Try Not to Fall In Love

Try Not to Fall In Love
bab 12



Alan mengernyitkan dahinya mendengar ucapan Aldi, tiba tiba saja dia terpikirkan seseorang.


" Apa jangan jangan dia gadis yg diskotik itu?."


ucap Alan menoleh kearah Aldi, membuat Aldi menggeleng kan kepalanya.


" Menurut gw nggak mungkin, karena seingat gw,gadis yg lu temuin waktu itu harus nya lebih tua dari gadis yg lu temuin tadi dan lagi jika dia gadis yg lu maksud bukankah harusnya dia lari saat melihat lu, atau setidaknya gugup, apa gadis itu terlihat seperti itu saat berpapasan dengan lu?."


ucap Aldi panjang lebar membuat Alan tersadar memang benar mana mungkin gadis yg dia cari adalah gadis yg tadi, mungkin hanya kebetulan saja wangi tubuhnya sama pikirnya.


" Tadi gadis itu memang sempat melihat gw dari jauh tapi dia bersikap biasa saja seperti nggak pernah ketemu."


ucap Alan.


" Jika seperti itu berarti dia bukan gadis yg lu cari bro, dan juga lebih baik kita pulang."


ucap Aldi bangkit dari tempat duduknya, Alan pun mengikuti dari belakang dan mereka mulai masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya.


🌲🌲🌲🌲🌲🌲


Seorang wanita paruh baya sedang tersenyum saat berbicara akrab dengan laki laki paruh baya didepannya, walaupun mereka baru beberapa kali bertemu.


" Bagaimana nyonya Elena?"


ucap Laki laki tersebut yg tidak lain adalah papahnya Aira, wanita tersebut sedang memperhatikan foto yg diberikan oleh Hendra papahnya angkatnya Aira.


" Ternyata dia gadis yang cantik ya, pasti anak saya akan suka dengannya, tetapi apakah anak mu mau menerima anak ku yg beberapa tahun lebih tua darinya?."


ucap Elena bertanya.


" Tenang saja Aira gadis yg baik, dia tidak akan pernah menolak permintaan orang tuanya."


ucap Hendra penuh percaya diri, membuat Elena semakin tersenyum manis.


" Sukur lah kalau seperti itu, dan lagi tadi kalau tidak salah kamu bilang kalau anak gadis mu hari kelulusan nya tinggal satu bulan lagi, dia hanya mempunyai waktu dua Minggu saja setelah hari kelulusan untuk mempersiapkan dirinya apakah tidak terlalu cepat?."


ucap Elena, sebenarnya dia merasa kasihan dengan gadis yg akan dia nikahkan dengan anaknya yang keras kepala itu, gadis ini terlalu masih kecil, tetapi jika aku tidak membantu gadis ini mungkin saja papahnya akan menjual dia ke laki laki hidung belang lainnya.


" Lebih cepat lebih baik nyonya Elena, dan lagi Aira anak yg penurut jadi dia nggak akan pernah membangkang seperti anak remaja lainnya, jadi untuk Aira serahkan kepada saya, dan juga Nyonya Elena kalau bisa saya minta uang seserahan pernikahan nya sekarang bagaimana?."


ucap Hendra tersenyum palsu membuat elena geram, tetapi dia hanya tersenyum, elena mengeluarkan uang segepok.


" Sisanya nyusul setelah satuMinggu ya Hendra"


ucap elena santai padahal dalam hatinya dia sudah ingin membunuh laki laki yg ada dihadapannya.


" Baik lah kalau seperti itu, pertemuan kita sampai disini, dan saya senang bisa berbesan dengan anda."


ucap Hendra berdiri sambil mengulurkan tangannya, dan mereka berdua pun berjabat tangan.


"Boleh Saya minta foto nya untuk diberikan ke anak saya?."


ucap Elena sambil merapikan foto yg ada didepannya. Hendra hanya tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.


" kalau seperti itu saya pulang duluan Nyonya."


ucap Hendra sambil berlalu pergi, setelah melihat kepergian Hendra, elena menatap foto yg ada digenggamnya.


" Semoga saja kamu bisa jadi istri yg baik untuk Anak Tante, tetapi Tante tidak akan membuat kamu merasa terkekang oleh pernikahan ini, karena menurut Tante lebih baik kamu menikah bersama anak Tante, dari pada hidup dengan ayah mu yg gila harta itu."


ucap Elena, sebenarnya Elena tadinya tidak ada niat sama sekali untuk menjodohkan anaknya dengan gadis kecil itu, tetapi setelah melihat foto gadis yg bernama Aira itu, membuat hatinya terusik, dia ingin Aira menikah dengan anaknya tetapi dia akan menganggap Aira seperti anaknya sendiri.


" Maafkan Tante... Aira"


ucap Elena sambil memasukkan foto tersebut kedalam tasnya dan mulai masuk kedalam mobil nya, dan melajukan nya


Sesampainya di rumah, Elena melihat anak laki-laki sedang duduk sambil mengerjakan tugas kantor nya.


"Tidak Bisakah kamu jika sudah berada dirumah tidak mengerjakan tugas kantor mu itu?."


ucap Elena sinis, membuat Alan langsung menatap mamahnya kemudian tersenyum.


" Maaf mah.. habisnya tadi aku nunggu Mamah pulang, terus karena bete akhirnya aku selesaikan tugas kantor dulu!."


ucap Alan terus terang sambil menutup laptopnya dan menyimpan nya kedalam tas lagi.


" Iya Mamah percaya, hari ini gimana urusan kantor mu?."


ucap Elena lembut. Alan pun tersenyum karena mamahnya sudah berbicara dengan lembut lagi.


" Seperti biasa mah...hari ini Mamah emangnya Habis kemana?."


ucap Alan yg masih penasaran kemana Mamahnya seharian pergi, karena tidak biasanya Mamahnya pergi sendirian.


" Hmmm nanti Mamah jawab, tetapi Mamah mau kasih tau kamu, dalam waktu Satu Minggu lagi, kamu akan menikahi gadis pilihan Mamah."


ucap Elena mantap, membuat Alan menatap Mamahnya tidak percaya dengan ucapan Mamahnya.


" Mah jangan bicara aneh aneh, aku aja belum pernah ketemu dengan gadis itu gimana ceritanya mau nikah, please deh Mah."


ucap Alan. yg mulai kesal dengan pemikiran Mamahnya.


ucap Elena mengingatkan, sedangkan ucapan mamahnya membuat Alan terdiam kaget, bagaimana mana mungkin dia akan menikah gadis kecil pikirnya.


" Mamah tau, mungkin saja gadis itu masih mempunyai pacar?."


ucap Alan asal. Mamahnya hanya tersenyum mendengar ucapan anaknya dan geleng geleng.


" Tenang saja dia sama seperti kamu, belum Pernah pacaran sama sekali."


ucap Elena penuh kemenangan karena mampu membuat anaknya terdiam.


" Tapi Mah.."


ucap Alan yg mulai merengek seperti anak kecil.


" Nggak ada tapi tapian, dan lagi jangan sampai kamu kasar terhadap menantu mamah nanti setelah menikah!."


ucap Elena mengancam dan menatap anaknya tajam membuat Alan hanya menghela nafasnya panjang.


" Baiklah terserah Mamah saja, tapi ingat aku menikah dengan Gadis itu bukan atas dasar cinta, jadi jangan berharap kalau aku akan jatuh cinta dengan gadis tersebut!."


ucap Alan lantang, sedangkan Mamahnya hanya tersenyum mendengar ucapan anaknya.


" Mamah nggak yakin, tetapi jika setelah ini kamu masih mengelak kalau gadis yg ada difoto ini jelek, maka kamu boleh menolaknya."


ucap Elena sambil menyodorkan sebuah amplop coklat, Alan pun menatap mamahnya bingung.


" Ini apa mah?."


ucap Alan sambil membuka amplop tersebut


" Coba kamu buka dulu, kalau kamu sudah melihat nya kamu boleh deh ngomong, terserah mau ngomong apa kamu."


ucap Elena percaya diri, membuat Alan semakin penasaran apa isi amplop tersebut, dan dia semakin terkejut dengan isi amplop tersebut, karena dalam foto tersebut adalah seorang gadis yg membuat dia galau karena bingung.



Sosok yg membuat Alan gelisah dan bimbang, gadis tersebut baru sekali bertemu dengan nya. tetapi gadis ini tidak asing baginya


Didalam amplop tersebut banyak sekali foto, dan ada sebuah foto yang membuat dia tersenyum



Sosok Aira , yg menurut Alan manis walaupun foto tersebut diambil saat baru bangun tidur.


Elena yg sedang memperhatikan anaknya hanya tersenyum saja,


" Bagaimana menurut mu nak?."


ucap Elena membuyarkan lamunan nya.


" Dia siapa mah?."


ucap Alan sambil memegang salah satu foto gadis tersebut.


" Cantik bukan, nama gadis itu adalah Aira."


ucap Elena


" Hmm Aira ternyata namanya."


ucap Alan pelan sambil mengangguk kan kepalanya.


" Apa kamu tidak ingin menanyakan kenapa Mamah memberikan foto itu ke kamu?."


ucap Elena sambil tersenyum misterius.


" Emangnya untuk apa mah?."


ucap Alan bingung karena dia sama sekali tidak mengerti maksud ucapan Mamah nya.


" Dia adalah gadis yang ingin Mamah nikahkan dengan kamu."


ucap Elena sambil tersenyum manis, sedangkan Alan yg mendengar ucapan Mamahnya menatap mamahnya kaget, bukan main.


" Sebenarnya apa yg terjadi?, bukankah ini gadis masih sekolah dan seperti anak kecil, kalau dia menikah dengan gw yg ada gw malah direpotkan oleh dia, sebenarnya Mamah tau nggak sih kalau gadis ini masih sekolah." pikirnya, dia tetap terdiam menatap Mamahnya dengan bingung.


.


.


.


.


.


.


terimakasih untuk partisipasi anda semoga anda selalu diberikan kesehatan ☺️