Try Not to Fall In Love

Try Not to Fall In Love
Bab 90



" Jika kau mencintai seseorang, biarkan dia pergi, jika dia kembali, dia akan selalu menjadi milik mu, tapi kalau tidak, dia tak akan pernah menjadi milikmu."


—Christina Aira Agustin—


🌸🌸🌸🌸


Aira duduk ditempat biasanya Alan menunggu dirinya masak, tanpa Aira sadari Gadis itu terus terusan memperhatikan apa saja yg dilakukan oleh Laki laki itu.


Tanpa Aira sadari senyuman manis terukir diwajahnya, dan Alan ternyata memergokinya, tiba tiba saja Alan memiliki niat untuk menggodanya, mungkin menggoda Aira sudah menjadi rutinitas baginya, mungkin itulah yang dia pikirkan saat ini.


" Nggak perlu di lihatin kayak gitu juga kali!!, tenang aja kok, nggak bakalan ada yg rebut gw dari lu ini!."


ucap Alan sambil tersenyum jahil, Aira dibuat melongo mendengar ucapan Alan barusan, tetapi sejurus kemudian, wajahnya mulai memerah.


" Bisa mati berdiri deh ini gw, ini anak mesum sejak kapan sih belajar ngomong kayak gini!." pikirnya, Aira mulai merasakan jika jantungnya mulai berdetak kencang kembali.


" Habislah sudah!."


ucap Aira pelan sambil menundukkan kepalanya, suaranya terdengar seperti sedang berbisik.


" Kalau ngomong jangan bisik bisik, nggak kedengaran tau."


ucap Alan pelan, Aira bisa merasakan hembusan nafasnya, dia langsung mendongakkan kepalanya, dia terkejut bukan main, wajahnya kini tepat persis didepan wajah Alan.


Ia dengan susah payah menelan ludahnya sendiri, karena tenggorokannya Tiba tiba saja menjadi kering, seperti gerakan slow motion hal itu terjadi untuk beberapa menit.


Keduanya bahkan saling menautkan pandangannya masing masing, sampai sampai nafas mereka berdua tertahan untuk beberapa saat.


" Ehemmm.."


Alan pun tersadar, tetapi bukannya menjauhkan wajahnya, dia malah semakin mendekatkan wajahnya kedepan Aira, membuat gadis itu tidak berkutik.


Aira menatap manik mata Alan yg berwarna coklat gelap, manik mata yg mampu membuat jantungnya tidak bisa berdetak dengan normal, itulah yang dipikirkan Aira saat ini, saat gadis itu tengah asik, memperhatikan manik mata Alan, Laki laki itu kemudian tersenyum jahil.


" Sepertinya gw perlu ngajuin pajak, tentang ketampanan yg gw miliki ini, bukankah begitu!, kan sayang kalau ketampanan yg gw miliki ini di nikmati secara gratisan!."


ucap Alan asal, Aira langsung mengernyitkan keningnya dia mencoba mencerna ucapan Alan barusan. kemudian Aira mendengus dingin.


" Dasar cowok aneh!."


ucap Aira sambil menggelengkan kepalanya beberapa kali.


" Ngatain gw cowok aneh, tapi buktinya lu suka kan sama cowok aneh ini!."


ucap Alan bercanda sambil terkekeh kecil, Aira terdiam selama dua detik, kemudian dia berusaha untuk tetap tenang.


" Jangan sampai dia tau, karena gw yakin cowok macam dia ini, adala playboy, gw nggak mau nyakitin perasaan gw sendiri.. Tapi Apakah wajah gw begitu mudah untuk di tebak?." pikirnya


" Ya elahhh...malah ngelamun lagi!."


ucap Alan sambil geleng-geleng.


ucap Aira ketus.


" Jadi cewek itu jangan ketus, nanti lu susah ketemu jodohnya baru tau rasa!."


ucap Alan.


" Emangnya jodoh yg ngatur lu kunyit!!, buktinya walaupun gw judes, ketus, nyatanya gw udah menikah dengan lu!."


ucap Aira panjang lebar, saat dia sadar dengan ucapannya, dia langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya, Alan tersenyum menyeringai, kemudian dia mulai mendekatkan kepalanya.


" Sepertinya lu sudah mulai menerima gw sebagai suami lu, bukankah begitu Aira!, my princess hmmm!."


ucap Alan pelan sambil tersenyum simpul.


" Oh tuhan, itu wajah... rasanya pengen sekali gw tampol." pikirnya mengumpat kesal.


" Inget,, nggak baik mengumpat tentang suami kamu, walaupun hanya dalam hati sekalipun!."


ucap Alan.


" Aih...sejak kapan sih lu suka ceramah huh!,... udah Sono masak, gw pengen makan!."


ucap Aira sambil mendorong tubuh Alan dengan keduanya tangannya.


" Siap my bos."


ucap Alan sambil mengacak-acak rambutnya Aira, dan mulai berjalan mendekati tempat memasak, dan mulai melanjutkan aktivitas yg tadi berhenti.


" Sepertinya hati mu mulai terbuka Aira!."


ucap Alan bergumam pelan, dan untungnya tidak terdengar oleh Aira.


.


.


.


.


.


.


.


Terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️