
" Kamu mau makan sate?."
ucap Alan memastikan nya kembali, mereka berdua berhenti di depan gerobak, tukang sate.
" Aku memang mau makan sate, kalau kamu nggak suka sate, kita bisa cari makan ditempat lain aja!."
ucap Aira, Alan terdiam sejenak walaupun dia ingin mengajak Aira makan ditempat lain dia tidak tau makanan kesukaan Aira secara spesifik.
" Aku nggak keberatan kok makan disini, kalau kamu suka."
ucap Alan pengertian, Aira tersenyum mendengar ucapan Alan, baru kali ini ia tidak perlu mengalah. pikirnya, Aira tersenyum.
"Mas pesan 20 tusuk, jangan lupa pake lontongnya dua!."
ucap Aira sedikit berteriak, Alan terkejut mendengar suara Aira, tetapi sejurus kemudian dia terkekeh kecil, dan memperhatikan Aira yg sudah duduk manis di bangku.
" Dia memeng benar cewek ajaib!."
ucap Alan pelan, kemudian dia duduk disampingnya Aira yg tengah menyeruput minuman es nya.
" Kamu haus?."
ucap Alan, Aira nyengir kuda, Alan tersenyum melihat pemandangan tersebut.
" Mau minum apa?."
ucap Alan.
" Es nutrisari aja!."
ucap Aira santai, Alan mengernyitkan keningnya.
" Kamu mau es yg sama?."
ucap Alan bingung.
" Iya."
ucap Aira singkat, Alan menggelengkan kepalanya.
" Tapi jangan banyak banyak minum esnya, nanti perut kamu kembung!."
ucap Alan mengingatkan.
" Tenang, aku udah biasa kok minum es.. jajanan sehari hari pas sekolah dulu."
ucap Aira, Alan dibuat diam.
" Ya sudah, terserah kamu saja jika seperti itu."
ucap Alan yg tidak mau ambil pusing. tidak lama setelah itu sate yg mereka pesan sudah datang, Aira terlihat begitu lahap menyantap sate ayam tersebut, sedangkan Alan dia hanya bisa tersenyum manis melihat Aira yg semangat makan sate.
" Sate kamu kok masih utuh?."
ucap Aira bertanya sambil melihat piring yg masih penuh di tangan Alan.
" Aku sedang asik lihat kamu makan!."
ucap Alan jujur.
" Apakah sate ini enak?, sampai kamu begitu lahap saat menyantapnya?."
" Enak banget, dan sekarang aku mau pesan lagi!."
ucap Aira bersemangat sedangkan Alan hampir tersedak mendengar ucapan Aira.
" Bang!!, sate 15 tusuk lagi... jangan pake lontong!."
ucap Aira cukup keras.
" Siap mba!."
ucap tukang sate.
" Itu perut atau karet?."
ucap Alan heran, sambil menatap Aira, sambil tersenyum memperlihatkan deretan giginya yg rapih, Alan terkekeh kecil melihat nya.
" Kamu itu jadi cewek nggak ada jaim jaim sedikitpun yahh!!."
ucap Alan sambil geleng-geleng kepala dan tertawa kecil, Aira pun tersenyum lebar.
" Kalau aku jaim, perut aku nggak bakalan kenyang dong kalau kayak gitu, lagian mau ngapain jaim sama suami sendiri..heheheheh!."
ucap Aira sambil tersenyum manis, Alan tersenyum manis, Aira benar benar seperti pelangi setelah hujan reda. pikirnya.
" Kamu mau makan punya aku?."
ucap Alan sambil menyodorkan piringnya, Aira langsung menolaknya.
" Nggak, kamu harus makan!, aku tau kalau kamu itu belum makan apapun, aku nggak mau kamu jatuh sakit karena aku makan sate jatah kamu!."
ucap Aira, Alan tersenyum.
" Itu tidak akan pernah terjadi Aira, lagian jika aku sakit, aku tidak akan khawatir lagi, karena kamu pasti akan merawat aku, bukankah seperti itu?."
ucap Alan sambil tersenyum.
" Nggak bakalan tuh!!!, Kalau kamu sakit nanti aku gelindingin badan kamu keluar dari kamar, biar para Maid yg ngerawat kamu!"
ucap Aira, Alan langsung menatap Aira tidak percaya.
" Masa kamu tega sih!!, sama suami kamu yg tampan ini hmmm!."
ucap Alan memelas sambil menatap Aira dengan puppy eyes miliknya, Aira tersenyum melihat tingkah laku Alan saat ini.
" Aku hanya bercanda, tapi kalau kamu tidak menghabiskan makanan mu saat ini, mungkin aku akan melakukannya saat kamu sakit nanti!."
ucap Aira, Alan langsung memakan sate miliknya, Aira tersenyum melihatnya.
.
.
Mohon maaf kak.. jarang update 🙏
.
.
terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️