
Setelah selesai mandi Aira mulai memakai Hoodie tersebut, saat Aira memakainya dia masih bisa mencium wangi tubuh Alan di Hoodie tersebut, walaupun Aira tau pasti Hoodie tersebut belum dipakai.
" Sepertinya gw berfantasi terlalu liar!." pikirnya sambil terkekeh geli, untuk yg kesekian kalinya Aira mulai menghirup kembali aroma tubuh Alan yg menempel di Hoodie tersebut.
" Sepertinya otak udah mulai mesum, kayak yg punya ini Hoodie!."
ucap Aira bergumam sambil tersenyum manis, dan dia pun tersadar.
" Kenapa gw senyum senyum segala, aih!."
ucap Aira sambil memukul kepalanya pelan, kemudian Aira mencari celana Pendek miliknya.
" Sepertinya hari ini gw harus pake ini lagi!."
ucap Aira pasrah, sambil memaikai celana pendek miliknya lagi, karena dia masih belum berani untuk meminjam celana training milik Alan, dan belum tentu laki laki itu membawa celana training saat berlibur. pikirnya.
Aira menghela nafas, kemudian dia mulai membuka pintu kamar mandi, dan mulai berjalan keluar dari kamar mandi, Aira memperhatikan sosok Alan yg terlihat fokus dengan laptopnya, tanpa Aira sadari dirinya terus menerus menatap Wajah Alan sambil tersenyum manis, sampai lamunannya buyar, karena ucapan Alan, yg membuat nya malu untuk yg kesekian kalinya, karena ketahuan sedang menatap dirinya.
" Gw tau kalau gw ini tampan, Tapi tenang aja, cowok tampan ini hanya milik lu seorang, jadi lu nggak perlu berebutan dengan orang lain untuk mendapatkan gw wahai istriku!."
ucap Alan lembut sambil tersenyum manis, sampai dia malu sendiri mendengar ucapan nya sendiri.
Aira dibuat kikuk, dia baru tau jika senyuman milik Alan mampu membuat hatinya berdebar tak karuan, Tetapi Aira masih belum mengerti dengan perasaannya sendiri.
" Seharusnya lu sering sering senyum kayak tadi, ketimbang nunjukin ekspresi wajah flat lu di setiap kesempatan itu, jujur aja gw lebih suka saat lu senyum kayak tadi!."
ucap Aira jujur, Alan terdiam mendengar komplenan Aira tersebut, yg menurutnya positif.
" Benarkah?."
ucap Alan memastikan.
" Suerrr...deh..lu cocok banget kalau senyum kayak tadi."
ucap Aira yg terdengar semangat, Alan terkekeh kecil mendengarnya, mendengar suara tawa kecil tersebut membuat hati Aira meleleh, gadis itu tidak tau sejak kapan laki laki yg ada dihadapannya saat ini, memiliki efek berbeda dari pertemuan pertama mereka. pikirnya.
" Ya..gw percaya..dan terimakasih untuk pujiannya Aira."
ucap Alan lembut, gadis itu terdiam sejenak, karena untuk pertama kalinya dia mendengar namanya dipanggil dengan lembut oleh Alan, karena selama ini yg Aira tau, Alan termasuk laki laki yg dingin pikirnya.
" Kenapa lu diem aja?."
ucap Alan, Aira hanya menggelengkan kepalanya.
" Nggak, tapi kalau boleh, gw lebih suka kalau lu manggil gw dengan Nama kayak tadi!."
ucap Aira sambil tersenyum sumringah.
" Lu seneng gw manggil nama lu kayak tadi?."
" Hal yg kecil seperti ini saja dia terlihat senang?, benar benar gadis yg unik." pikirnya
" Iya gw suka lu panggil nama gw, dengan intonasi lembut lu seperti tadi."
ucap Aira.
" Seperti ini."
ucap Alan.
" Aira."
ucap Alan lembut sambil tersenyum manis, Wajah Aira tiba tiba saja merona, jantungnya mulai berdebar tidak karuan, gadis itu tidak tau apa yg sedang terjadi dengan tubuhnya saat ini, tetapi perasaan ini tidak membuat dirinya merasa terusik, malah kebalikannya, dia merasakan sesuatu yg belum dia rasakan sebelumnya, tetapi perasaan apa ini?. pikirnya
" Jika seperti ini mau kamu, bisakah kamu memanggil aku dengan kata sayang?."
ucap Alan, Aira langsung melongo mendengar ucapan Alan.
" Wahhh... sorry gw nggak bisa!."
ucap Aira menolaknya.
" Lah.. kenapa kayak gitu?."
ucap Alan heran.
" Jujur ya.. mendengar kata 'sayang' aja udah geli, apalagi manggil orang dengan panggilan 'itu' memikirkan nya saja sudah membuat bulu kuduk berdiri."
ucap Aira, Alan tersenyum mendengarnya.
" Tapi saya ingin kamu memanggil saya seperti itu, dan saya tidak menerima penolakan."
ucap Alan, ekspresi wajah Aira tiba tiba saja berubah, gadis itu menatap Alan dingin dan tajam.
" Gw nggak suka dipaksa, dan gw tarik lagi ucapan gw tadi, lu nggak perlu manggil nama gw dengan lembut, karena sepertinya hubungan kita lebih baik tetap seperti ini saja!."
ucap Aira, sambil berjalan pergi keluar dari kamar tersebut meninggalkan Alan sendirian.
.
.
.
.
.
Terimakasih atas kunjungan Anda selamat membaca ☺️