Try Not to Fall In Love

Try Not to Fall In Love
bab 27



Aira berjalan menuju resepsionis, dan saat berada dihadapannya, Aira memberi senyum manisnya.


" Selamat siang mba, bisakah saya bertemu orang bagian manajemen disini?."


ucap Aira yg sebenarnya dia sedikit ragu untuk bertanya, sedangkan resepsionis mengerutkan keningnya.


" Sebentar nona, mau ketemu bagian manajemen kata nona?."


ucap resepsionis tersebut memastikan pendengaran nya. Aira menganggukkan kepalanya penuh percaya diri.


" Sebenarnya nona-."


ucap resepsionis tersebut ingin menjelaskan tetapi terpotong saat seseorang menepuk pundak Aira, membuat resepsionis tersebut gelagapan tidak bisa bicara.


Aira menoleh kebelakang seketika saat ada seseorang yang menepuk pundak nya, dan saat mengetahui siapa orang yang menepuk pundak nya, Aira tersenyum.


" Weh bro..lu kerja disini juga?, lu jadi bagian apa?."


ucap Aira sambil tersenyum polos dan merasa senang karena setidaknya dia mengenal seseorang yang bekerja di perusahaan ini, setidaknya tidak butek butek Amat pikirnya.


Sedangkan resepsionis tersebut yg melihat keakraban CEO dan Gadis tersebut terkejut bukan main, karena bosnya terkenal tidak suka saat ada seseorang yg mendekati nya, apalagi perempuan.


" Maaf nona tuan Rizal itu-."


ucap resepsionis yg tiba tiba mendapat tatapan tajam oleh Rizal, saat Aira menatap resepsionis, kemudian Rizal mulai bersikap biasa lagi saat Aira menatap nya


" Tadi mba mau bilang apa?."


ucap Aira


" Nggak nona, saya hanya mau bilang kalau nona itu cantik."


ucap resepsionis jujur. walaupun sebenarnya dia ingin mengatakan hal yg lain, tetapi karena mendapatkan tatapan seperti itu dari bosnya membuat dia memilih untuk diam.


" Oh gitu makasih, mba juga cantik kok."


ucap Aira sambil tersenyum.


" Hey sekali lagi gw mau tanya lu ngapain mau kesini?."


ucap Rizal pura pura tidak tau, walaupun dugaan dia saat ini karena Aira sedang membutuhkan pekerjaan pikirnya.


" Gw mau ketemu bos lu sekalian bro, bisa nggak, kalau nggak HRD deh."


ucap Aira


" Emangnya lu kesini mau ngelamar perkerjaan apaan?."


" Gw niatnya sih mau ngelamar jadi model, itu pun jika masih ada lowongan, tetapi kalau nggak ya mungkin bukan milik gw."


ucap Aira sambil tersenyum merasa sedikit kecewa saat mengatakan kalimat terakhir.


" Boleh gw liat kartu nama yg diberikan oleh dia ke lu?."


ucap Rizal.


" Ah ..boleh boleh ini, maaf ya mba aku ambil dulu."


ucap Aira sambil mengambil kartu nama tersebut dan memberikan nya kepada Rizal dam menunggu.


" Wah kalau seperti ini berarti lu bisa langsung diterima sebagai model Ra, wah hebat lu dapat kartu nama ini."


ucap Rizal sambil mengelus rambut Aira.


" Wah beneran nggak ni bro, atau jangan jangan lu cuma lagi ngibulin gw lagi, Nggak lucu tau kalau seperti itu."


ucap Aira waspada.


" Wih segitunya lu Nggak percaya sama gw Ra."


ucap Rizal sambil tertawa.


" Bukannya gw nggak mau percaya hanya saja gw berpikir, gampang banget lu bilang gw diterima di perusahaan ini sebagai model, emangnya ini perusahaan lu apa, awas jika nanti lu ketauan bos lu, terus lu dipecat, jangan cari gw saat lu nangis Bombay nanti."


ucap Aira meledek Rizal, sedangkan Rizal hanya menggelengkan kepalanya.


" Tenang aja gw kenal banget kok sama pemilik perusahaan ini, jadi gw pikir tentunya lu bakal langsung keterima di perusahaan ini, secara lu udah berpengalaman, jadi mana mungkin kalau lu Nggak diterima disini."


ucap Rizal sambil mengelus rambut Aira yg kemudian dia hanya tersenyum melihat ucapan Rizal, yg terdengar sangat percaya diri.


.


.


.


.


.


terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️