
Aira sedang menikmati makanannya bersama dengan kedua sahabatnya.
" Ra..gw kemaren ketemu ka Rizal!."
ucap ChaCha membuka pembicaraan sambil memasukkan makanannya kedalam mulutnya.
Aira mengangkat kepalanya, karena tiba tiba saja dia merasa penasaran dengan ucapan ChaCha. Tanpa mengeluarkan suara sedikitpun ChaCha pun menceritakan kejadian kemarin malam, dan Aira menyimak setiap ucapan yg keluar dari mulut ChaCha, Tiba tiba Aira sedikit merasa bersalah.
" Terus sekarang itu anak lagi dimana?."
ucap Aira bertanya singkat masih menatap ChaCha.
" Nggak tau!!, gw kan bukan ibunya."
ucap ChaCha sambil mengedipkan bahunya. dan melanjutkan makannya. Aira terdiam sejenak, dia mengernyitkan keningnya beberapa saat kemudian dia mengeluarkan hpnya dan menelpon seseorang.
" Nelpon siapa?."
ucap ChaCha penasaran.
" Anak bocah."
ucap Aira asal, tetapi ChaCha mengerti dan menganggukkan kepalanya, sedangkan Violeta yg tidak mengerti alur pembicaraan dari awal hanya memilih untuk diam dan tidak ikutan nimbrung. karena dia masih fokus dengan mangkok yang berisikan baso dihadapannya.
Aira menghembuskan nafasnya berat dan memasukkan kembali hpnya kedalam tasnya.
" Kenapa?."
ucap ChaCha penasaran.
" Dia nggak angkat telponnya."
ucap Aira yg tidak tiba saja tidak bersemangat.
" Oh ayolah Ra, jangan pesimis Seperti itu... positif thinking aja... Mungkin itu anak lagi punya kesibukan atau mungkin saja hpnya sedang mode silent."
ucap ChaCha memberi alasan, Aira terdiam sejenak tetapi kemudian dia merasakan sesuatu yg tidak asing dalam hatinya. seperti ada sesuatu yang hilang.. pikirnya
" Tapi gw mau nelpon itu orang, gw pengen denger suaranya."
ucap Aira yg bersikukuh
" Lu bukan anak kecil yg baru lulus SD Ra, lu bisa telpon dia nanti.. mungkin setelah kita pulang dari sini."
" Tetapi gw pengen dia angkat telepon, gw...gw kangen sama itu anak...gw nggak tau kenapa gw merasa ada sesuatu yang hilang."
ucap Aira yg tiba-tiba saja meracau, Sedangkan ChaCha yg mendengar ucapan Aira, Sepertinya dia salah paham.
" Ra... Bagaimanapun juga lu itu udah nikah, lu Nggak bisa menaruh hati ke cowok lain selain suami lu, dan juga Rizal termasuk orang yang baru lu kenal, dan seingat gw lu itu paling anti sama mahluk yg namanya cowok.. tetapi kenapa sekarang lu berubah?."
ucap ChaCha panjang lebar, tetapi terdengar jelas dari nada bicaranya jika ChaCha seperti sedang menyembunyikan sesuatu, Aira terdiam. kemudian dia tertawa kecil membuat ChaCha mengernyitkan dahinya bingung.
" Kenapa lu ketawa?, emangnya omongan gw tadi ada yg lucu?."
ucap ChaCha kesal, Aira tersenyum lebar memperlihatkan barisan giginya yang putih.
" Lu kelihatan banget sukanya sama Rizal Cha."
ucap Aira membuat gadis itu membuka matanya lebar-lebar.
" Lu ngomong ngawur nih, Dan juga jangan mengalihkan topik pembicaraan."
ucap ChaCha tegas.
" Oh... siappp Bu bos, dan tenang saja, gw nggak memiliki perasaan seperti yg lu miliki untuk Rizal, dan jujur saja gw juga nggak tau, kenapa gw bisa dekat dengan Rizal, hanya saja jika boleh jujur, gw nyaman sama dia tapi rasa nyaman tersebut hanya sebatas teman, dan tidak lebih dari itu, dan tenang saja gw masih ingat kok kalau gw itu udah nikah, tetapi lu juga harus tahu kalau pernikahan gw ini adalah paksaan, dan gw masih anti sama yg namanya cowok."
ucap Aira menjelaskan panjang lebar kepada. dan kemudian melanjutkan makannya kembali, Aira melirik ChaCha sekilas yg sedang tersenyum kecil setelah mendengar ucapan Aira tadi.
Setelah selesai makan, mereka bertiga pun mulai berjalan dan meninggalkan kantin tersebut.
" Cha... tenang saja..gw itu sahabat lu...dan gw nggak mungkin merampas kebahagiaan sahabat gw sendiri."
ucap Aira sambil tersenyum dan menepuk pundak ChaCha.
.
.
.
.
terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️