
Alan sama sekali tidak bisa tidur semalaman karena pikiran nya tidak tenang karena perjodohan, dia ingin menolak perjodohan ini, tetapi Mamahnya malah meminta syarat yg mustahil untuk dilakukan.
" Gimana caranya gw mau bawa cewek yg gw suka, sedangkan wajahnya aja sendiri gw nggak tau...aih."
ucap Alan yg mondar mandir di dalam kamarnya..
" Lebih baik sekarang gw kekantor dulu..gw bakal mikirin cara untuk bisa membatalkan perjodohan ini.. karena gw sama sekali nggak bisa Nerima pernikahan ini.. walaupun gadis yg Mamah jodohkan mendekati tipe gw..tapi udah ada yg gw sukai..dan nggak mungkin begitu saja gw bisa ngelepasin nya."
ucap Alan yg kemudian langsung masuk kedalam kamar mandi.
Setelah selesai mandi dan mengganti bajunya, Alan langsung keluar dari kamarnya, saat dia turun. ada sosok orang yang dia ingin hindari hari ini. sambil tersenyum Alan mendekati sosok tersebut yg tidak lain adalah Mamahnya sendiri.
" Pagi Mah!."
ucap Alan yg langsung duduk ditempat biasa.
" Pagi.. nggak biasanya kamu bangun pagi, apa jangan jangan kamu mau menghindari Mamah?."
ucap Elena penuh selidik sambil menatap kearah Alan, Alan menelan ludahnya sendiri.
" Nggak kok Mah.. hari ini kebetulan ada rapat pagi makannya aku bangun pagi.. nggak ada niat untuk mengindari Mamah aku yg cantik."
ucap Alan berbohong. sambil tersenyum.
" Bagus kalau seperti itu!."
ucap Elena, Alan menghela nafas dan tetap tersenyum, Alan berjalan menuju pintu.
" Kenapa kamu nggak sarapan dulu?."
ucap Elena.
" Lagi buru buru Mah... nanti aja di kantor sarapannya!."
ucap Alan yg langsung membuka pintu rumahnya menuju keluar tanpa mendengar jawaban Mamahnya terlebih dahulu.
" Dasar anak keras kepala!."
ucap Elena sambil tersenyum.
Alan mengemudikan mobilnya seperti kesetanan. saat ini dia hanya ingin cepat sampai ke kantor nya.
Sesampainya di kantor banyak karyawan yang sudah berdatangan banyak yg menyapa Alan sambil membungkukkan badannya, tetapi Alan sama sekali tidak menghiraukan nya.
Dia menuju lift yang khusus untuknya dan tangan kanannya dan keluarga nya.
Alan sesekali melihat jam tangannya, dia mendengus kesal.
" Apa yg harus gw lakuin coba?."
ucap Alan kepada dirinya sendiri, setelah pintu lift terbuka Alan langsung pergi keruangan nya, tetapi dia tidak melihat sosok Aldi.
" Kemana lagi itu anak kenapa jam segini belum datang?."
ucap Alan kemudian mengeluarkan hpnya dan menelpon Aldi.
" Halo bro."
ucap Aldi dengan suara khas orang yang baru bangun tidur.
" Lu kenapa belum datang ke kantor?, apa setiap hari lu selalu telat?."
ucap Alan yg tidak tersulut emosi.
" Woy tenang bro...gw rasa, gw sama sekali nggak pernah telat dan lagi sekarang masih jam 06:25 pagi. masih ada setengah jam lagi gw baru berangkat."
ucap Aldi, kemudian Alan pun menyadari dia yg terlalu pagi masuknya, tetapi bukan Alan namanya kalau tidak keras kepala.
" Gw mau dalam sepuluh menit lu ada dikantor ini!."
ucap Alan tegas.
" Woy bro nggak bisa gitu..gw baru bang-."
ucap Aldi, belum selesai dia bicara telponnya sudah dimatikan oleh Alan. Alan langsung melangkah kedalam ruangan nya.
Alan duduk di kursi tempat kerjanya, tapi matanya melihat keluar, dia teringat dengan gadis yg dia pernah lihat ditaman, itu sama persis dengan gadis yg akan di jodohkan dengan dirinya.
Alan mengeluarkan hpnya kemudian dia menatap foto gadis yg bernama Aira yg dikirim oleh Mamahnya semalam.
" Apa Mamah nggak salah pilih masa mau jodohin Anaknya sama anak kecil, yg ada nanti gw jadi baby sister untuk nya yang ada."
ucap Alan menggerutu kesal, tapi kemudian Alan menatap foto tersebut dengan jeli..dia terhenyak.
" Kenapa mata gadis ini sama persis dengan princess?, ahhh nggak mungkin pasti hanya kebetulan saja, lagian pastinya princess lebih tua dari pada gadis yg bernama Aira ini."
ucap Alan, tetapi dia masih merasa ada perasaan mengganjal tetapi dia sendiri tidak tahu.
Beberapa menit kemudian, seseorang langsung masuk keruangan Alan tanpa mengetuk terlebih dahulu.
" Lu jadi orang sadis banget sih gw kan sahabatnya lu bro!."
ucap Aldi yg ngos ngosan, dia mengatur nafasnya saat melihat Alan, Alan pun tertawa melihat ekspresi wajah Aldi.
" Tapi kan gw nggak bilang kalau lu telat bakal dapat hadiah apa!."
ucap Alan. Aldi yg mendengar ucapan Alan langsung melengos duduk di sofa.
ucap Aldi sambil menutup matanya, dia berbicara dengan Alan, tetapi tidak menatap wajah alan.
" Gw mau dijodohkan oleh Mamah gw".
ucap Alan, Aldi yg mendengar ucapan Alan langsung duduk tegak dan menatap tajam kearah Alan, menatap matanya mungkin saja yg di ucapkan oleh Alan barusan hanya candaan pikirnya, tapi saat dia melihatnya, dia tau kalau saat ini Alan sedang bicara serius.
" Kalau lu mau dijodohkan terus gimana dengan gadis bar itu?, bukannya lu tertarik sama dia?."
ucap Aldi Bingung.
" Walaupun gw dijodohkan dengan gadis lain.. perasaan gw masih tetap tertuju dengan satu gadis, dan lagian perjodohan ini juga paksaan."
ucap Alan santai, sedangkan Aldi yg mendengar nya hanya mengangguk-angguk mengerti.
" Terus rencana nikah nya kapan?."
ucap Aldi santai.
" Dua Minggu lagi kalau nggak salah, dan lu tau yg lebih parahnya lagi, gadis yg mau gw nikahin itu baru lulus SMA pas waktu nikah."
ucap Alan yg tiba tiba saja kesal mengingatnya.
" Wah sepertinya lu bakal harus jadi orang yg ekstra sabar deh, good luck ya sampai hari H dan jangan lupa undang gw!."
ucap Aldi sambil tersenyum tanpa dosa.
" Walaupun gw nggak undang lu.. pasti nya lu sendiri bakal tetep datang walaupun tanpa undangan!."
ucap Alan datar.
" Hahah iya iya, Ta-."
ucap Aldi. kalimat nya menggantung saat dia melihat foto seorang gadis dihp Alan, dia pun penasaran karena menurutnya gadis yg difoto Alan kali ini benar benar cantik pikirnya.
" Woy bro itu foto siapa di hp lu?, apa jangan jangan dia adalah gadis bar itu?."
ucap Aldi iseng bertanya.
" Kalau gw tau bagaimana wajah gadis itu, maka gw nggak akan pernah melepaskan nya."
ucap Alan.
" Terus kalau gitu dia siapa?, cantik banget boleh dong dikenalin sama gw yg jomblo ini."
ucap Aldi yg dengan percaya diri nya.
" Lu gila ya..dia gadis yang mau dijodohkan sama gw!."
ucap Alan, sedangkan Aldi yg mendengar nya langsung mengambil hpnya Alan dan memperhatikan foto tersebut.
" Wahhh gila cantik banget... pastinya aslinya lebih cantik lagi aduh.. kalau gw jadi lu, gw milih di jodohkan deh..dari pada harus nyari satu cewek yg nggak pernah tau wajahnya..bikin pusing tau."
ucap Aldi.
" Gw bukan lu bro.. lagian hati gw udah tertarik dengan seseorang maka gw nggak bisa begitu saja melupakan nya, lagian mungkin saja gadis ini hanya cantik difoto aja, kan banyak sekarang mah foto di edit bro."
ucap Alan.
" Iya ya terserah lu aja!."
ucap Aldi yg lebih memilih untuk mengalah karena dia tau tidak akan ada akhirnya kalau dia juga berdebat dengan Alan.
" Di..gw pengen lu cari tau dengan gadis ini, gadis ini namanya Aira, gw pengen sore ini informasi tentang gadis tersebut ada di meja gw!."
ucap Alan tegas , sambil mengirimkan foto ke Aldi.
" Ok siap..itu Mudah."
ucap Aldi yg kemudian dia mengirimkan foto Aira ke beberapa anak buahnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
. terimakasih karena sudah mau mampir ☺️