Try Not to Fall In Love

Try Not to Fall In Love
Bab 60



Alan sudah sampai ketempat tujuan, dia melihat banyak penjaga diluar yg menjaga tempat tersebut, dan saat mereka melihat Alan dengan sigap mereka membawa Alan kedalam.


Saat Didalam, Alan melihat seorang laki-laki duduk dikursi dan dikelilingi oleh sekelompok anak buahnya, dan saat laki laki tersebut melihat Alan, dengan cepat dia berdiri dan berjalan mendekatinya.


" Oh lihatlah...Apa yg kita punya sekarang hmm...Tuan Alan Gusti Nugraha datang sendirian."


ucap Laki laki tersebut.


" Lebih baik kita tidak membuang waktu kita dengan sia sia, sekarang laki laki itu dimana?."


ucap Alan datar.


Laki laki tersebut pun meminta salah satu anak buahnya untuk membawa pegawai Alan, dan dalam waktu satu menit, pegawai tersebut sudah berada dihadapan mereka.


Pegawai tersebut bernama Haikal yang "Loyal" ke perusahaan Nugraha sejak lama.


" Pak, Tolong saya!, saya tidak melakukan apapun."


ucap Haikal.


" Kenapa kamu menangkap dia?."


ucap Alan.


" Teman baik gw dibunuh satu tahun yg lalu, dan pegawai " Loyal" kamu ini, dia adalah salah satu yg merencanakan pembunuhan teman ku itu."


ucap laki laki tersebut. terlihat jelas dari sorot matanya yg menampakkan kemarahan dan hal itu membuat Haikal ketakutan.


" Apakah itu benar?."


ucap Alan.


" Tidak, pak saya sama sekali tidak melakukannya, dia berkata bohong."


ucap Haikal membela dirinya sendiri.


" Berbicaralah saja dengan jujur."


ucap Alan.


" Tidak Tuan, saya sama sekali tidak melakukannya, percaya lah dengan saya, dia itu bohong."


ucap Haikal, dia tetap menyangkalnya sampai akhir, dan Ekspresi Alan saat ini semakin gelap dan orang orang belum pernah melihatnya, dan laki laki tersebut melihatnya dan.


" Bos."


ucap laki laki tersebut.


" Kevin, berikan pistol saya."


ucap Alan dingin.


" Baik, Bos."


ucap Kevin.


" Saya yg akan mengatasi permasalahan ini dengan jalan saya."


ucap Alan, tidak ada seorangpun yang bereaksi kecuali Haikal, matanya membulat sempurna seakan-akan bola matanya siap keluar kapan saja.


" Ka..Kamu Ada ketua BANGTAN yg sebenarnya?."


ucap Haikal.


" Ada keraguan?."


ucap Alan sambil tersenyum misterius.


" Bagaimana mungkin-."


ucap Haikal terpotong.


ucap Haikal percaya diri. Alan sedang berusaha untuk menahan amarahnya tetapi sia sia, kemudian Alan siap siap menarik pelatuk pistol tersebut.


" Tuan,,,Tuan....Saya tidak tau apa yg sedang mereka bicarakan, tunjukkan belas kasihan untuk saya Tuan."


ucap Haikal ketakutan.


" Huh?, Belas kasihan?, Oke."


ucap Alan sambil menurunkan pistolnya kebawah sambil membalikkan tubuhnya, tetapi pistol tersebut masih ada didalam genggaman Alan.


Haikal berpikir jika kata katanya bisa memengaruhi pikiran Alan, tetapi belum juga Haikal bisa bernafas lega, karena tiba-tiba saja Alan membalikkan tubuhnya dan kemudian menembaknya.


Dor....


Laki laki tersebut berteriak kesakitan, dia sama sekali tidak mati, timah panas bersarang dilengan sebelah kirinya, tetapi tetap saja itu sangat menyakitkan.


" Urgggghhhhh."


Haikal mengerang kesakitan.


"Kamu meminta belas kasihan sekarang?."


ucap Alan dengan wajah dinginnya.


" Apakah anda juga memberikan belas kasih kepadanya saat Anda memotong lehernya?."


ucap Alan dingin.


" Dimana rasa belas kasihan anda saat anda membuat luka yg begitu dalam ditubuhnya?."


ucap Alan dingin.


" Apakah anda memberikan belas kasihan anda kepada dia saat anda membunuhnya?."


ucap Alan dingin. Kevin mendengarkan ucapan Alan sambil menutup matanya dan tangannya mulai membuat sebuah kepalan karena amarahnya.


" Reyhan itu adalah teman dia(Kevin)?."


ucap Haikal.


" Iya, dan sekarang beri tahu kita semua siapa saja yg terlibat dalam kasus pembunuhan ini."


ucap Laki laki lain yang tidak lain adalah teman sahabat Alan juga.


Haikal tanpa sengaja menyebutkan nama Reyhan, dan itu semakin membuat dirinya tersiksa.


"Saya...Urghhh..Saya tidak-."


ucap Haikal terpotong.


" Oh ayolah... berhentilah berakting karena itu akan sia sia saja, Bagaimana Reyhan bisa mati itu hanya kita yg tau dan hanya beberapa dokter."


ucap laki laki tersebut sambil tersenyum misterius.


.


.


.


.


Terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️