Try Not to Fall In Love

Try Not to Fall In Love
Bab 47



Tiba tiba saja Rachel tertawa keras membuat Aira menatap Rachel kebingungan.


" Ini anak kesambet setan apa pagi pagi?." pikirnya


" Oh... ayolah Aira.... ekspresi wajah lu tadi bener bener lucu banget, seharusnya gw foto tadi."


ucap Rachel disela tawanya, Aira mengerutkan keningnya.


" Ah sudahlah...lu Sepertinya Nggak bisa diajak bercanda."


ucap Rachel, Aira pun seketika langsung mengerti dia pun tersenyum kecil kikuk.


" Habisnya lu lihat gw serius banget tadi."


ucap Aira sambil menggaruk leher belakangnya.


" Oh ayolah Ra, sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga, serapat apapun lu menyembunyikan bangkai pasti akan tercium juga."


ucap Rachel sambil melajukan mobilnya meninggalkan Aira sendirian.


" Mereka berdua memang kakak beradik, sama sama menyebalkan, dan apa maksud perkataan Rachel tadi, Apa dia benar benar sudah mengetahui siapa gw sebenernya."


ucap Aira pelan, dan tanpa Aira sadari seseorang dari kejauhan sedang memperhatikan dirinya sambil tersenyum misterius.


" Dia cukup.... menarik."


ucap seseorang.


Selang 10 menit setelah Aira ditinggalkan oleh Rachel, sebuah mobil jazz berhenti didepan nya, dan Aira tau betul itu mobil milik siapa.


" Kenapa ini anak juga ikut."


ucap Aira bercanda sambil menunjuk kearah Violeta, Violeta langsung mengerucutkan bibirnya.


" Hitung hitung hemat ongkos Ra."


ucap ChaCha, Aira tersenyum mendengar ucapan Chacha apalagi setelah melihat ekspresi wajah Violeta yg masih cemberut.


" Woy.... Kalau lu cemberut lagi gw bakalan balik lagi nih."


ucap Aira mengancam, dan seketika Sebuah senyuman manis terukir diwajahnya.


" ET...jangan."


ucap Violeta sambil memeluk lengan Aira, menahannya, Aira tersenyum melihat reaksi manis Violeta.


Mereka bertiga akhirnya masuk kedalam mobil tersebut, dan Chacha mulai melajukan mobil tersebut menuju kampus xxx. Sesampainya mereka dikampus, ChaCha sedang memarkir mobilnya, Aira dan Violeta keluar duluan sambil menunggu Chacha, setelah selesai memarkirkan mobilnya.


Mereka bertiga mulai berjalan masuk kedalam kampus.


" Eh bentar...Ra lu mau ambil jurusan apa?."


Ucap ChaCha sambil berjalan.


" Kedokteran."


ucap Aira singkat.


" Ah kita bakalan beda jurusan Ra."


ucap Violeta menyelang pembicaraan.


" Emangnya lu mau ambil jurusan apa?."


ucap ChaCha heran, karena Sepertinya Aira tidak ingin bertanya.


" Ekonomi."


ucap Violeta, membuat Aira dan ChaCha seketika tertawa mendengar ucapan Violeta yg seperti lelucon untuk mereka berdua, tetapi Violeta menatap heran mereka berdua.


" Kenapa lu berdua ketawa keras kayak begitu?."


ucap Violeta.


ucap ChaCha menahan tawanya, Violeta menganggukkan kepalanya mantap.


" Dengerin gw baik baik ya Violeta yg cantik..tapi kura kura....Lu tau nggak Jurusan ekonomi itu rata rata mata pelajaran berhubungan dengan angka angka, dan gw bisa pastiin kalau lu setiap harinya bakalan ngeluh sama kita berdua."


ucap ChaCha, membuat Violeta terdiam memahami ucapan ChaCha barusan, tetapi sepertinya Violeta belum mengerti.


" Oh ok...gw bakalan ambil jurusan ekonomi.. karena saran lu."


ucap Violeta sambil tersenyum mantap, sedangkan Chacha langsung menepuk jidatnya sendiri, dia tidak tau harus berbuat apalagi, sedangkan Aira terlihat sedang menikmati tontonan gratis menurutnya.


" Aih terserah lu dah Vio."


ucap ChaCha pasrah.


" Dan lu mau ambil jurusan apa Cha?."


ucap Aira tiba tiba.


" Gw mau ambil jurusan psikologi."


ucap Chacha yg terdengar antusias.


" Berarti lu bakalan sering ketemu dengan orang gila?."


ucap Violeta spontan.


" Koreksi...bukan orang gila.. tetapi orang dengan gangguan mental, itu yg benar."


ucap Chacha membenarkan.


"Sama aja dong."


ucap Violeta.


" Tentu saja beda."


ucap Chacha.


Violeta dan Chacha Sepertinya akan mulai berdebat.


" Kalian berdua bukan anak kecil lagi.. kita kesini buat daftar kuliah.."


ucap Aira membuat mereka berdua terdiam.


" Iya Ra."


ucap mereka berdua bersamaan.


" Kayak gini kan lebih baik, adem gitu liatnya."


ucap Aira sambil tersenyum simpul.


Mereka bertiga pun mulai berjalan menuju tempat pendaftaran.


.


Mampir juga yuk



.


.


terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️