
Tiba tiba saja ruangan Alan terasa dingin, Alan menelan ludahnya, dia melihat sosok Aira yg masih membelakanginya.
" Say..."
ucap Alan pelan, Aira tidak merespon panggilan Alan, ia membalikkan badannya kemudian duduk di sofa dekat meja Alan tanpa menatap Alan sekilas pun
" Kamu marah hmmm?."
ucap Alan sambil menghampiri Aira dan berjongkok dihadapannya dengan wajah memelas, Aira tetap diam, pura pura tidak mendengar.
" Gw pengen tau, gimana caranya dia ngambil hati gw, walaupun sebenarnya gw nggak marah, tapi sekali kali jailin suami nggak dosa kan?." pikirnya.
" Sayang...Aku minta maaf!."
ucap Alan sambil memegang kedua tangan Aira dengan puppy eyes miliknya, Aira bersikap acuh. Alan menghela nafas panjang.
" Lihat mata aku sayang."
pintanya sambil memegang wajah Aira dengan kedua tangannya, akhirnya Aira menatap langsung manik mata Alan, laki laki itu terlihat sedih dan terpukul, tapi Aira memang perlu memberikan sedikit pelajaran Untuk Alan, supaya tidak bersikap lembut dengan yg namanya wanita apalagi cewek macam si ulet bulu. pikirnya.
" Aira..aku benar-benar minta maaf, aku tau kamu merasa dikhianati."
ucap Alan pelan, dia menatap lurus manik matanya Aira, gadis itu terlihat diam, dan memilih untuk tetap membungkam mulutnya. Alan menatap Aira pasrah.
" Aku hanya mencintaimu, dan aku bersumpah tidak pernah mempermainkan perasaan mu, tadi tidak seperti yang kamu lihat Aira, maksud ku aku bersikap seperti itu kepada gadis penyihir itu karena dia anak angkat kesayangan Tante aku."
ucap Alan panjang lebar.
" Kamu anggap aku ini apa huh?."
ucap Aira yg akhirnya mau mengeluarkan suaranya, Alan terdiam sejenak. kemudian Alan mengelus pipi Aira dengan lembut sambil tersenyum manis.
" Bisa kena diabetes gw lama lama!." pikirnya
" Kamu itu adalah dunia ku!." pikir Alan
Alan kemudian mengatakan sesuatu yang mampu membuat Aira merasa meleleh seketika.
" Kamu adalah cinta ku yg aku temui di muka bumi ini, setelah kita jatuh dari langit berdua."
ucap Alan sambil menatap Aira dengan penuh kasih sayang.
" Oh tuhan..ini cowok minta dikarungin lama lama..aishh..., nggak bisa lama lama gw marah sama dia kalau kayak gini ceritanya!." pikirnya
Aira menghela nafas panjang, Alan menatap Aira dengan wajah polosnya.
" Aih... udah sini duduk, nanti ada yg liat, bisa berabe ceritanya."
ucap Aira sambil memegang lengan Alan, Tetapi laki laki itu tidak bergerak sedikitpun. Alan malahan menatap Aira dengan wajah memelas seperti anak kecil yg minta permen.
ucap Aira heran, Alan menggelengkan kepalanya, sekarang Alan lah yg tidak mau bicara.
" Kamu bukan anak kecil loh Alan!."
ucap Aira, Alan tiba tiba saja memanyunkan bibirnya.
" Kenapa dengan bibir kamu?."
ucap Aira yg semakin dibuat bingung oleh kelakuan Alan.
" Ini cewek satu, dikasih kode kaya begini aja, masih belum peka..ET dahhh."
pikirnya, Alan kemudian menghembuskan nafas nya dengan kesal, kemudian Alan menutup matanya sekilas, dan...
Cup.. sebuah kecupan ringan mendarat di bibir Alan, laki laki itu langsung membuka matanya, dan menatap Aira sambil tersenyum lembut.
" Kenapa kamu malah cium aku?."
ucap Alan basa basi.
" Kamu nggak suka aku cium?, atau jangan-jangan kamu menunggu si ulet bulu itu untuk cium kamu hmm?."
ucap Aira sambil tersenyum jahil. Alan dibuat gemas oleh tingkah Aira.
" Hanya saja aku perlu mengambil ciuman yg kamu ambil tadi."
ucap Alan, Aira mengernyitkan keningnya.
" Maksudnya A-."
ucap Aira yg terpotong karena Alan tiba-tiba mencium bibir Aira, sambil memegang kepalanya, mata Aira masih terbuka lebar, tetapi lama lama dia menikmati permainan tersebut.
.
.
.
.
.
.
Terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️, jangan lupa like dan komen