
Aira merasa canggung tiba tiba, dia tidak suka dengan suasana yg dia rasakan saat ini.
" Apakah pilihannya menjadi seorang agent, adalah pilihan yang terbaik." pikirnya, saat Aira masih belum fokus.
" Selamat bergabung nona Aira sebagai SN 03 telah bergabung secara resmi sebagai pasukan elit 10, sebagai Ghost agent E08."
ucap George tiba tiba membuat Aira langsung tersadar dengan lamunannya, Aira terdiam Andi menyenggol lengannya Aira, membuat gadis itu tersadar dari rasa terkejutnya.
" Iya terimakasih pak!."
ucap Aira kikuk, dia merasa tidak nyaman dengan posisi nya sebagai Ghost agent, ia ingin menolak tetapi dia memerlukan alasan yg kuat, dan spesifik supaya orang dari kantor pusat agent internasional tidak mengusiknya, tetapi bagaimana. pikirnya, Aira sekali lagi terlihat melamun.
" Nona Aira, karena Anda sudah mendapat identitas yg baru sebagai Ghost agent E08, saya mempunyai misi untuk nona, apakah nona bisa menyanggupinya?."
ucap George tanpa basa-basi lagi, Aira terdiam, kemudian dia menghela nafas.
" Tugasnya apa?."
ucap George.
" Cari tahu tentang identitas leader asli dari mafia BANGTAN!."
ucap George, Aira mengernyitkan keningnya tetapi beberapa detik kemudian, matanya membulat sempurna, dia tau betul siapa mafia BANGTAN, dan seperti apa saat mereka bekerjasama. Andi terlihat ingin protes, tetapi Aira, tetaplah Aira.
" Bukankah kita sudah mengetahui leader BANGTAN?."
ucap Aira.
" Dia bukan leader BANGTAN yg asli, leader BANGTAN yg asli itu selalu bersembunyi dibalik layar, dia licin seperti belut!."
ucap George, Aira terdiam.
" Kenapa tugas ini diberikan kepada saya, bukankah Anda tau jika resiko dari tugas ini adalah nyawa saya!."
ucap Aira dingin, George tersenyum menyeringai.
" Bukankah nona tidak pernah gagal dalam misi sebelumnya?."
ucap George, Aira mengertakan giginya, dia benar benar tidak menyukai attitude laki laki tua Bangka tersebut.
" Jika saya selesai dengan misi ini, imbalan apa yg akan saya terima!."
ucap Aira datar, dia menatap laki laki itu dengan ekspresi datarnya.
" Apapun akan saya berikan!, tapi jika kamu tidak bisa menyelesaikan tugas ini, kamu tau kan konsekuensinya wahai nona Aira."
ucap George sambil tersenyum menyeringai, Aira terdiam, dia terlihat ragu, untuk menerima misi yg pertama.
" Bisakah misi ini diberikan kepada yg lain?."
ucap Aira ragu, George menggelengkan kepalanya.
" Saya percaya nona Aira tidak akan mengecewakan saya!."
ucap George, Aira terdiam dia ingin mengatakan sesuatu tetapi George tiba tiba undur diri.
" Maaf, sepertinya pembicaraan kita kali ini sudah selesai, dan ya misi ini akan di pegang oleh nona Aira, pertemuan kita selesai sampai disini, dan nona Aira tenang saja, anda tidak akan bekerja sendirian."
ucap George.
ucap Aira heran.
" Seseorang akan membantu anda."
ucap George yg kemudian keluar dari ruangan tersebut begitu saja meninggalkan Aira dan Andi berdua.
Andi terlihat ingin berbicara sesuatu, tetapi Aira sedang tidak mood.
" Maaf pak, mood saya sedang jelek, saya perlu udara segar, jadi saya permisi terlebih dahulu."
ucap Aira yg berjalan keluar dari tempat tersebut meninggalkan Andi sendirinya, Andi pun hanya menghela nafas berat kemudian dia Mulai berjalan dibelakangnya Aira.
ditempat yang sama, George terlihat sedang tersenyum misterius, kemudian dia mengeluarkan hpnya, dan mulai menelpon seseorang.
" Halo Tuan!."
ucap George
"....."
" Rencana kita akan berjalan lancar."
ucap George.
"....."
" Iya, saya memberikan misi yg paling sulit untuk dia, jadi keberhasilan dia dalam misi ini sangatlah kecil, ditambah dia diberikan partner yang saya suruh untuk menggagalkan misinya."
ucap George.
"....."
terdengar suara tawa dari serbang telpon.
" Baik pak, saya akan selalu pantau gadis ini, dan saya akan pastikan dia akan gagal dalam misinya kali ini."
ucap George sambil tertawa.
.
.
.
.
.
.
terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️