
" Ngomong ngomong gw juga sedang nyari orang yg pro dalam Stick fighting seperti lu."
ucap Aldi santai.
" Gw tau ini orang sedang membicarakan masalah diclub malam itu, apa dia udah curiga sama gw?." pikirnya.
Aira memukul semua anak buahnya Andre menggunakan Stick sampai mereka terkapar tidak sadarkan diri beberapa Minggu yg lalu.
Pada waktu itu Aldi mencari tahu dan mengintrogasi salah satu penjaga disana, sesuai dari gambaran yg dia jelaskan, Aldi mengetahui jika gadis club' itu sangat handal dalam Stick fighting, karena pasti sangat mustahil untuk seorang gadis normal mengalahkan para anak buahnya Andre yg lebih dari 20 orang. pikirnya.
Dan sekarang Aldi setelah melihatnya, Aldi mulai penasaran kepada Aira siapa sebenarnya gadis tersebut, tetapi karena ada beberapa alasan yg berbeda, tetapi rasa penasarannya tersebut belum bisa ditentukan.
" Apakah lu pikir orang itu adalah gw?."
ucap Aira
"Nggak, Mana mungkin lu bisa jadi cowok."
ucap Aldi.
" Maksud lu, orang yg lu cari itu cowok?."
ucap Aira bertanya
" Yeah... Emangnya apa yg lu harapkan?."
ucap Aldi santai.
" Nggak ada, Ah lihatlah sekarang kita lagi ngomongin apaan, Terus, apa yg membawa lu kesini bro?."
ucap Aira
" Tante Elena nyuruh gw ke sini, Tetapi saat gw kesini, Tante Elena Nggak ada di mansion, dan saat gw mau pergi meninggalkan mansion, gw kepikiran lu, jadi Apa salahnya jika gw ketemu lu dulu."
ucap Aldi panjang lebar.
" Lu memang yg terbaik Bro!."
ucap Aira sambil tersenyum dan mengacungkan jempol keatas, Aldi tersenyum mendengar ucapan Aira.
" Baiklah jika seperti itu, ayo kita pergi keluar kiddo!."
ucap Aldi.
Perbincangan antara mereka berdua akhirnya selesai, perbincangan tersebut menyebabkan Aira sedikit merasa stress karena pikirannya selalu teralihkan, Tetapi Aira tetap tersenyum disetiap perbincangan mereka, Aldi sudah menganggap Aira seperti adik perempuan nya sendiri, walaupun Aldi sudah tau jika Aira adalah adik kandung Rizal.
" Boleh lu anterin gw ke kampus, karena hari ini gw udah masuk kampus."
ucap Aira tiba tiba.
" Ok tenang aja, gw bakalan anterin lu sampai selamat deh."
ucap Aldi sambil tersenyum, dan mereka berdua pun mulai berjalan keluar dari ruangan tersebut, dan mulai berjalan keluar mansion.
" Lu Nggak mau ganti baju dulu gitu?."
ucap Aldi memperhatikan baju yg dipakai Aira.
" Sepertinya Nggak perlu, karena gw lagi buru buru, ayo berangkat."
ucap Aira sambil masuk kedalam mobil, Aldi yg melihatnya hanya bisa geleng-geleng kepala sambil tersenyum kecil.
" Memang cewek aneh."
ucap Aldi pelan yg kemudian dia masuk kedalam mobilnya dan mulai melajukan mobilnya ke jalanan.
π²π²π²π²
Jam menunjukkan pukul 17:00, Alan sudah 5 Jam lebih duduk ditempat kerjanya mengerjakan laporan yg ada di laptopnya, beberapa menit kemudian akhirnya laporan tersebut selesai, Alan menutup laptopnya dan mulai menyandarkan tubuhnya ke kursinya, Dia tidak mempunyai jadwal lain.
Alan kemudian membuka hpnya, dan mulai menonton kamera CCTV yg memperlihatkan keadaan mansion saat ini, karena disetiap sisi keluarganya, Alan sudah memastikan jika setiap orang dari keluarganya diberi 3 orang bodyguard yg dia suruh untuk melindungi keluarganya tersebut dengan sembunyi-sembunyi, ketika keluarga Alan keluar dari rumah.
Setelah melihat kamera CCTV rumahnya, Alan mengirimkan pesan kepada bodyguardnya untuk memperhatikan Aira, karena dia tau kelasnya Aira sudah selesai, dan iya, Aira sudah diterima masuk ke fakultas kedokteran.
" Cari gadis itu sekarang juga."
ucap Alan tiba tiba setelah membaca pesan dari salah satu bodyguard yg di suruh untuk mengawasi Aira
.
.
.
.
.
terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca βΊοΈ