Try Not to Fall In Love

Try Not to Fall In Love
bab 48



Rizal berjalan masuk kedalam sebuah perusahaan, dan tidak ada orang yg menghalanginya untuk masuk kedalam lift yg khusus CEO dan sekretaris nya. karena mereka sudah tau siapa Rizal.


Ting..


Suara pintu lift terbuka, di lantai tersebut hanya ada ruangan CEO dan juga sekertaris. Rizal berjalan tergesa-gesa, tetapi tiba-tiba saja dia berhenti berjalan.


" Rizal?."


ucap seorang laki laki yg tidak lain adalah Aldi, menatap Rizal bingung, karena setahu dia Rizal masih berada diluar negri, terus kenapa ada disini. pikirnya, Rizal tidak menjawab ucapan Aldi, dia berjalan kembali mendekati Aldi dan Alan yg berada disampingnya Aldi, yg sedang menatap Rizal datar tanpa ekspresi apapun.


" Lu kapan datangnya?."


ucap Aldi setelah Rizal berada dihadapan mereka berdua, Terlihat jelas jika Rizal sedang menahan amarahnya, dan itu terlihat dari sorot matanya kepada Alan, tetapi sebenarnya apa yg terjadi, pikir Aldi.


" Lu bisa ceraikan istri lu?."


ucap Rizal tiba tiba tanpa basa-basi lagi, Alan mengernyitkan keningnya.


" Bentar, gw nggak ngerti maksud ucapan lu, lu nyuruh gw cerai sama istri gw?, emang hubungan nya apa sama lu?."


ucap Alan heran, karena setau Alan, Rizal bukan tipikal orang yg peduli dengan yg namanya wanita, tetapi kenapa sekarang dia terlihat peduli. pikirnya.


" Gw tau, pernikahan lu dengan Aira itu hanya sebuah paksaan, dan gw yakin Aira. juga nggak suka sama lu."


ucap Rizal tegas.


" Bentar man, lu tau istrinya Alan namanya Aira?, Bukankah lu Nggak hadir saat Alan nikah?."


ucap Aldi menimpali.


" Tentu saja gw tau, karena Aira adalah adik gw yg hilang."


ucap Rizal, yg suaranya mulai meninggi, Sedangkan mereka berdua yg mendengarnya hanya bisa membuka matanya lebar-lebar.


" Lelucon lu Nggak lucu Zal, Akan lebih masuk akal, jika Aira itu mempunyai hubungan spesial dengan lu, bukankah seperti itu kenyataannya?."


ucap Alan yg tiba tiba saja emosi, dia tidak tau sebenarnya, seharusnya dia biasa biasa saja, tetapi kenapa dia bisa terbawa emosi, saat dia mengingat kejadian di restoran Jepang dua Minggu yg lalu, saat dia melihat Aira dan Rizal.


" Gw nggak bohong...dia adalah adik gw Vivi yg hilang 16 tahun yg lalu."


ucap Rizal tegas, dan Sepertinya Alan tidak begitu saja percaya, dan akhirnya dia pun memberikan sebuah amplop yg berisi hasil DNA mereka berdua.


" Ini apa?."


ucap Aldi yg mengambil amplop tersebut.


ucap Rizal datar, Aldi pun mulai membuka amplop coklat tersebut. dan mulai membacanya dengan teliti, saat dia sudah selesai membacanya, dia menatap Rizal dan juga kertas yg dia pegang bergantian.


" Jadi Aira beneran adik kandung lu?."


ucap Aldi memastikan kembali, Rizal menganggukkan kepalanya mantap, seketika Alan langsung mengambil kertas yang dipegang oleh Aldi dan membacanya, setelah selesai dibaca, dia menatap Rizal kosong.


" Ternyata hidup ini lucu, dunia ini begitu sempit bukankah begitu Rizal."


ucap Alan tiba tiba saja, menatap Rizal seperti tidak terjadi apapun. Rizal tersenyum misterius.


" Asal lu bisa jaga perasaan adik gw dan melindunginya, dan asal adik gw nyaman sama lu, gw bisa sedikit merelakan adik gw."


ucap Rizal, Alan tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


" Tenang saja, walaupun gw laki laki brengsek, gw akan jamin jika adik lu Nggak bakal gw apa apain, dan gw janji gw nggak bakalan permainkan perasaan adik lu."


ucap Alan meyakinkan, karena sebenarnya dia sendiri tidak mengerti dengan perasaan nya sendiri saat ini.


" Terus gimana dengan cewek bar itu?."


ucap Rizal spontan.


" Gw bersumpah, jika gw sudah menemukan gadis itu, gw akan bersikap biasa saja."


ucap Alan, Rizal terdiam.


" Lu Nggak perlu maksain perasaan lu sendiri Lan, karena gw tau, lu menyukai Gadis bar itu, dan karena hal itu gw minta lu jangan permainkan perasaan adik gw, jika lu nggak Suka dengan adik gw lebih baik lu Ceraikan adik gw, karena gw nggak mau adik gw sakit hati."


ucap Rizal tegas.


.



.


.


.


Terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️