Try Not to Fall In Love

Try Not to Fall In Love
Bab 107



" Aira..ini tidak seperti yang kamu lihat!."


ucap Alan yg mencoba menjelaskan, tanpa menjawab apapun, Aira terus berjalan menghampiri mereka berdua, tidak lama kemudian tanpa basa basi lagi dan tidak tau rasa kepercayaan diri dari mana muncul.


Dengan santainya Aira mendekati Alan dan tanpa banyak bicara dia langsung duduk dipangkuan Alan, membuat laki laki terkejut bukan main.


" Ada angin apa pikirnya?." pikirnya, dan keterkejutan Alan bukan hanya sampai itu saja, Aira dengan berani mengalungkan tangannya dileher Alan, dan mengecup manis kedua pipi Alan, laki laki itu mengedipkan matanya beberapa kali, Aira kemudian tersenyum manis kepada Alan, Alan langsung membalas senyuman itu kemudian dia mencium kening Aira dengan penuh kasih sayang.


" Bagaimana hari mu sayang..?."


ucap Alan sambil melingkarkan tangannya di pinggang ramping Aira. Aira kemudian memanyunkan bibirnya.


"Kado Hadiah ulang tahun pemberian kamu rusak sayang.."


ucap Aira pura pura sedih sambil menenggelamkan wajahnya kedada bidang Alan, Adelia yg melihat pemandangan tersebut dibuat geram, dan gerah, dia tidak menyangka akan mendapatkan tonton seperti ini.


" Ehemmm."


ucap Adelia berdeham supaya mereka ingat jika mereka tidak berdua saja didalam ruangan tersebut, tetapi Alan dan Aira terlihat sedang mendalami aktingnya mereka berdua.


" Kamu nggak suka hadiah dari aku?."


ucap Alan ikut pura pura sedih.


" Aku suka, tapi ada seseorang yg nggak suka kamu ngasih aku hadiah."


ucap Aira pura pura menangis di pelukan Alan, laki laki itu mengelus punggung Aira dengan lembut.


"Hushh...jangan nangis sayang..."


ucap Alan


" Ini anak bisa diajak buat akting juga ternyata." pikir mereka berdua bersamaan.


" Aku masih ada disini loh!."


ucap Adelia, tapi untuk yg kedua kalinya, mereka pura pura tidak mendengar.


Dan hal itu membuat Adelia semakin naik pitam, Aira tersenyum menyeringai.


" Kita baru main nenek Lampir, tapi lu udah masuk ke garis akhir aja..benar benar tidak seru." pikir Aira, Aira mengangkat kepalanya kemudian dia mengedipkan sebelah matanya, Alan terdiam dia tidak mengerti maksud kode yg diberikan oleh Aira.


" Apa?."


ucap Alan pelan, berbisik di telinganya.


" Pertunjukan akan segera dimulai sayang."


" Kami tau mobil aku itu di tambrak oleh Adelia saat aku mencoba untuk menyelamatkan Mamahnya Rizal, dan dengan sengaja aku membuat mobil pemberian kamu sebagai tamengnya, karena kalau mobil hancur bisa beli dengan yg baru, sedangkan kalau nyawa, kalau udah hilang, ya udh berarti tidak dikubur."


ucap Aira panjang lebar, Alan terkekeh mendengar penjelasan Aira


" Kamu tidak perlu menjelaskan nya sayang, asalkan kamu dan mamahnya Rizal baik baik saja itu sudah cukup."


ucap Alan sambil tersenyum lembut.


" Dan juga aku bisa membelikan showroom buat kamu Gonta ganti mobil bagaimana?."


ucap Alan sambil tersenyum.


" Jangan keterlaluan kalau bercanda!."


ucap Aira mengingatkan.


" Apanya yg keterlaluan sayang, orang memang seperti itu kenyataannya, saat aku mendengar kamu sedang kena musibah, aku niatnya tidak ingin memberikan kamu mobil lagi, tetapi aku bukan laki laki yg paranoid sayang, aku tau kamu masih perlu kebebasan, jadi aku membebaskan mu untuk bermain sayang."


ucap Alan.


" Aih..ini anak orang, sejak kapan sih mulai pandai menggoda!." pikirnya kesal.


" Yg menghancurkan mobil istri mu itu aku kak Alan!."


ucap Adelia tiba tiba, Aira menatap Adelia sambil tersenyum menyeringai.


" Dia sepertinya sudah bosan hidup!."


pikir Aira


.


.


.


.


.


.


Terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️