
" Hahahahahhaha!!."
Tiba tiba seseorang tertawa dibelakang Alan, Alan pun memasang wajah masamnya.
" Kamu sepertinya puas sekali ketawanya!."
ucap Alan, Rachel mengacungkan jempol nya.
" Baru kemarin mesra mesranya, tiba tiba pulang udah di suruh tidur di sofa sama istrinya!."
ucap Rachel terkekeh.
" Kamu nanti jangan kaya gini ya kalau ke suamimu nanti!."
ucap Alan.
" Why not!."
ucap Rachel enteng.
" Karena nggak semuanya laki laki itu bisa menerima kemauan dari istrinya. adek ku yg cantik."
ucap Alan.
" tenang aja kak..Aku bakalan cari laki laki yg baik baik untuk anak ku nanti, karena anak anak ku tidak bisa memilih seorang pria untuk menjadi ayah mereka, jadi aku akan pastikan kalau aku akan cari laki laki yg baik dan penurut tentunya."
ucap Rachel sambil tersenyum, Alan pun tersenyum mendengar Jawaban adiknya.
" Ya udah, sudah malam, kamu tidur sana."
ucap Alan, Rachel pun mengangguk kan kepalanya tetapi dia seperti lupa sesuatu.
" Apakah ada sesuatu yang mau kamu bicarakan pagi?."
ucap Alan, Rachel menggelengkan kepalanya.
" Ya udah, have nice dream adik."
ucap Alan sambil berjalan pergi ke kamarnya begitu pula dengan Rachel, tetapi ditengah ruangan Rachel teringat sesuatu kemudian dia membalikkan badannya, tapi Alan sudah tidak ada.
" Yah... padahal mau kasih tau kalau Tante Linda dan Adelia nginep disini."
ucap Rachel.
" Ya sudahlah, besok pagi saja dikasih tau nya!."
ucap Rachel
Keesokan paginya
Alan terbangun karena sebuah suara keras tiba tiba mengganggu tidurnya, dengan mata yg setengah terbuka, dia mencari sumber suara, tetapi dia tidak menemukan nya, Alan pun ingin menutup matanya kembali tetapi tiba-tiba suara bor terdengar jelas di telinganya, sampai sampai dia terlonjak dari sofa karena terkejut.
Matanya terbuka lebar, dia melihat sekelilingnya, sepasang matanya menemukan seseorang yang sedang asik mengebor dinding kamar, dan orang itu tak lain adalah istrinya sendiri Aira. Apab menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ingin rasanya dia berteriak pagi pagi, Tetapi dia teringat jika istrinya moodnya lagi sering berubah karena Pms.
" Oh tuhan!." ucapnya dalam hati
" Sayang kamu lagi apa?."
" Aku sedang memajang foto pernikahan kita!."
ucap Aira santai, Alan pun berdiri menghampiri Aira.
" Mau aku bantu sayang?."
ucap Alan lembut, Aira menggelengkan kepalanya sambil tersenyum polos.
"Nggak perlu, Aku bisa mengatasi ini sendirian, dan juga sepertinya kamu masih mengantuk?."
ucap Aira sambil menatap wajah Alan. Alan tiba tiba menguap.
" Iya..aku memang masih mengantuk, habisnya ada seseorang yang menghukum ku untuk tidur disofa."
ucap Alan sambil cemberut, Aira pun tersenyum.
" Hahaha... maafkan aku ok..mood ku semalam memang lagi buruk, tapi malam nanti kamu boleh tidur di ranjang lagi kok."
ucap Aira lembut sambil mengelus rambut Alan, tiba-tiba saja Alan memeluk tubuh Aira membuat gadis itu terkejut, untungnya foto pernikahan mereka sudah terpasang dengan kokoh.
" Kenapa kamu meluk aku tiba-tiba?."
ucap Aira heran, tanpa melepaskan pelukannya, tanpa menjawab pertanyaan Aira Alan malahan membenamkan kepalanya ke perut Aira.
"Kamu kenapa hmmm?."
ucap Aira.
" Biarkan aku memeluk seperti ini dulu!."
ucap Alan lembut.
" Memangnya kenapa kamu mau memeluk dengan posisi seperti ini?, apakah tidak aneh!."
ucap Aira heran, Alan menggelengkan kepalanya, kemudian dia mengangkat kepalanya.
" Aku hanya bersyukur karena kamu menjadi wanita pertama dan terakhir yg pernah membuat jantung ini berdebar tidak karuan, dan menjadi penyemangat ku, untuk menjadi laki laki yg terbaik untukmu."
ucap Alan sambil tersenyum lembut Aira yg mendengarnya tersentuh bukan main, tiba-tiba saja air mata keluar dari pelupuk matanya, Alan langsung terkejut melihatnya, Alan langsung mengangkat tubuh Aira dan menurunkan nya, mereka berdua berdiri sejajar Alan menghapus air matanya Aira, tapi gadis masih tetap menangis, Alan dibuat panik, dia takut ada perkataanya yg membuat Aira menangis.
" Sayang... Apakah ada perkataan ku yg membuat mu menangis?."
ucap Alan sambil menyeka air mata Aira sesekali, gadis itu hanya menggelengkan kepalanya.
.
.
.
.
.
terimakasih atas kunjungan Anda