
Aira pun sampai didepan mansion dengan selamat dan mulai berjalan karena tadi Aira meminta supir yg mengantarkan dirinya barusan untuk berhenti didepan gerbang mansion dan karena hal itu pula lah, Tetapi Aira sengaja melakukan semua itu karena dia memang ingin berjalan kaki sambil mendengarkan musik lewat kedua Earphone dikedua telinganya yg terpasang dengan setia.
Saat Aira berjalan sambil mendengarkan musik dia merasa dirinya benar benar nyaman dan mulai tidak sadar dengan sekelilingnya, tetapi tiba tiba saja perhatian Aira teralihkan, karena dia mendengar sesuatu yang membuat dia menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya kearah suara tersebut, dan dia baru sadar jika suara klakson tersebut sudah beberapa kali dibunyikan dari mobil mewah berwarna merah yg tiba-tiba saja berjalan melewati dirinya, dan didalam mobil itu adalah Adelia, yg kemudian mulai menurunkan kaca mobilnya.
" Apa lu tuli?, Atau apa Huh?, Apa lu Nggak bisa denger, gw udah beberapa kali membunyikan klakson mobil?."
ucap Adelia sinis sambil menatap Aira.
" Dunia ini seperti Sebesar daun kelor, kenapa juga gw harus ketemu Nenek Lampir binti Ulet bulu hidup satu ini!." pikirnya, Aira masih setia dengan ekspresi wajah datarnya.
" Ah...Gw tau pasti Lu itu Aira, Gadis miskin yg menikah dengan kak Alan hanya karena harta."
ucap Adelia mencibir Aira, tetapi Aira hanya memperlihatkan ekspresi datarnya, dia sama sekali tidak peduli dengan gadis gila yg ada dihadapannya saat ini. pikirnya
Melihat Reaksi Aira yg biasa biasa saja, membuat Adelia geram.
" Jangan pernah berpikir sedikitpun, jika gadis Jalan* seperti Lu itu akan mendapatkan cinta atau perhatian dari Kak Alan."
ucap Adelia dengan sombongnya.
Adelia terus menerus berbicara kasar kepadanya, Aira Sebenarnya sudah diberi tau tentang Adelia dari Rachel, Kata Rachel Adelia adalah Gadis yg lembut sebelumnya, tetapi tidak tau sejak kapan gadis itu berubah menjadi gadis yg manja dan sombong.
Aira masih menatap Adelia dengan datar, Aira memperhatikan Adelia dari tadi, dan dirinya yakin jika gadis itu tidak akan berhenti berbicara, kemudian dengan perlahan Aira mencabut salah satu earphone nya.
Adelia kemudian menatap Aira Ganas, seakan-akan dia bisa memakan Aira hidup hidup, dan dengan santai nya Aira membalikkan tubuhnya dan mulai berjalan menjauh dari Adelia dan mengacuhkannya, Adelia beberapa kali membunyikan klakson mobil nya.
Aira kemudian menghentikan langkahnya dia menghela nafas panjang, dia benar benar dibuat muak oleh gadis yg bernama Adelia tersebut, dengan wajah asamnya, kemudian dia membalikkan tubuhnya, dengan wajah masamnya Aira mengedipkan matanya dengan genit, kemudian Aira menunggu reaksi Adelia, dan benar saja gadis itu menatap Aira dengan wajah jijiknya, kemudian Aira hanya terkekeh geli dibuatnya.
Kemudian Aira mulai berjalan kembali, masuk kedalam mansion tetapi sebelum itu Adelia berteriak sesuatu.
ucap Adelia berteriak, Aira tersenyum geli mendengar teriakkan Adelia, Aira kemudian melambaikan tangannya sambil tetap berjalan, tanpa menoleh sedikitpun.
" Awas aja lu Aira, Salah lu sendiri, karena lu udah salah milih musuh."
ucap Adelia sambil tersenyum menyeringai, kemudian dia memutar kemudi mobilnya dan mulai melajukan mobilnya keluar dari halaman mansion.
Aira kemudian menghentikan langkahnya, dan menoleh sedikit, kemudian dia mengelus dadanya.
" Oh tuhan... Benar benar menyeramkan salah satu ciptaan mu itu!."
ucap Aira bergidik ngeri, kemudian dia mulai melanjutkan langkahnya kembali masuk kedalam mansion.
.
.
.
.
.
.
Terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️