Try Not to Fall In Love

Try Not to Fall In Love
Bab 87



" Aku mencintaimu bukan hanya karena kamu siapa, tapi juga karena menjadi apa diriku saat bersamamu."


—Christina Aira Agustin—


🌸🌸🌸🌸


Deburan ombak terdengar begitu jelas, Pasir putih menghiasi pantai tersebut, suasana malam begitu terasa di pantai tersebut, dan seorang gadis sedang berdiri diatas pasir tanpa alas kaki, Gadis itu adalah Aira, ia menatap lurus pantai dan mencoba untuk memahami apa yg sebenarnya sedang terjadi padanya saat ini, dia merasa bingung bukan main, Aira merasakan detak jantungnya yg mulai berdetak dengan normal Seperti biasanya.


" Kenapa tadi jantung gw berdetak nggak karuan, seakan akan jantung gw bisa keluar kapan saja?." pikirnya.


Tanpa Aira sadari ternyata Alan mengejarnya sambil membawa sebuah selimut tipis ditangannya, Alan mulai berjalan mendekati Aira, Laki laki itu tidak tau harus melakukan apa, dia bukanlah laki laki yg lembut apalagi romantis.


Plukk..


Aira tersentak bukan main saat seseorang menyelimuti pundaknya secara tiba-tiba, dan yang membuat Aira semakin terkejut adalah dia sama sekali tidak mendengar langkah kaki yg mendekatinya, tiba tiba saja dia mulai parno, gadis itu langsung memejamkan matanya dengan kuat, dia takut yg menyelimutinya tadi adalah mahluk astral.


Alan tersenyum kecil melihat kelakuan gadis tersebut


" Sepertinya dia benar-benar takut dengan hantu!." pikirnya.


" Ini gw!."


ucap Alan, Suara tersebut tidak asing ditelinga Aira, gadis itu mulai membuka matanya Secara perlahan, kemudian dia menolehkan kepalanya kesamping, kemudian gadis itu mulai mengelus dadanya.


" Kalau penakut, jangan keluyuran sendiri, disini mah tempatnya angker loh!."


ucap Alan yg sengaja menakut nakuti Aira, dan benar saja, gadis itu secara refleks langsung memegang tangan Alan, laki laki itu sedikit terkejut karena perlakuan tersebut.


Alan pun semakin ingin mengerjainya saja.


" Jarang jarang bisa bikin dia takut kayak gini.. hehehe!."pikirnya.


" Balik yuk ke villa!."


ucap Aira yg semakin erat memegangi tangan Alan.


" Lu mau langsung balik aja nih, nggak mau menikmati suasana malam pantai gitu?."


ucap Alan.


" Nggak... nggak usah...gw mau balik sekarang juga..Ayo..kunyittt!."


ucap Aira sambil menarik tangan Alan untuk kembali ke villa, laki laki itu berusaha untuk tidak tertawa.


" Iya...iya ayo!."


ucap Alan, mereka berdua mulai berjalan kembali menuju Villa.


Sesampainya di villa, Aira langsung berjalan menuju kamarnya, dan Alan mengekor dibelakangnya. Gadis itu langsung duduk di ranjang, seakan-akan tidak terjadi apa-apa diantara mereka berdua.


Alan mulai merebahkan tubuhnya diatas ranjang, Aira memperhatikan laki laki tersebut yg berbaring tidak canggung disampingnya.


" Ini anak kunyukkk.. nggak canggung apa langsung tiduran aja begitu?." pikirnya


" Kenapa ngeliatin aja?, kenapa nggak tiduran?, emangnya lu nggak lelah seharian jalan kaki?, dan melakukan aktifitas lainnya?."


ucap Alan santai, gadis itu terlihat diam untuk beberapa saat.


" Tenang saja, gw bukan cowok yg berpikiran sempit, dan gw selalu menghormati perempuan, jadi tenang aja gw nggak bakalan nyentuh lu kok!."


ucap Alan, laki laki itu memperhatikan raut wajahnya, Alan yakin gadis itu pasti tidak akan mempercayai ucapan nya barusan pikirnya, tetapi sepertinya pemikiran nya salah besar.


Gadis ini benar benar tidak bisa ditebak. pikirnya.


" Lama lama mata lu bakalan keluar!."


ucap Aira santai, Alan pun sadar.


" Kenapa lu tiduran disamping gw?."


ucap Alan, dia berusaha untuk menutupi kegugupannya.


" Ya mau ngapain lagi, pastinya tidurlah!, lagian tadi kan lu udah ngomong kalau lu cowok yang menghormati perempuan, jadi gw berusaha untuk mempercayai ucapan lu barusan, jadi gw harap lu jangan menyia-nyiakan kepercayaan gw kepada lu!."


ucap Aira, Alan tersenyum mendengar ucapan Aira.


" Apakah gadis ini telah membuka perasaannya?." pikirnya.


" Kunyit."


ucap Aira memanggilnya.


" Hei!."


ucap Aira memanggilnya untuk yg kedua kali.


" Woy.. kunyit!."


ucap Aira panggilnya lagi sedikit lebih keras.


" Nggak perlu teriak teriak juga kali!, telinga gw masih berfungsi dengan baik soalnya!."


ucap Alan.


" Habisnya gw panggil lu beberapa kali nggak jawab jawab, lu lagi mikirin apa sih sebenarnya?."


ucap Aira kesal


" Gw lagi mikirin lu!."


ucap Alan menggoda Aira, gadis itu memperlihatkan ekspresi seperti ingin muntah, Alan pun tertawa melihatnya.


" Kenapa lu ketawa, emangnya ada yg lucu!."


ucap Aira, gadis itu menahan untuk tersenyum.


" Ekspresi wajah lu lucu banget tau, sepertinya lu berbakat untuk menjadi seorang komedian!."


ucap Alan.


" Dasar kampret!."


ucap Aira sambil melemparkan bantal kewajah Alan.


.


.


.


.


.


Terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️