
Rizal menatap Alan tajam, dia menunggu jawaban Alan.
" Berikan gw waktu beberapa bulan, karena gw perlu kasih tau mamah gw terlebih dahulu, dan tenang lu bisa pegang ucapan gw tadi."
ucap Alan
" Ok gw pegang ucapan lu, tetapi ingat ucapan gw, gw bisa menghancurkan kehidupan lu, jika lu menghancurkan perasaan adik gw."
ucap Rizal serius, Alan tersenyum misterius.
" Akan lebih baik lu kasih tau adik lu terlebih dahulu, karena gw yakin Aira belum tau jika dirinya adalah adik lu."
ucap Alan.
" Iya gw tau, dan tenang saja gw bakalan kasih tau adik gw, tetapi bukan dalam waktu dekat."
ucap Rizal membuat Alan mengernyitkan keningnya.
" Bukankah akan lebih baik jika dia tau lebih cepat?."
ucap Alan.
" Gw harus memberi tahu Mamah gw terlebih dahulu, tentang pernikahan ini."
ucap Rizal, membuat Alan menganggukan kepalanya mengerti.
" Terus sekarang rencana lu apa?."
ucap Alan.
" Untuk sekarang gw hanya bisa mempercayai ucapan lu aja, tetapi ingat jika lu mengingkari perkataan lu sendiri..gw nggak bakalan segan segan untuk memukul lu, walaupun lu adalah sahabat gw."
ucap Rizal mengancam Alan, Alan hanya tersenyum kecil.
" Iya tenang aja, gw tau perasaan lu seperti apa, karena gw juga punya adik cewek."
ucap Alan, membuat Rizal tersenyum lebar.
" Andai saja Adik gw nggak nikah sama lu, mungkin saja gw bisa maksa suaminya tersebut untuk menceraikan adik gw."
ucap Rizal.
" Terus kenapa lu Nggak tetep maksa gw."
ucap Alan.
" Karena gw percaya ucapan lu bisa gw pegang, dan oh iya berikan gw waktu selama satu Minggu, dan gw akan balik lagi kesini, dan saat itu gw akan memberi tahu kebenarannya."
ucap Rizal serius.
" Terserah lu aja lah.."
ucap Alan, tetapi sebenarnya dia masih memikirkan Tentang perasaannya sendiri.
Mereka bertiga akhirnya pun berbincang bincang Seperti tidak terjadi sesuatu.
π²π²π²π²π²
Seorang Laki laki sedang tersenyum misterius sambil memegang sebuah foto ditangannya.
" Bro, kenapa lu bisa membatalkan pertunangan lu dengan cewek itu?."
ucap seorang laki laki yg sedang duduk berhadapan dengannya.
" Pertunangan tersebut hanya dibatalkan dengan pihak sebelah, tetapi gw sama sekali tidak menolak pertunangan tersebut Andre."
ucap Laki laki tersebut
" Jika seperti itu terus lu mau diam aja gitu disini kayak burung kakaktua."
" Tenang saja...gw nggak akan tinggal diam karena, cewek itu adalah milik gw, dan gw nggak suka berbagi dengan orang lain."
ucap laki laki tersebut.
" Terus rencana lu apa sekarang Kak Leo?."
ucap Andre.
" Biarkan gadis itu bersenang senang... karena cepat atau lambat dia akan menjadi milikku lagi."
ucap Leo sambil tersenyum misterius.
" Hahahahha...gw suka dengan pemikiran lu kak."
ucap Andre.
π²π²π²π²
Aira berjalan bersama kedua sahabatnya setelah selesai mendaftar.
" Sekarang mau kemana?."
ucap Violeta.
" Hmmm... gw laper...gw mau kekantin dulu."
ucap Aira.
" Emangnya lu tau kantin letaknya dimana?."
ucap Violeta.
" Tau."
ucap Aira
" Tau dari mana lu?."
ucap Violeta.
" Angkat Kepala lu, dan lihat tuh..papan penunjuk jalan."
ucap Aira sambil menunjuk sebuah papan penunjuk jalan, Violeta tersenyum dan berOo ria.
" Ahh... kebetulan gw juga laper Ra, kita makan yuk."
ucap ChaCha sambil menarik lengan Aira dan mulai berjalan meninggalkan Violeta yg masih membaca papan penunjuk jalan. dan saat dia sadar, Aira dan Chacha sudah berjalan jauh.
" Tungguin gw...cabe rawit!!!."
ucap Violeta sambil berlari mengejar mereka berdua.
.
jangan lupa mampir juga
.
.
.
.
Terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca βΊοΈ