan Gadis sialan itu dari sisi Alan, karena hanya gw saja yg bisa berdiri disamping Alan sebagai pendamping hidup nya."
ucap Adelia dingin, Andre hanya tersenyum misterius Mendengar ucapan Adelia.
" Terus apa keuntungan untuk gw nantinya?."
ucap Andre
" Gw bisa merubuhkan pertahanan Alan, dan membuat Laki laki itu tidak berdaya, dan jika saat itu terjadi, Alan sepenuhnya akan menjadi milik gw, dan lu mendapatkan gelar mafia yg terkuat di Indonesia."
ucap Adelia menyeringai.
" Gw suka rasa percaya diri lu itu, tetapi lu juga harus ingat Alan bukanlah laki laki yg sering lu temuin, semakin lu berusaha untuk menempel dengan Alan, semakin jijik Alan sama lu."
ucap Andre membuat Adelia menatap Andre tidak suka.
" Oh ayolah... bukankah lu udah tau bagaimana sikap pangeran es mu itu?."
ucap Andre dengan nada mengejek membuat Adelia memutar bola matanya jengah.
" Terus lu pikir gw harus diam aja gitu, melihat gadis jalan* itu menginjak kehormatan gw untuk yg kedua kalinya, oh sorry gw nggak bisa tinggal diam."
ucap Adelia emosi, karena dia mudah sekali terpancing emosi dan itu juga adalah kelemahan Adelia.
ucap Andre datar, membuat Adelia menghela nafas nya kasar.
" Sorry...gw tau gw orang yang mudah emosi, tapi jujur saat melihat sosok gadis itu berdiri disamping Alan, ingin rasanya gw menebas kepala gadis itu, dan memanjang nya sebagai aksesoris."
ucap Adelia, aura pembunuh nya mulai keluar, membuat Andre merinding, apalagi melihat wajah Adelia saat ini.
Adelia sosok yg imut dan juga sexy dalam waktu bersamaan, tetapi siapa sangka ternyata perkerjaan gadis itu bukan hanya sebagai seorang model internasional, tetapi juga sebagai seorang pembunuh.
" Ok ok...gw bakalan bantuin lu, asalkan lu jangan ikut campur saat gw turun tangan, karena gw nggak mau orang lain ikut campur tangan."
ucap Andre datar.
" Iya iya...gw ngerti maksud ucapan lu, tetapi sebelum itu sepertinya lu perlu liat dulu istri dari Alan."
ucap Adelia sambil menyodorkan hpnya, Andre mengambil hp tersebut dan saat melihat foto tersebut, mata Andre membulat sempurna, tetapi beberapa detik kemudian senyuman devil terukir diwajah tampan nya.
" Dunia ini terlalu sempit ternyata, saat Anak buah gw mencari gadis ini dengan susah payah, ternyata dengan mudahnya lu mendapatkan foto gadis ini."
ucap Andre membuat Adelia mengernyitkan keningnya bingung.
" Maksud lu apa?."
ucap Adelia.
" Dia adalah gadis yg gw cari selama ini, dan rencana gw berubah sedikit, gw nggak bakalan bunuh gadis ini, karena gadis ini telah menarik perhatian gw beberapa Minggu yg lalu."
ucap Andre
" Terserah lu, asalkan lu bisa memastikan kalau gadis lu itu nggak akan pernah dekat dekat lagi dengan Alan, maka gw akan melepaskan gadis itu."
ucap Adelia tegas.
" Tenang, gw nggak akan pernah ngebiarin Gadis ini di miliki orang lain, selain gw."
ucap Andre percaya diri.
πΈπΈπΈπΈ
maaf ikut iklan
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca βΊοΈ