Try Not to Fall In Love

Try Not to Fall In Love
Bab 104



Alan menatap tajam kearah Adelia tetapi wanita itu bersikap bias saja, Tanpa merasa terusik sedikit pun, Alan kemudian meletakkan pulpennya.


" Kenapa kak Alan?, Apakah sudah bosan mengerjakan pekerjaan yg menumpuk itu?."


ucap Adelia dengan suara yg dibuat buat gemulai.


" Oh, tidak lagi!." pikirnya, tanpa menjawab ucapan Adelia, Alan fokus kembali dengan pekerjaannya, dan menganggap Adelia seperti lalat.


" Jika kamu tidak bisa menjadi milikku seorang, maka siapapun tidak akan ada yg bisa memiliki mu, termasuk wanita jalan* itu." pikir Adelia.


🌲🌲🌲🌲


Aira berjalan masuk kesebuah gedung pencakar langit, orang orang diluar sana selalu mengira jika gedung pencakar langit tersebut adalah hotel, padahal aslinya adalah sebuah kantor pusat agent internasional yg selalu ditakuti oleh siapapun, dulunya Aira selalu menginginkan dirinya masuk kedalam gedung ini, tetapi tidak tau kenapa untuk beberapa saat, perasaan tidak nyaman menyelimuti hati nya.


Ketika Aira masuk kedalam gedung itu banyak pasang mata yg memperhatikan dirinya, Aira bersikap acuh tak acuh, sesaat kemudian seseorang memanggil namanya dari kejauhan.


" Aira!!."


ucap seseorang, Aira membalikkan tubuhnya, dengan ekspresi datar dia membungkukkan badannya kemudian berdiri tegak kembali.


" Ada apa keperluan apa pak Andi manggil saya untuk ketemuan disini?."


ucap Aira bertanya.


Ting..suara pintu lift terbuka, Andi langsung masuk kedalam, Aira menatap laki laki itu ragu, dan Andi paham dengan sifat keras kepala Aira, sambil menghela nafas.


" Kamu sudah diterima sebagai salah satu agent disini."


ucap Andi.


" Bagaimana bisa?."


ucap Aira tidak percaya.


" Jika kamu ingin mengetahuinya lebih detail lagi, kamu masuk dulu saja."


ucap Andi, dan tanpa mengatakan apapun lagi Aira, langsung masuk kedalam lift tersebut, pintu lift pun tertutup.


" Bagaimana saya bisa menjadi salah satu agent disini?."


ucap Aira bingung, Andi tersenyum mendengar pertanyaan Aira.


" Itu semua karena kerja kerasmu selama ini."


ucap Andi.


" Bukankah tugas memang harus dikerjakan sampai selesai?."


ucap Aira.


" Iya, dan karena rasa tanggung jawab mu itu, kamu diangkat menjadi salah satu agent disini, dan kamu mendapatkan posisi yang selama ini kamu impikan."


ucap Andi antusias.


" Maksud bapak saya menjadi salah satu ghost Agent?."


ucap Aira tidak percaya, karena dia tau betul seperti apa orang orang ghost Agent itu.


" Tapi memang kenyataannya seperti itu."


ucap Andi.


Ting.. pintu lift terbuka, Andi langsung keluar diikuti oleh Aira yg masih melongo, Andi tersenyum sambil geleng-geleng.


ucap Andi, Aira terdiam, kepalanya langsung penuh dengan sosok Alan.


" Pak saya mau kasih tau sesuatu!."


ucap Aira terlihat ragu ragu.


" Katakan saja!."


ucap Andi, mereka berdua berjalan bersamaan.


" Bapak, sekarang saya sudah berstatus. menikah!."


ucap Aira tiba tiba saja Andi menghentikan langkahnya, kemudian menatap Aira seperti tidak percaya.


" Kamu lagi tidak sedang bercanda kan?."


ucap Andi.


" Tidak, dan saya menikah dengan seorang laki laki yg paling tersohor di kota x."


ucap Aira pelan.


" Siapa namanya?."


ucap Andi, dia mencoba untuk tetap tenang.


" Nama suami saya Adalan Alan Gusti Nugraha."


ucap Aira mantap, dia terlihat percaya diri saat menyebutkan nama suaminya dengan lengkap, Andi langsung terdiam sejenak dia tidak bisa berkata apa-apa, dia tidak percaya jika anak muridnya yg telah lama mencuri hatinya itu ternyata sudah menikah dengan seorang pria muda terkaya di kota x, dan yg paling sukses.


" Apakah kalian saling mencintai?."


ucap Andi, pertanyaan itu dengan mudahnya dilontarkan.


" Tentu saja, kita saling mencintai satu sama lain!."


ucap Aira antusias dan penuh percaya diri, Andi tersenyum kecil mendengar ucapan Aira.


" Semoga pernikahan kalian selalu bahagia sampai nenek Kakek!."


ucap Andi.


" Pastinya pak, Ayo..pak jalan lagi.!."


ucap Aira sambil berjalan didepan Andi.


.


.


.


..


.


.


.


Terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️