Try Not to Fall In Love

Try Not to Fall In Love
Bab 93



" Kamu memiliki tempat dihati Aku yg tidak bisa dimiliki oleh siapapun."


—Christina Aira Agustin—


🌸🌸🌸


Terlihat dua insan yang sedang berjalan di hamparan pasir putih, sambil menikmati pemandangan yang menyejukkan mata dan pikiran mereka.


Ingin rasanya gw menikmati momen seperti ini lebih lama lagi. Pikir Alan, untuk pertama kalinya dia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari sosok gadis yg sedang berdiri disampingnya.


Benar benar pemandangan yg indah. Pikirnya, Alan tidak ada habis habisnya memuji Aira, tetapi dia bukan tipikal orang yang bisa menunjukkan perhatiannya secara lisan.


" Apa ada sesuatu diwajah gw!."


Ucap Aira membuat Alan tersadar, tanpa mengalihkan matanya.


" Hmmm...gw baru sadar kalau wajah lu itu nggak oval ya!."


Ucap Alan asal, Aira langsung mencubit lengan Alan gemas.


" Mata lu itu kayaknya perlu di bersihin dulu deh, muka gw oval kayak begini, masa lu sebut bukan oval."


Ucap Aira kesal.


" Ya elahhh...terima aja kali kalau wajah lu itu oval!."


Ucap Alan tidak mau kalah, dan pada akhirnya mereka berdua pun berdebat tentang bentuk wajah.


Selang beberapa menit, sepertinya mereka berdua mulai kelelahan karena berdebat tadi.


" Gw capek, gw haus...kita balik ke villa yuk!."


Ucap Aira mengajak Alan, laki laki itu memperhatikan Aira, dia sedikit menyesal.


" Mau gw piggyback seperti tadi pagi?."


Ucap Alan menawarkan, Aira menatap Alan dengan mata yg berbinar binar senang, karena jujur saja dia males untuk berjalan kaki menuju villa saat ini.


" Kalau lu nggak keberatan sih boleh boleh aja!."


Ucap Aira sambil tersenyum manis, Alan pun tersenyum.


" Kalau gw merasa keberatan, nggak mungkin gw nawarin kali sama lu, lagian kalau lu jalan pake kaki lu yg pendek itu pasti membutuhkan waktu yang cukup lama buat balik lagi ke villa."


Ucap Alan sambil tersenyum jahil.


" Aih...lu seneng banget sih julidin gw kunyit!."


Ucap Aira sambil cemberut.


" Habisnya lu itu lucu dan menggemaskan kalau lagi ngambek kayak gini!."


Ucap Alan sambil mencubit lembut pipi Aira, Matanya langsung membulat sempurna dan wajahnya langsung memerah seperti kepiting rebus, Alan mengernyitkan keningnya.


" Lu lagi nggak sakit kan?."


Ucap Alan sambil menempelkan tangannya di kening Aira, gadis itu di buat kikuk.


" Gini nih..kalau suka sama cowok patung es!, Datarnya bukan main!." Pikirnya mengeluh kesal.


" Sepertinya lu bener bener sakit deh, soalnya kening lu lumayan angett!."


" Terserah lu aja!."


Ucap Aira sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.


" Ini cowok..batu banget sih orangnya!, Apa jangan jangan dia nggak pernah pacaran sama cewek sebelumnya, makanya dia tidak tau apa-apa?." Pikirnya, banyak sekali pertanyaan yang tidak berani Aira tanyakan kepada orang yg bersangkutan nya.


" Apakah ada yg sakit?."


Ucap Alan khawatir, Alan menatap Aira dengan penuh perhatian.


Dug Dug Dug..


" Hadeh...tuan mesum...lu jadi cowok nggak peka pake banget, terus kayak batu es terkadang, gw lebih suka lu yg seperti itu karena gw bisa mengontrol detak jantung gw, tapi kalau sisi sifat lu yg seperti ini yg lu tunjukin ke gw... pengen banget rasanya gw berteriak kesal.. karena jantung gw berdetak nggak karuan."pikirnya, Aira menatap manik mata Alan, tetapi laki laki itu sepertinya masih khawatir.


" Apa kita perlu kerumah sakit?."


Ucap Alan tiba tiba membuat Aira tersadar.


" Nggak perlu!."


Ucap Aira dengan cepat.


" Hmmm... maksud gw, kita nggak perlu ke rumah sakit hanya gara gara gw demam ok, karena gw Bakalan sembuh sendiri saat istirahat sebentar di villa."


Ucap Aira beralasan, Alan terlihat tidak mempercayai ucapan Aira, saat dia ingin membuka mulutnya, Aira langsung menarik tangan Alan untuk berjalan pergi.


Tetapi langkahnya langsung terhenti karena Alan Tiba tiba saja berjalan didepannya dengan membelakanginya kemudian dia berjongkok didepan Aira, Aira tersenyum melihat tingkah Alan.


" Lu beneran mau gendong gw?."


Ucap Aira memastikan.


" Udah, naik aja."


Ucap Alan pintanya, tanpa banyak bicara Aira langsung mendekati Alan dan mulai melingkarkan tangannya dileher leher Alan.


" Udah belum?."


Ucap Alan.


" Udah, ayo jalan!."


Ucap Aira sambil menepuk pundak Alan pelan, Alan terkekeh kemudian dia mulai berdiri dan membenarkan gendongannya.


" Ok kita berangkat bocil!."


Ucap Alan, Alan pun mulai berjalan kembali.


.


.


.


.


.


Terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️