
Aldi pun mulai menenangkan dirinya supaya tidak tertawa lagi, kemudian dia menatap Sosok Gadis cantik yang tidak lain adalah Aira yg sedang menatapnya Datar seperti Tatapan Alan yg biasa dia terima.
" Suami istri yg identik." pikirnya yg kemudian tersenyum misterius.
" Jangan senyum kayak gitu, bikin gw pengen muntah rasanya."
ucap Aira sarkastik, Aldi memegang dadanya seolah olah dia sakit hati dengan ucapan Aira, padahal tidak sama sekali.
" Aduh... bocah...lu jadi cewek ngomongnya pedes banget kayak cabe."
ucap Aldi sambil nyengir, Aira memalingkan wajahnya dan tidak merespon ucapan Aldi.
" ET dahh..lu sama Alan itu Nggak ada bedanya sama sekali. sama sama tampang datar tanpa ekspresi, dan sekalinya ngomong panjang kalau nggak pedes itu kayak nya ada yg kurang gitu."
ucap Aldi sambil tersenyum kecil, Mendengar ucapan Aldi membuat Aira meliriknya sekilas dan memalingkan wajahnya kembali, menatap lurus kedepan, Aldi menghela nafas
" Lu tau nggak sekarang lu itu kelihatan banget, kalau lu itu banyak masalah, lu bisa kasih tau gw, gw bisa jadi pendengar baik untuk lu..gw jamin."
ucap Aldi lembut sambil tersenyum tulus, Aira menghela nafas panjang kemudian menatap Aldi yg sedang duduk disampingnya.
" Gw tidak mempercayai siapapun."
ucap Aira datar.
" Lu bisa percaya sama gw."
ucap Aldi mencoba untuk meluluhkan hatinya Aira tetapi tetap saja, Aira adalah gadis yg keras kepala, Aira menghela nafas kemudian menatap tajam manik mata Aldi untuk kesekian kalinya, tetapi tetap saja Aira tidak melihat kebohongan Dimata Aldi sedikitpun.
" Lu tau untuk mendapatkan kepercayaan seseorang itu tidaklah mudah Bro, jadi lu harus berusaha untuk mendapatkan kepercayaan tersebut."
ucap Aira membuat Aldi tersenyum kepada dirinya sendiri, karena dia tau kalau Aira bukanlah gadis penurut. Aldi pun mengangkat tangannya ingin mengelus rambut Aira, tetapi dengan cepat Aira menangkisnya.
" Sorry gw nggak suka ada orang yg nyentuh gw.. apalagi cowok."
ucap Aira membuat Aldi tersenyum dan mengurungkan niatnya.
" Dia bukan Gadis Jalan*." pikirnya
" Ah sorry kalau kayak gitu, soalnya gw nggak tau, dan lebih baik sekarang kita pulang, karena ini udah malam."
ucap Aldi yg mengerti kondisi Aira yg tidak ingin diusik perasaannya untuk saat ini.
" Itu 'Orang' udah pulang?."
" Kalau nggak salah malam ini dia lembur, dan kemungkinan dia nggak akan Pulang, dan kemungkinan besar dia akan akan menginap di perusahaan."
ucap Aldi yg sudah terbiasa, tetapi sepertinya berbeda untuk Aira, karena Bagaimanapun juga untuk saat ini Alan adalah suaminya dan dia adalah Istrinya, tetapi kemudian dia terdiam sejenak.
" Bukankah itu lebih baik, gw nggak perlu lihat muka tuan mesum gila yg satu itu?." pikirnya.
" Ya elah malah ngelamun.. kesambet setan lu baru tau rasa."
ucap Aldi, seketika Aira terdiam dan merinding tiba tiba karena sebenarnya walaupun Aira termasuk gadis yang kuat, tetap saja dia adalah seorang gadis yg mempunyai rasa takut dan hal yg paling dia takuti adalah hantu atau bisa disebut mahluk halus. dan tanpa Aira sadari, dia mulai berdiri dan menepuk pundak Aldi beberapa kali, membuat laki laki itu mengernyitkan keningnya.
" Kenapa?."
ucap Aldi bingung
" Kita pulang sekarang."
ucap Aira sambil melihat sekeliling nya, Aldi pun tersenyum karena tanpa Aira ketahui Aldi sudah bisa membaca raut wajahnya yg sedang ketakutan. dan untuk memastikan nya.
" Lu tau, katanya disini kemarin ada kecelakaan maut, terus orang orang disekitar sini sering mendengar suara tangis dimalam hari."
ucap Aldi pelan, wajah Aira tiba tiba memucat.
" Gw mau pulang sekarang."
ucap Aira pelan suaranya terdengar seperti sebuah bisikan, keringat dingin mulai membasahi dahinya.
" Oh ayo, gw anterin."
ucap Aldi sambil tertawa kecil tanpa di ketahui oleh Aira. tanpa banyak bicara Aira berjalan dan langsung masuk kedalam mobil yg diparkir tidak jauh dari halte busway.
.
.
.
.
*T*erimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️