
Beberapa hari kemudian, setelah kejadian beberapa hari yg lalu, Aira lebih memilih untuk menjadi pendiam tidak banyak bicara, Aira tidak pernah berbicara dengan Alan, begitu pula sebaliknya.
Aira selalu memakai celana baggy dan baju yg oversize untuk menutupi lekuk tubuhnya.
Aira berakting seperti orang anti sosial dan selalu dingin kepada laki laki dari kecil, dan karena hal itu para laki laki akan membencinya dan tentunya saja, pastinya mereka tidak ingin berbicara dengan dirinya sedikitpun, semua itu Aira lakukan karena Papahnya selalu memanggilnya wanita Jalan* dan selalu tidak percaya kepada dirinya.
Kembali lagi ke cerita man, Aira tidak ingin Alan sampai tertarik kepadanya, mau dia sebagai Aira ataupun wanita yg di bar.
Aira masih mengingat betul dengan rencananya, dan karena hal itu, Aira memilih untuk menghindari Alan, dan tidak ada percakapan sedikitpun dengannya.
Selama beberapa hari ini Aira bisa menjalin hubungan baik dengan Rachel, Aira baru tau jika Rachel adalah gadis yg periang lucu, dewasa, ketika di luar dia seperti wanita yg profesional tetapi ketika didalam rumah, imej wanita kantoran langsung sirna digantikan dengan sifat periang dan cerewet.
Mereka berdua sangat lah dekat sampai Aira bisa menjadi dirinya sendiri disaat mereka berdua, tetapi ketika Rachel tidak ada, maka Aira akan diam kembali.
Sedangkan disisi yg lain, Aldi masih melanjutkan mencari informasi tentang 'Princess', Aldi sudah hampir selesai mengumpulkan informasi tentang gadis itu, akan tetapi, dirinya merasa jika hal yg dia lakukan saat ini, itu tidak benar. karena dirinya juga merasa prihatin kepada Aira, karena gadis itu sekarang adalah istri Alan, dan Aldi sedikit mengetahui jika Aira akan merasa senang jika dirinya bisa keluar dari pernikahan yg tidak diinginkan tersebut.
Di satu pagi.
Aira sedang mengelilingi mansion, karena dia mendengar dari seorang maid, jika semua orang sedang berada diluar.
Aldi pergi ke mansion yg di tempati Alan, karena dia lupa, dia meninggalkan sebuah berkas diruang belajar Alan, setelah mengambil berkas tersebut Aldi ingin meninggalkan mansion tersebut, dan saat itu dia tidak sadar jika dia menjatuhkan jaket merek saint Laurent, dan tidak sengaja Aira sedang lewat.
Dan dia sadar Aldi menjatuhkan jaket yg berwarna merah, Aira hampir saja memanggil nama Aldi, tetapi dia ingat dia harus tetap diam, tetapi dia juga tau jika Aldi lah yg selama ini sedang mencari tau tentang dirinya, dia berharap semoga saja Aldi tidak mengenalnya.
Dan disinilah Aira sedang berusaha untuk memanggil Aldi atau tidak, sedangkan Aldi terus berjalan meninggalkan jaketnya yg harganya hampir 19000$ yg terjatuh dilantai.
Aira menghela nafas kemudian.
" Maaf!!."
ucap Aira, Aldi langsung menoleh kebelakang saat mendengar suara tersebut, Tadinya Aldi ingin menanyakan apakah Aira yg memanggilnya tadi, tetapi perhatian nya sekarang tertuju ke jaketnya. dengan cepat Aldi menghampiri Aira.
"Ah itu punya saya, Saya tidak sengaja menjatuhkan nya!."
ucap Aldi, Aira memberi jaketnya.
" Ummm... terimakasihmasih."
ucap Aldi
" Sama sama."
ucap Aira yg suaranya baru terdengar, mendengar suara Aira Aldi pun sadar jika Aira sedang ragu.
" Ah... sepertinya kamu belum tau saya!."
ucap Aldi.
" Temannya tuan mesum bin somplak, siapa lagi memangnya?." pikir Aira
" Sebenarnya saya tidak sempat untuk memperkenalkan diri saya, maka dari itu saya Aldi, teman Alan."
ucap Aldi sambil menyodorkan tangannya, tetapi Aira tidak menggapai tangan tersebut, Aira hanya memperhatikan wajah Aldi kemudian tangannya beberapa kali.
" Saya rasa..kamu merasa kurang nyaman Sepertinya!."
ucap Aldi
" Ah baiklah jika seperti itu, jika nanti kamu memerlukan sesuatu, panggil saja kakak!."
ucap Aldi sambil menurunkan tangannya.
" Ah.. baiklah jika seperti itu kakak pergi dulu!."
ucap Aldi.
" Big Bro!."
ucap Aira.
" Huh?."
ucap Aldi.
" Seharusnya kamu memanggil saya kak-."
ucap Aldi terpotong.
" Big Bro!."
Aldi berhenti berbicara, kemudian Aldi mulai memperhatikan baju yg Aira pakai. Tidak memakai make up, tidak memakai aksesoris, tidak memakai perhiasan, hanya memakai baju yg nyaman, gaya santai. dan karena hal itu Aldi berasumsi jika Aira itu tomboy.
" Tuan,klien sedang menunggu kita!."
ucap seseorang, orang itu memberi tahu Aldi supaya Aldi bergerak cepat, Aldi membalikkan tubuhnya kemudian tersenyum kepada Aira.
" Selamat tinggal Bro!."
ucap Aldi, dengan itu Aldi meninggalkan Aira yg masih terdiam, Aira selalu merasa senang jika seseorang memperlakukan dirinya seperti laki laki, dan karena hal itu tanpa sadar Aira sedikit memberi hormat kepadanya.
Puk..
Seseorang menepuk pundak Aira, membuat gadis tersebut menoleh kebelakang, dan mendapati Sosok Rachel sedang berdiri dibelakangnya sambil menenteng paper bag.
" Ngapain lu bengong aja?."
ucap Rachel.
" Ah.. nggak ada apa apa, itu ngapain lu bawa paper bag banyak banget?."
ucap Aira heran, Rachel memberikan tatapan aneh kepada Aira.
" Jangan bilang Kakak gw nggak ngasih tau lu tentang party nanti sore?."
ucap Rachel bertanya, Aira menggelengkan kepalanya.
" Oh shittt!!, untung aja gw berinisiatif untuk beliin lu gaun, coba Kalau nggak..bisa berabe jadinya."
ucap Rachel.
" Emangnya gw harus ikutan?."
ucap Aira yg terdengar enggan untuk pergi.
" Lu harus pergi karena party ini juga merayakan pernikahan kalian berdua, jadi lu dan Abang gw perlu hadir."
ucap Rachel tegas, Aira terdiam karena dia masih tidak mengerti, Rachel pun terdiam dan akhirnya menjelaskan.
" Party yg diadakan sore nanti itu adalah acara tentang pertama karena telah berhasil mengerjakan proyek yang besar, dan perayaan pernikahan Abang gw dan lu."
ucap Rachel panjang lebar, Aira terdiam dia merasa tidak tenang karena dia ingin menjadi seorang pendiam, tetapi party tersebut mengharuskan setiap orang untuk berbicara berinteraksi dengan orang lain.
" Oh tenang aja...lu bisa serahin sama tangan magic gw...gw bakalan rubah wujud bebek lu ini menjadi wujud angsa yg cantik."
ucap Rachel yg terdengar antusias, sedangkan Aira dia masih termenung di tidak tau harus melakukan apa. pikirnya.
Di sore hari, Di Party.
Party dilaksanakan di sebuah istana sedikit jauh dari mansion milik Alan, untuk menyambut kedatangan para tamu membuat Alan datang lebih dahulu dibandingkan keluarga nya, dan tanpa istri barunya
Party sudah dimulai, dan perusahaan yg berhubungan baik dengan perusahaan Alan semuanya diundang, maupun yg bersaing dengan perusahaan Alan semuanya diundang, para karyawan dan orang politik lainnya dan orang orang pembisnis Mereka juga turut ikut hadir.
Alan dan Aldi sedang menyambut para tamu, dan sekarang mereka berdua sedang menunggu kedatangan keluarganya.
" Alan Lihatlah, gw sudah menemukan beberapa jejak yg mengarah kepada gadis itu, tetapi Alan, gw ini sahabat baik lu, gw hanya menyarankan lu untuk mengagumi apa yg lu miliki saat ini(Aira), daripada terburu buru mengejar sesuatu yg belum tentu lu bisa dapatin (Princess)."
ucap Aldi, Alan hanya memberikan tatapan kosong, dia sama sekali tidak memberi reaksi apapun.
.
.
.
.
.
.
.
Terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️